<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KCI Buka-bukaan Alasan Tarif KRL Akan Naik</title><description>PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjelaskan mengenai rencana kenaikan tarif KRL.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik"/><item><title>KCI Buka-bukaan Alasan Tarif KRL Akan Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik</guid><pubDate>Jum'at 14 Januari 2022 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik-kkcMQRaww6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KCI beri penjelasan soal rencana kenaikan tarif KRL (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/14/320/2532048/kci-buka-bukaan-alasan-tarif-krl-akan-naik-kkcMQRaww6.jpg</image><title>KCI beri penjelasan soal rencana kenaikan tarif KRL (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjelaskan mengenai rencana kenaikan tarif KRL. KCI menilai rencana kenaikan tarif akan dilakukan untuk pengembangan layanan sarana maupun prasarana untuk penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan semua layanan yang ada di stasiun KRL berasal dari pengguna baik melalui tiket harian yang datang dari pengguna ataupun subsidi pemerintah dalam pemenuhan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO).
Baca Juga: Alasan Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000
 
&quot;Untuk masalah tarif ini kan harus dikaji terus karena KRL tidak mungkin tidak mengembangkan layanannya. Apa iya untuk 5 atau 10 tahun ke depan kita tidak ingin melakukan perubahan,&quot; kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan virtual, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga:  KAI Commuter Operasikan 999 Perjalanan KRL pada Waktu Jam Sibuk 
 
Anne menyebut, ada sejumlah hal yang harus terus dikaji  oleh KAI Commuter. Misalnya, terkait pengadaan KRL baru dan mengganti KRL yang sudah lama. Pemerintah juga harus memikirkan semua kebutuhan untuk 2 hingga 10 tahun mendatang.
&amp;ldquo;Jadi kajian ini rutin dilakukan ini tidak hanya untuk besok kebutuhannya tetapi kita harus memikirkan 5-10 tahun ke depan apakah kita siap dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat tentang transportasi publik khususnya KRL,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xNC80LzE0Mzg4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut Anne menegaskan rencana kenaikan tarif KRL saat ini  masih dalam proses kajian. Hingga kini tarif KRL yang berlaku masih  normal atau Rp3.000 untuk 25 km pertama.
&quot;Terkait dengan yang saat ini dibahas yaitu mengenai tarif, itu semua  adalah pembahasan dalam FGD [Focus Group Discussion] yang rutin kita  lakukan setiap tahun. Intinya sampai saat ini tarif KRL masih tarif  normal, Rp3.000 untuk 25 km pertama. Jadi belum ada perubahan,&quot; ucapnya.
Dengan demikian, KCI menyebut masalah penyesuaian tarif KRL ini masih  kajian, baik dari sisi kajian kapan tepatnya, besarnya seperti apa,  hingga bagaimana skemanya.
&quot;Itulah kenapa kita lakukan FGD supaya kita bisa mendengar  masukan-masukan dari berbagai pihak. Ada banyak skema yang diajukan,  jadi ini yang kita bahas,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjelaskan mengenai rencana kenaikan tarif KRL. KCI menilai rencana kenaikan tarif akan dilakukan untuk pengembangan layanan sarana maupun prasarana untuk penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan semua layanan yang ada di stasiun KRL berasal dari pengguna baik melalui tiket harian yang datang dari pengguna ataupun subsidi pemerintah dalam pemenuhan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO).
Baca Juga: Alasan Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000
 
&quot;Untuk masalah tarif ini kan harus dikaji terus karena KRL tidak mungkin tidak mengembangkan layanannya. Apa iya untuk 5 atau 10 tahun ke depan kita tidak ingin melakukan perubahan,&quot; kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan virtual, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga:  KAI Commuter Operasikan 999 Perjalanan KRL pada Waktu Jam Sibuk 
 
Anne menyebut, ada sejumlah hal yang harus terus dikaji  oleh KAI Commuter. Misalnya, terkait pengadaan KRL baru dan mengganti KRL yang sudah lama. Pemerintah juga harus memikirkan semua kebutuhan untuk 2 hingga 10 tahun mendatang.
&amp;ldquo;Jadi kajian ini rutin dilakukan ini tidak hanya untuk besok kebutuhannya tetapi kita harus memikirkan 5-10 tahun ke depan apakah kita siap dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat tentang transportasi publik khususnya KRL,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xNC80LzE0Mzg4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut Anne menegaskan rencana kenaikan tarif KRL saat ini  masih dalam proses kajian. Hingga kini tarif KRL yang berlaku masih  normal atau Rp3.000 untuk 25 km pertama.
&quot;Terkait dengan yang saat ini dibahas yaitu mengenai tarif, itu semua  adalah pembahasan dalam FGD [Focus Group Discussion] yang rutin kita  lakukan setiap tahun. Intinya sampai saat ini tarif KRL masih tarif  normal, Rp3.000 untuk 25 km pertama. Jadi belum ada perubahan,&quot; ucapnya.
Dengan demikian, KCI menyebut masalah penyesuaian tarif KRL ini masih  kajian, baik dari sisi kajian kapan tepatnya, besarnya seperti apa,  hingga bagaimana skemanya.
&quot;Itulah kenapa kita lakukan FGD supaya kita bisa mendengar  masukan-masukan dari berbagai pihak. Ada banyak skema yang diajukan,  jadi ini yang kita bahas,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
