<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Varian Omicron Menyebar, Pengusaha Mal Menjerit Lagi?</title><description>Pengusaha ritel optimistis sambut 2022 dengan pencapaian yang lebih baik meski diterpa varian baru Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi"/><item><title>Varian Omicron Menyebar, Pengusaha Mal Menjerit Lagi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi</guid><pubDate>Minggu 16 Januari 2022 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi-d79q8OqI0Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung Mal Meningkat. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/16/320/2532950/varian-omicron-menyebar-pengusaha-mal-menjerit-lagi-d79q8OqI0Q.jpg</image><title>Pengunjung Mal Meningkat. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha ritel optimistis sambut 2022 dengan pencapaian yang lebih baik meski diterpa varian baru Covid-19, Omicron. Pengusaha melihat bahwa pemerintah dapat mengerahkan segala upaya untuk mengatasi varian baru dari Covid-19 ini.
&quot;Sampai dengan saat ini penyebaran Covid-19, varian Omicron masih belum berdampak secara signifikan terhadap kondisi usaha Pusat Perbelanjaan. Oleh karenanya sampai dengan saat ini Pusat Perbelanjaan masih belum melakukan revisi atas target usaha tahun 2022,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (16/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;PTSP di Pusat Perbelanjaan, Berikut Jadwal Pelayanannya
Lanjut Alphonzus mengatakan, pusat perbelanjaan berharap Covid- 19 varian Omicron tidak berdampak terlalu berat terhadap kondisi usaha seperti pada saat Covid - 19 varian Delta.
Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah sudah jauh lebih siap dalam menghadapi dan mitigasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.
Selain itu, tingkat vaksinasi relatif sudah cukup tinggi bahkan pemerintah menargetkan 70% dari populasi sudah divaksinasi pada bulan Maret / April 2022.
Baca Juga:&amp;nbsp;Libur Tahun Baru 2022, Mal Lebih Dipilih Dibanding Tempat Wisata
&quot;Vaksinasi Booster juga sudah dimulai sejak minggu ini. Kemudian BPOM juga memberikan izin penggunaan darurat atas obat Molnupiravir,&quot; terangnya.
Lanjut ia menerangkan, terkait tingkat kunjungan, pusat perbelanjaan mengalami terus mengalami tren kenaikan sejak pemerintah memberlakukan berbagai pelonggaran yang dimulai sejak awal Agustus 2021 lalu.Alphonzus menyebut, rata-rata tingkat kunjungan pada 2021 sekitar 60% yang mana adalah lebih tinggi dari rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2020 yang hanya sekitar 50% saja dibandingkan dengan sebelum pandemi.
Dia pun memproyeksikan kondisi usaha pada 2022 akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021.
&quot;Diperkirakan kondisi usaha Pusat Perbelanjaan akan mulai berangsur pulih normal pada paruh kedua tahun 2022 ini sehingga rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2022 ini akan mencapai berkisar 70% - 80%,&quot; jelas Alphonzus.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha ritel optimistis sambut 2022 dengan pencapaian yang lebih baik meski diterpa varian baru Covid-19, Omicron. Pengusaha melihat bahwa pemerintah dapat mengerahkan segala upaya untuk mengatasi varian baru dari Covid-19 ini.
&quot;Sampai dengan saat ini penyebaran Covid-19, varian Omicron masih belum berdampak secara signifikan terhadap kondisi usaha Pusat Perbelanjaan. Oleh karenanya sampai dengan saat ini Pusat Perbelanjaan masih belum melakukan revisi atas target usaha tahun 2022,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (16/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;PTSP di Pusat Perbelanjaan, Berikut Jadwal Pelayanannya
Lanjut Alphonzus mengatakan, pusat perbelanjaan berharap Covid- 19 varian Omicron tidak berdampak terlalu berat terhadap kondisi usaha seperti pada saat Covid - 19 varian Delta.
Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah sudah jauh lebih siap dalam menghadapi dan mitigasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.
Selain itu, tingkat vaksinasi relatif sudah cukup tinggi bahkan pemerintah menargetkan 70% dari populasi sudah divaksinasi pada bulan Maret / April 2022.
Baca Juga:&amp;nbsp;Libur Tahun Baru 2022, Mal Lebih Dipilih Dibanding Tempat Wisata
&quot;Vaksinasi Booster juga sudah dimulai sejak minggu ini. Kemudian BPOM juga memberikan izin penggunaan darurat atas obat Molnupiravir,&quot; terangnya.
Lanjut ia menerangkan, terkait tingkat kunjungan, pusat perbelanjaan mengalami terus mengalami tren kenaikan sejak pemerintah memberlakukan berbagai pelonggaran yang dimulai sejak awal Agustus 2021 lalu.Alphonzus menyebut, rata-rata tingkat kunjungan pada 2021 sekitar 60% yang mana adalah lebih tinggi dari rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2020 yang hanya sekitar 50% saja dibandingkan dengan sebelum pandemi.
Dia pun memproyeksikan kondisi usaha pada 2022 akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021.
&quot;Diperkirakan kondisi usaha Pusat Perbelanjaan akan mulai berangsur pulih normal pada paruh kedua tahun 2022 ini sehingga rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2022 ini akan mencapai berkisar 70% - 80%,&quot; jelas Alphonzus.</content:encoded></item></channel></rss>
