<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Uang Elektronik Diprediksi Tembus Rp357,7 Triliun di 2022</title><description>Transaksi digital di Indonesia mengalami peningkatan di tengah pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022"/><item><title>Transaksi Uang Elektronik Diprediksi Tembus Rp357,7 Triliun di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022</guid><pubDate>Kamis 20 Januari 2022 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022-Za2z7koz1J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi digital dalam tren pertumbuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/20/320/2535238/transaksi-uang-elektronik-diprediksi-tembus-rp357-7-triliun-di-2022-Za2z7koz1J.jpg</image><title>Transaksi digital dalam tren pertumbuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transaksi digital di Indonesia mengalami peningkatan di tengah pandemi covid-19. Bank Indonesia (BI) akan melanjutkan digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi dan mempercepat pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif.
Baca Juga: Transaksi Digital Banking Naik Jadi Rp3.877 Triliun di November 2021
Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, ekonomi dan keuangan digital tumbuh seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.
Baca Juga: Sri Mulyani: Transaksi Uang Elektronik Cuma Rp2 Triliun pada 2012, Sekarang Rp205 Triliun
&quot;Nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 49,06% (yoy) mencapai Rp305,4 triliun dan diproyeksikan meningkat 17,13% (yoy) hingga mencapai Rp357,7 triliun untuk tahun 2022,&quot; ungkap Perry di Jakarta, Kamis(20/1/2022).


Nilai transaksi digital banking meningkat 45,64% (yoy) menjadi  Rp39.841,4 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 24,83% (yoy) mencapai  Rp49.733,8 triliun untuk tahun 2022. Di sisi tunai, Uang Kartal Yang  Diedarkan (UYD) pada Desember 2021 meningkat 6,78% (yoy) mencapai  Rp959,8 triliun.
&quot;Pada tahun 2022, Bank Indonesia akan terus mendorong inovasi sistem  pembayaran, menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran, serta  memperkuat koordinasi antar Kementerian/Lembaga untuk memastikan  ketersediaan uang Rupiah beredar dengan kualitas yang terjaga di seluruh  wilayah NKRI,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transaksi digital di Indonesia mengalami peningkatan di tengah pandemi covid-19. Bank Indonesia (BI) akan melanjutkan digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi dan mempercepat pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif.
Baca Juga: Transaksi Digital Banking Naik Jadi Rp3.877 Triliun di November 2021
Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, ekonomi dan keuangan digital tumbuh seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.
Baca Juga: Sri Mulyani: Transaksi Uang Elektronik Cuma Rp2 Triliun pada 2012, Sekarang Rp205 Triliun
&quot;Nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 49,06% (yoy) mencapai Rp305,4 triliun dan diproyeksikan meningkat 17,13% (yoy) hingga mencapai Rp357,7 triliun untuk tahun 2022,&quot; ungkap Perry di Jakarta, Kamis(20/1/2022).


Nilai transaksi digital banking meningkat 45,64% (yoy) menjadi  Rp39.841,4 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 24,83% (yoy) mencapai  Rp49.733,8 triliun untuk tahun 2022. Di sisi tunai, Uang Kartal Yang  Diedarkan (UYD) pada Desember 2021 meningkat 6,78% (yoy) mencapai  Rp959,8 triliun.
&quot;Pada tahun 2022, Bank Indonesia akan terus mendorong inovasi sistem  pembayaran, menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran, serta  memperkuat koordinasi antar Kementerian/Lembaga untuk memastikan  ketersediaan uang Rupiah beredar dengan kualitas yang terjaga di seluruh  wilayah NKRI,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
