<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Wanti-Wanti soal Transformasi BUMN, Kenapa Ya?</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan program transformasi BUMN dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya"/><item><title>Erick Thohir Wanti-Wanti soal Transformasi BUMN, Kenapa Ya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya</guid><pubDate>Jum'at 21 Januari 2022 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya-KxAZ9YuqZF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir ingin transformasi BUMN dilanjutkan (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/21/320/2535932/erick-thohir-wanti-wanti-soal-transformasi-bumn-kenapa-ya-KxAZ9YuqZF.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir ingin transformasi BUMN dilanjutkan (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan program transformasi BUMN dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya. Dia berharap Menteri BUMN yang baru melanjutkan transformasi BUMN yang telah dilakukan selama Pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Taspen, Ini Susunan Terbarunya
Berdasarkan hitungan Erick, hingga 2024 mendatang realisasi transformasi BUMN masih mencapai 70%. Artinya, 30% akan menjadi pekerjaan rumah bagi sosok nomor satu di lingkup perusahaan negara selanjutnya. Perkaranya, ada dua opsi yang bisa dilakukan Menteri BUMN yang baru yakni merealisasikan 30% transformasi BUMN atau tidak melanjutkan sama sekali.
Baca Juga: Erick Thohir Kesal UMKM Hanya Jadi Objek Politik
&quot;Percuma transformasi ini, dan saya yakini ketika saya selesai jadi Menteri BUMN paling tidak 70%, dan kita sudah benchmarking di negara lain Finlandia, Swedia, China, perlu waktu 12-18 tahun. Artinya apa? 30% berikutnya, ya Menteri BUMN yang baru. Tetapi yang 70% ini tidak dilanjut lagi, jadi nol lagi,&quot; ujar Erick, Jumat (21/1/2022).
Erick mencontohkan salah satu program transformasi yang perlu dilanjutkan adalah merampingkan jumlah BUMN. Menurut dia, ideal jumlah perusahaan maksimal 30 saja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMS8xLzE0Mzc3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini, tercatat ada 41 BUMN dari sebelumnya 108 perusahaan.  Artinya, potensi merger atau penggabungan perseroan masih harus  dilakukan.
&quot;Contohnya apa? Kita sudah menurunkan jumlah BUMN yang tadinya 108  jadi 41, cukup? Tidak mestinya 30, tapi enggak keburu jaman saya. Jadi  bisa di merger-merger lagi,&quot; tutur dia.
Alasan perampingan, lanjut dia, untuk menghindari monopoli atau  menjadi gurita bisnis yang justru mematikan pengusaha lokal hingga UMKM.
&quot;Jangan sampai BUMN ini juga, tadi malah sebuah gurita bisnis yang  mematikan pengusaha lokal, pengusaha daerah, UMKM. Karena semua  bisnisnya mau di ambil, padahal apa? Tugasnya sebagai lokomotif  pembangunan yang merupakan sepertiga dari kekuatan ekonomi nasional.  Tetap di korporasi, sehingga program-program yang pro rakyat bisa  dilaksanakan,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan program transformasi BUMN dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya. Dia berharap Menteri BUMN yang baru melanjutkan transformasi BUMN yang telah dilakukan selama Pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Taspen, Ini Susunan Terbarunya
Berdasarkan hitungan Erick, hingga 2024 mendatang realisasi transformasi BUMN masih mencapai 70%. Artinya, 30% akan menjadi pekerjaan rumah bagi sosok nomor satu di lingkup perusahaan negara selanjutnya. Perkaranya, ada dua opsi yang bisa dilakukan Menteri BUMN yang baru yakni merealisasikan 30% transformasi BUMN atau tidak melanjutkan sama sekali.
Baca Juga: Erick Thohir Kesal UMKM Hanya Jadi Objek Politik
&quot;Percuma transformasi ini, dan saya yakini ketika saya selesai jadi Menteri BUMN paling tidak 70%, dan kita sudah benchmarking di negara lain Finlandia, Swedia, China, perlu waktu 12-18 tahun. Artinya apa? 30% berikutnya, ya Menteri BUMN yang baru. Tetapi yang 70% ini tidak dilanjut lagi, jadi nol lagi,&quot; ujar Erick, Jumat (21/1/2022).
Erick mencontohkan salah satu program transformasi yang perlu dilanjutkan adalah merampingkan jumlah BUMN. Menurut dia, ideal jumlah perusahaan maksimal 30 saja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMS8xLzE0Mzc3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini, tercatat ada 41 BUMN dari sebelumnya 108 perusahaan.  Artinya, potensi merger atau penggabungan perseroan masih harus  dilakukan.
&quot;Contohnya apa? Kita sudah menurunkan jumlah BUMN yang tadinya 108  jadi 41, cukup? Tidak mestinya 30, tapi enggak keburu jaman saya. Jadi  bisa di merger-merger lagi,&quot; tutur dia.
Alasan perampingan, lanjut dia, untuk menghindari monopoli atau  menjadi gurita bisnis yang justru mematikan pengusaha lokal hingga UMKM.
&quot;Jangan sampai BUMN ini juga, tadi malah sebuah gurita bisnis yang  mematikan pengusaha lokal, pengusaha daerah, UMKM. Karena semua  bisnisnya mau di ambil, padahal apa? Tugasnya sebagai lokomotif  pembangunan yang merupakan sepertiga dari kekuatan ekonomi nasional.  Tetap di korporasi, sehingga program-program yang pro rakyat bisa  dilaksanakan,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
