<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Iklan E-Commerce Tahun Ini Diprediksi Melesat</title><description>Belanja iklan e-commerce diprediksi masih tinggi tahun ini seiring dengan momentum pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat"/><item><title>Belanja Iklan E-Commerce Tahun Ini Diprediksi Melesat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat</guid><pubDate>Jum'at 21 Januari 2022 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat-XLJqDDldVo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja iklan e-commerce meningkat tahun ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/21/455/2535727/belanja-iklan-e-commerce-tahun-ini-diprediksi-melesat-XLJqDDldVo.jpg</image><title>Belanja iklan e-commerce meningkat tahun ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Belanja iklan e-commerce diprediksi masih tinggi tahun ini seiring dengan momentum pemulihan ekonomi nasional.  Belanja iklan e-commerce sangat dipengaruhi oleh perencanaan bisnis perusahaan dan perkembangan ekonomi nasional.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, di tahun 2022 ini banyak perusahaan mulai melakukan ekspansi setelah sebelumnya di tahun 2021 masih menahan berbelanja iklan.
Baca Juga: Belanja Online Makin Digemari, E-Commerce Tumbuh 40% di 2021
 
&quot;Kami melihatnya di 2022 ini perusahaan sudah mulai bergerak karena di 2021 banyak yang masih menahan untuk berbelanja iklan melihat kepastian dari ekonomi dan kondisi kesehatan masyarakat,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (21/1/2022).
Dia melanjutkan, belanja iklan e-commerce menjadi investasi untuk meningkatkan trafik pembeli ke platform-platform e-commerce. Di samping itu, iklan juga ditujukan untuk mendongkrak share of voice perusahaan e-commerce.
Baca Juga: Penjualan E-Commerce Naik Berkah Harbolnas, Produk Lokal Raup Rp8,5 Triliun
 
&quot;Memang saat ini sepertinya masih menjadi investasi untuk memasarkan produk. Iklan masih diperlukan untuk memaksimalkan pengenalan dari perusahaan dalam menggaet customer baru,&quot; ungkapnya.
Menurut dia, sasaran dari belanja iklan e-commerce adalah masyarakat yang sudah menggunakan internet namun belum pernah menggunakannya untuk berbelanja online. &quot;Itu yang disasar karena dengan jumlahnya lebih banyak dan potensial untuk menjadikan customer loyal, itu menjadi lebih merata bagaimana bisa mengaitkan konsumen itu,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMC80LzE0MTUzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, perusahaan riset data dan analitik Nielsen melaporkan  total belanja iklan disepanjang tahun 2021 mencapai Rp259 triliun atau  naik 13% dibandingkan tahun 2020. Realisasi belanja iklan tersebut  dihitung berdasarkan angka Gross Rate card di sejumlah media seperti  televisi, cetak, radio dan digital.
Aktivitas belanja iklan e-commerce diperkirakan masih melaju tinggi  pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum dari pemulihan ekonomi  nasional, perusahaan e-commerce yang fokus pada konsumen dinilai akan  melanjutkan tren kenaikan seperti tahun 2021. Sedangkan, perusahaan  e-commerce yang fokus pada produsen, justru dinilai akan menahan  aktivitas belanja iklan.</description><content:encoded>JAKARTA - Belanja iklan e-commerce diprediksi masih tinggi tahun ini seiring dengan momentum pemulihan ekonomi nasional.  Belanja iklan e-commerce sangat dipengaruhi oleh perencanaan bisnis perusahaan dan perkembangan ekonomi nasional.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, di tahun 2022 ini banyak perusahaan mulai melakukan ekspansi setelah sebelumnya di tahun 2021 masih menahan berbelanja iklan.
Baca Juga: Belanja Online Makin Digemari, E-Commerce Tumbuh 40% di 2021
 
&quot;Kami melihatnya di 2022 ini perusahaan sudah mulai bergerak karena di 2021 banyak yang masih menahan untuk berbelanja iklan melihat kepastian dari ekonomi dan kondisi kesehatan masyarakat,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (21/1/2022).
Dia melanjutkan, belanja iklan e-commerce menjadi investasi untuk meningkatkan trafik pembeli ke platform-platform e-commerce. Di samping itu, iklan juga ditujukan untuk mendongkrak share of voice perusahaan e-commerce.
Baca Juga: Penjualan E-Commerce Naik Berkah Harbolnas, Produk Lokal Raup Rp8,5 Triliun
 
&quot;Memang saat ini sepertinya masih menjadi investasi untuk memasarkan produk. Iklan masih diperlukan untuk memaksimalkan pengenalan dari perusahaan dalam menggaet customer baru,&quot; ungkapnya.
Menurut dia, sasaran dari belanja iklan e-commerce adalah masyarakat yang sudah menggunakan internet namun belum pernah menggunakannya untuk berbelanja online. &quot;Itu yang disasar karena dengan jumlahnya lebih banyak dan potensial untuk menjadikan customer loyal, itu menjadi lebih merata bagaimana bisa mengaitkan konsumen itu,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMC80LzE0MTUzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, perusahaan riset data dan analitik Nielsen melaporkan  total belanja iklan disepanjang tahun 2021 mencapai Rp259 triliun atau  naik 13% dibandingkan tahun 2020. Realisasi belanja iklan tersebut  dihitung berdasarkan angka Gross Rate card di sejumlah media seperti  televisi, cetak, radio dan digital.
Aktivitas belanja iklan e-commerce diperkirakan masih melaju tinggi  pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum dari pemulihan ekonomi  nasional, perusahaan e-commerce yang fokus pada konsumen dinilai akan  melanjutkan tren kenaikan seperti tahun 2021. Sedangkan, perusahaan  e-commerce yang fokus pada produsen, justru dinilai akan menahan  aktivitas belanja iklan.</content:encoded></item></channel></rss>
