<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Melemah Diserang Aksi Ambil Untung</title><description>Harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung"/><item><title>Harga Emas Berjangka Melemah Diserang Aksi Ambil Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung</guid><pubDate>Sabtu 22 Januari 2022 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung-dyL3P1icoL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/22/320/2536045/harga-emas-berjangka-melemah-diserang-aksi-ambil-untung-dyL3P1icoL.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas jatuh menyusul berlanjutnya aksi ambil untung tetapi masih mencatat kenaikan untuk minggu kedua beruntun setelah menetap di level tertinggi dua bulan pada Rabu (19/1), karena risiko inflasi dan geopolitik mengangkat daya tarik safe-haven emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange jatuh USD10,8 atau 0,59%, menjadi ditutup pada USD1.831,80 per ounce. Emas naik 0,8% untuk minggu ini, menguat untuk minggu kedua berturut-turut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp939.000
Sehari sebelumnya, Kamis (20/1) emas berjangka terkikis USD0,6 atau 0,03% menjadi USD1.842,60, setelah melambung USD30,8 atau 1,7% menjadi USD1.843,20 pada Rabu (19/1).
&quot;Pembelian terkendali karena pasti ada pelarian ke pasar emas minggu ini,&quot; kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Baca Juga: Turun Rp1.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp937.000/Gram
Fokus pasar sekarang pada pertemuan Federal Reserve AS pada 25-26 Januari, dan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bank sentral akan memperketat kebijakan pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebulan lalu untuk menjinakkan inflasi yang terus-menerus tinggi.
Momentum kenaikan emas bisa sulit dipertahankan menjelang kenaikan  suku bunga yang diperkirakan, yang mengurangi daya tarik memegang emas  yang tidak berbunga, tulis analis Standard Chartered, Suki Cooper dalam  sebuah catatan, memperkirakan harga rata-rata 1.783 dolar AS per ounce  pada tahun ini.
Para analis pasar percaya investor masih mencari perlindungan dari  inflasi dan perubahan berisiko di pasar saham dengan berinvestasi di  emas, yang menjelaskan kenaikan emas untuk minggu kedua berturut-turut.
Emas telah naik sekitar 0,8% minggu ini, karena investor mencari  perlindungan dari kekhawatiran tentang kemungkinan perpanjangan sanksi  AS atau langkah-langkah baru Uni Eropa jika Rusia menyerang Ukraina.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 39,6 sen atau  1,6%, menjadi ditutup pada USD24,32 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April turun USD15,7 atau 1,49%, menjadi ditutup pada  USD1.035,10 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas jatuh menyusul berlanjutnya aksi ambil untung tetapi masih mencatat kenaikan untuk minggu kedua beruntun setelah menetap di level tertinggi dua bulan pada Rabu (19/1), karena risiko inflasi dan geopolitik mengangkat daya tarik safe-haven emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange jatuh USD10,8 atau 0,59%, menjadi ditutup pada USD1.831,80 per ounce. Emas naik 0,8% untuk minggu ini, menguat untuk minggu kedua berturut-turut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp939.000
Sehari sebelumnya, Kamis (20/1) emas berjangka terkikis USD0,6 atau 0,03% menjadi USD1.842,60, setelah melambung USD30,8 atau 1,7% menjadi USD1.843,20 pada Rabu (19/1).
&quot;Pembelian terkendali karena pasti ada pelarian ke pasar emas minggu ini,&quot; kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Baca Juga: Turun Rp1.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp937.000/Gram
Fokus pasar sekarang pada pertemuan Federal Reserve AS pada 25-26 Januari, dan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bank sentral akan memperketat kebijakan pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebulan lalu untuk menjinakkan inflasi yang terus-menerus tinggi.
Momentum kenaikan emas bisa sulit dipertahankan menjelang kenaikan  suku bunga yang diperkirakan, yang mengurangi daya tarik memegang emas  yang tidak berbunga, tulis analis Standard Chartered, Suki Cooper dalam  sebuah catatan, memperkirakan harga rata-rata 1.783 dolar AS per ounce  pada tahun ini.
Para analis pasar percaya investor masih mencari perlindungan dari  inflasi dan perubahan berisiko di pasar saham dengan berinvestasi di  emas, yang menjelaskan kenaikan emas untuk minggu kedua berturut-turut.
Emas telah naik sekitar 0,8% minggu ini, karena investor mencari  perlindungan dari kekhawatiran tentang kemungkinan perpanjangan sanksi  AS atau langkah-langkah baru Uni Eropa jika Rusia menyerang Ukraina.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 39,6 sen atau  1,6%, menjadi ditutup pada USD24,32 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April turun USD15,7 atau 1,49%, menjadi ditutup pada  USD1.035,10 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
