<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Seharga Rp18.400 Kini Simpan Harta Super Langka karena Semburan Lumpur Lapindo</title><description>Lumpur lapindo kini mengandung rare earth alias logam tanah jarang. Hal ini diungkap Badan Geologi Kementerian ESDM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/25/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/25/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo"/><item><title>Perusahaan Seharga Rp18.400 Kini Simpan Harta Super Langka karena Semburan Lumpur Lapindo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/25/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/25/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo</guid><pubDate>Selasa 25 Januari 2022 03:56 WIB</pubDate><dc:creator>Sevilla Nouval Evanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/24/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo-aCxb3oMbWh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lumpur Lapindo mengandung logam langka (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/24/320/2537062/perusahaan-seharga-rp18-400-kini-simpan-harta-super-langka-karena-semburan-lumpur-lapindo-aCxb3oMbWh.jpg</image><title>Lumpur Lapindo mengandung logam langka (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Lumpur lapindo kini mengandung rare earth alias logam tanah jarang. Hal ini diungkap Badan Geologi Kementerian ESDM. Saat ini, jenis logam tersebut termasuk mineral super langka yang diburu dunia.
Pasalnya, harga logam tanah jarang ini sangat fantastis, tembus USD178.378 atau Rp2,55 miliar per metrik tonnya di saat harga batu bara hanya mencapai USD200 per metrik ton.
Kabar ini pun jadi angin segar bagi penduduk sekitar dan Lapindo Brantas Inc. setelah belasan tahun luapan lumpur ini menjadi nestapa. Tercatat, lumpur lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur menyembur sejak 2006.
Mereka harus meminjam lebih dari Rp11 ribu untuk ganti rugi. Mereka juga meminjam uang negara yang kini menjadi sisa utang sebesar Rp1,19 triliun yang sudah jatuh tempo Juli 2019 lalu. Bahkan, perusahaan itu jadi tidak berharga hingga dijual hanya seharga USD2. Namun, transaksi itu akhirnya dibatalkan pihak otoritas.
Baca selengkapnya: Mengingat Semburan Lumpur Lapindo, Perusahaan Dijual Rp18.400 Kini Simpan Harta Karun Super Langka</description><content:encoded>JAKARTA - Lumpur lapindo kini mengandung rare earth alias logam tanah jarang. Hal ini diungkap Badan Geologi Kementerian ESDM. Saat ini, jenis logam tersebut termasuk mineral super langka yang diburu dunia.
Pasalnya, harga logam tanah jarang ini sangat fantastis, tembus USD178.378 atau Rp2,55 miliar per metrik tonnya di saat harga batu bara hanya mencapai USD200 per metrik ton.
Kabar ini pun jadi angin segar bagi penduduk sekitar dan Lapindo Brantas Inc. setelah belasan tahun luapan lumpur ini menjadi nestapa. Tercatat, lumpur lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur menyembur sejak 2006.
Mereka harus meminjam lebih dari Rp11 ribu untuk ganti rugi. Mereka juga meminjam uang negara yang kini menjadi sisa utang sebesar Rp1,19 triliun yang sudah jatuh tempo Juli 2019 lalu. Bahkan, perusahaan itu jadi tidak berharga hingga dijual hanya seharga USD2. Namun, transaksi itu akhirnya dibatalkan pihak otoritas.
Baca selengkapnya: Mengingat Semburan Lumpur Lapindo, Perusahaan Dijual Rp18.400 Kini Simpan Harta Karun Super Langka</content:encoded></item></channel></rss>
