<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>75 Penawaran Umum Saham Diproses OJK, Nilainya Rp31,8 Triliun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memproses 75 penawaran umum saham dengan nilai total Rp31,84 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun"/><item><title>75 Penawaran Umum Saham Diproses OJK, Nilainya Rp31,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun-k3Ywbuk6lq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">75 penawaran umum saham diproses OJK (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/278/2538740/75-penawaran-umum-saham-diproses-ojk-nilainya-rp31-8-triliun-k3Ywbuk6lq.jpg</image><title>75 penawaran umum saham diproses OJK (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memproses 75 penawaran umum saham dengan nilai total Rp31,84 triliun. Hal ini membuat OJK optimis raising fund di pasar modal akan melanjutkan pertumbuhan pada 2022.
Baca Juga: Investasi Robot Trading DNA Pro Ilegal, OJK Minta Masyarakat Waspada
&quot;Sampai dengan 25 Januari 2022 kemarin telah terdapat 7 penawaran umum dengan nilai penawaran Rp4,9 triliun. Saat ini terdapat 75 penawaran umum dalam proses pipeline dengan nilai total Rp31,84 triliun,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kamis (27/1/2022).
OJK mencatat kinerja pasar modal pada tahun 2021 tumbuh cukup baik meskipun pandemi COVID-19 masih menyebar dengan kemunculan varian baru. Pada tahun 2021 raising fund di pasar modal tercatat mencapai Rp363, 28 triliun atau tumbuh 206% dibandingkan 2020 lalu dengan nilai Rp118 triliun.
Baca Juga: Investasi Ilegal Aset Kripto, OJK: Seluruh Rekening Tidak Boleh Digunakan untuk Penipuan
Per 26 Januari 2022, IHSG ditutup menguat pada 6.600,83 atau lebih tinggi dibandingkan saat pandemi mulai menyebar di 2 Maret 2020 yakni 5.361,25.
Di samping itu, OJK mencatat pada 2021 investor non residence melakukan net buy di pasar saham dengan nilai Rp37,97 triliun. Pada saat yang sama jumlah investor ritel juga tumbuh 93% year on year menjadi 7,5 juta dengan investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi.
&quot;Sementara itu dapat kami sampaikan di pasar surat utang terpantau  masih volatile karena ada sentimen hawkish dari The Fed yang menyebabkan  yield US Treasury makin meningkat. Akibatnya timbul tekanan di pasar  surat utang terutama di emerging market,&quot; ucapnya.
OJK juga menyampaikan bahwa kinerja emiten sampai kuartal III 2021  mulai menunjukkan pemulihan sebagaimana terlihat dalam perbaikan  likuiditas, debt equity ratio, dan interest coverage ratio emiten.
Namun demikian, masih terdapat beberapa isu, seperti belanja modal  emiten non infrastruktur yang terpantau belum pulih dan debt equity  ratio emiten di sektor infrastruktur serta pproperti yang masih cukup  tinggi.
&quot;Dan beberapa isu ini akan kami dukung dari sektor jasa keuangan  untuk diatasi bersama agar pertumbuhan ekonomi baik ke depan,&quot; ucap  Wimboh.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memproses 75 penawaran umum saham dengan nilai total Rp31,84 triliun. Hal ini membuat OJK optimis raising fund di pasar modal akan melanjutkan pertumbuhan pada 2022.
Baca Juga: Investasi Robot Trading DNA Pro Ilegal, OJK Minta Masyarakat Waspada
&quot;Sampai dengan 25 Januari 2022 kemarin telah terdapat 7 penawaran umum dengan nilai penawaran Rp4,9 triliun. Saat ini terdapat 75 penawaran umum dalam proses pipeline dengan nilai total Rp31,84 triliun,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kamis (27/1/2022).
OJK mencatat kinerja pasar modal pada tahun 2021 tumbuh cukup baik meskipun pandemi COVID-19 masih menyebar dengan kemunculan varian baru. Pada tahun 2021 raising fund di pasar modal tercatat mencapai Rp363, 28 triliun atau tumbuh 206% dibandingkan 2020 lalu dengan nilai Rp118 triliun.
Baca Juga: Investasi Ilegal Aset Kripto, OJK: Seluruh Rekening Tidak Boleh Digunakan untuk Penipuan
Per 26 Januari 2022, IHSG ditutup menguat pada 6.600,83 atau lebih tinggi dibandingkan saat pandemi mulai menyebar di 2 Maret 2020 yakni 5.361,25.
Di samping itu, OJK mencatat pada 2021 investor non residence melakukan net buy di pasar saham dengan nilai Rp37,97 triliun. Pada saat yang sama jumlah investor ritel juga tumbuh 93% year on year menjadi 7,5 juta dengan investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi.
&quot;Sementara itu dapat kami sampaikan di pasar surat utang terpantau  masih volatile karena ada sentimen hawkish dari The Fed yang menyebabkan  yield US Treasury makin meningkat. Akibatnya timbul tekanan di pasar  surat utang terutama di emerging market,&quot; ucapnya.
OJK juga menyampaikan bahwa kinerja emiten sampai kuartal III 2021  mulai menunjukkan pemulihan sebagaimana terlihat dalam perbaikan  likuiditas, debt equity ratio, dan interest coverage ratio emiten.
Namun demikian, masih terdapat beberapa isu, seperti belanja modal  emiten non infrastruktur yang terpantau belum pulih dan debt equity  ratio emiten di sektor infrastruktur serta pproperti yang masih cukup  tinggi.
&quot;Dan beberapa isu ini akan kami dukung dari sektor jasa keuangan  untuk diatasi bersama agar pertumbuhan ekonomi baik ke depan,&quot; ucap  Wimboh.</content:encoded></item></channel></rss>
