<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Teknologi Canggih Jembatan Timbang Kulwaru</title><description>Jembatan Timbang Kulwaru dilengkapi teknologi canggih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru"/><item><title>Intip Teknologi Canggih Jembatan Timbang Kulwaru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru-RGJpehcWOa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi canggih di jembatan timbang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538456/intip-teknologi-canggih-jembatan-timbang-kulwaru-RGJpehcWOa.jpg</image><title>Teknologi canggih di jembatan timbang (Foto: MPI)</title></images><description>SURAKARTA - Jembatan Timbang Kulwaru dilengkapi teknologi canggih. Kementerian Perhubungan melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kulwaru, Yogyakarta, melakukan uji coba teknologi Weight in Motion (WIM) untuk mendeteksi muatan truk.
Baca Juga: Anggota Dishub Nyaris Ditabrak Tronton yang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Pasuruan 
Pemasangan WIM ini dilakukan untuk meminimalisir maraknya truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang tak terdeteksi dan berkeliaran di jalan. Selama ini, banyak truk-truk ODOL yang 'kabur' dan tidak melakukan pemeriksaan muatan di jembatan timbang. Dengan teknologi ini, muatan suatu truk bisa diketahui hanya dalam waktu beberapa detik saja.
&quot;Jadi WIM ini sudah terpasang di UPPKB Kulwaru dan Losarang (Indramayu). Mudahan-mudahan WIM ini mempermudah tugas kita mencapai cita-cita kita bebas ODOL di tahun 2023,&quot; ujar Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan di Kulon Progo, ditulis Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: Mindset Masyarakat soal Terminal Bus: Kotor dan Kumuh
WIM yang terpasang di UPPKB Kulwaru ini berjenis strip sensors berwarna kuning yang pemasangannya ditanam di dalam beton. Kurang dari 1 detik, WIM bisa mendeteksi berapa muatan truk, apakah truk tersebut termasuk kategori ODOL lengkap dengan plat nomor truk tersebut.
&quot;Jadi nanti truknya cuma lewat saja, sudah. Lalu nanti datanya akan muncul di komputer di control room, lalu akan kelihatan berapa plat nomornya, muatannya,&quot; jelas Korsatpel UPPKB Kulwaru Sigit Saryanto.Bila muatannya memenuhi aturan, maka truk akan diperkenankan untuk  terus jalan. Jika ternyata truk kelebihan muatan, maka truk tersebut  harus masuk ke jembatan timbang dan menerima penindakan dari petugas  UPPKB berupa tilang dan sidang di tempat.
Tapi jika truk mencoba kabur, petugas UPPKB akan berkoordinasi dengan  kepolisian setempat untuk meringkus pengemudi 'nakal' tersebut.
Menurut Sigit, pemasangan WIM di UPPKB Kulwaru dinilai menjadi sebuah  kebutuhan. Dengan WIM, tidak hanya pekerjaan mendeteksi muatan truk  lebih mudah, namun lebih akurat dan meminimalisir 'kompromi' dengan  pengemudi atau perusahaan.
&quot;Karena kita itu sebelum ada WIM periksa 5 kendaraan saja sulit  sekali. Belum lagi kalau ada selisih dengan pengemudi. Dengan adanya WIM  tentu efektivitas pemeriksaan muatan kendaraan akan meningkat,&quot;  katanya.</description><content:encoded>SURAKARTA - Jembatan Timbang Kulwaru dilengkapi teknologi canggih. Kementerian Perhubungan melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kulwaru, Yogyakarta, melakukan uji coba teknologi Weight in Motion (WIM) untuk mendeteksi muatan truk.
Baca Juga: Anggota Dishub Nyaris Ditabrak Tronton yang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Pasuruan 
Pemasangan WIM ini dilakukan untuk meminimalisir maraknya truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang tak terdeteksi dan berkeliaran di jalan. Selama ini, banyak truk-truk ODOL yang 'kabur' dan tidak melakukan pemeriksaan muatan di jembatan timbang. Dengan teknologi ini, muatan suatu truk bisa diketahui hanya dalam waktu beberapa detik saja.
&quot;Jadi WIM ini sudah terpasang di UPPKB Kulwaru dan Losarang (Indramayu). Mudahan-mudahan WIM ini mempermudah tugas kita mencapai cita-cita kita bebas ODOL di tahun 2023,&quot; ujar Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan di Kulon Progo, ditulis Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: Mindset Masyarakat soal Terminal Bus: Kotor dan Kumuh
WIM yang terpasang di UPPKB Kulwaru ini berjenis strip sensors berwarna kuning yang pemasangannya ditanam di dalam beton. Kurang dari 1 detik, WIM bisa mendeteksi berapa muatan truk, apakah truk tersebut termasuk kategori ODOL lengkap dengan plat nomor truk tersebut.
&quot;Jadi nanti truknya cuma lewat saja, sudah. Lalu nanti datanya akan muncul di komputer di control room, lalu akan kelihatan berapa plat nomornya, muatannya,&quot; jelas Korsatpel UPPKB Kulwaru Sigit Saryanto.Bila muatannya memenuhi aturan, maka truk akan diperkenankan untuk  terus jalan. Jika ternyata truk kelebihan muatan, maka truk tersebut  harus masuk ke jembatan timbang dan menerima penindakan dari petugas  UPPKB berupa tilang dan sidang di tempat.
Tapi jika truk mencoba kabur, petugas UPPKB akan berkoordinasi dengan  kepolisian setempat untuk meringkus pengemudi 'nakal' tersebut.
Menurut Sigit, pemasangan WIM di UPPKB Kulwaru dinilai menjadi sebuah  kebutuhan. Dengan WIM, tidak hanya pekerjaan mendeteksi muatan truk  lebih mudah, namun lebih akurat dan meminimalisir 'kompromi' dengan  pengemudi atau perusahaan.
&quot;Karena kita itu sebelum ada WIM periksa 5 kendaraan saja sulit  sekali. Belum lagi kalau ada selisih dengan pengemudi. Dengan adanya WIM  tentu efektivitas pemeriksaan muatan kendaraan akan meningkat,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
