<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai Teknologi Canggih, RI Bebas Truk 'Obesitas' Tahun Depan</title><description>Jembatan timbang Kulwaru menggunakan teknologi canggih. Kementerian  Perhubungan melakukan penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan"/><item><title>Pakai Teknologi Canggih, RI Bebas Truk 'Obesitas' Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan-F3odgcPPyV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi canggih di jembatan timbang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538474/pakai-teknologi-canggih-ri-bebas-truk-obesitas-tahun-depan-F3odgcPPyV.jpg</image><title>Teknologi canggih di jembatan timbang (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Jembatan timbang Kulwaru menggunakan teknologi canggih. Kementerian Perhubungan melakukan penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) untuk mempercepat deteksi muatan truk yang melintas di jalan raya.
Baca Juga: Intip Teknologi Canggih Jembatan Timbang Kulwaru
 
Dengan adanya teknologi ini, Kemenhub optimistis, teknologi ini bisa segera menuntaskan permasalahan truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah.
&quot;Saya bisa katakan, kita tentu optimis WIM ink akan mendukung target bebas ODOL di tahun 2023,&quot; ujar Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan saat ditemui di UPPKB Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga: Anggota Dishub Nyaris Ditabrak Tronton yang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Pasuruan 
 
Optimisme ini didasari pada manfaat WIM itu sendiri. Pertama, pemasangannya mudah dilakukan. Untuk WIM jenis strip sensors, pemasangannya hanya butuh waktu 1-2 hari.
Lalu, deteksi muatan truk bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik, sehingga seluruh truk yang melewati jalan yang dipasang WIM bisa diketahui muatan awalnya. &quot;Jadi ketika lewat itu akan diketahui dan informasinya muncul di control room,&quot; katanya.Berbeda ketika sebelum ada WIM, petugas harus menggiring pengemudi  truk untuk masuk ke jembatan timbang secara manual. Banyak truk-truk  ODOL yang sengaja kabur supaya tidak ditindak.
Jika truk yang melewati WIM ini melanggar aturan muatan, maka petugas UPPKB bisa langsung melakukan tilang dan sidang di tempat.
&quot;Lalu dari pengemudi juga tentunya setuju dengan hal ini karena  prosesnya tidak lama. Dan pengusaha juga merasakan dampak positif karena  dengan WIM, truk-truk mereka akan lebih terawat dan tidak mudah rusak  karena overload, sehingga biaya perawatannya lebih minim,&quot; kata Pitra.
Dengan WIM, diharapkan jumlah truk-truk bandel yang kabur dari  pemeriksaan muatan bisa berkurang. &quot;Dan ini membantu teman-teman kita di  UPPKB dalam pemeriksaan, penindakan jika ada yang melanggar. Semuanya  ini sudah ter-record, jadi nggak bisa ngelak kalau melanggar,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jembatan timbang Kulwaru menggunakan teknologi canggih. Kementerian Perhubungan melakukan penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) untuk mempercepat deteksi muatan truk yang melintas di jalan raya.
Baca Juga: Intip Teknologi Canggih Jembatan Timbang Kulwaru
 
Dengan adanya teknologi ini, Kemenhub optimistis, teknologi ini bisa segera menuntaskan permasalahan truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah.
&quot;Saya bisa katakan, kita tentu optimis WIM ink akan mendukung target bebas ODOL di tahun 2023,&quot; ujar Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan saat ditemui di UPPKB Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga: Anggota Dishub Nyaris Ditabrak Tronton yang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Pasuruan 
 
Optimisme ini didasari pada manfaat WIM itu sendiri. Pertama, pemasangannya mudah dilakukan. Untuk WIM jenis strip sensors, pemasangannya hanya butuh waktu 1-2 hari.
Lalu, deteksi muatan truk bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik, sehingga seluruh truk yang melewati jalan yang dipasang WIM bisa diketahui muatan awalnya. &quot;Jadi ketika lewat itu akan diketahui dan informasinya muncul di control room,&quot; katanya.Berbeda ketika sebelum ada WIM, petugas harus menggiring pengemudi  truk untuk masuk ke jembatan timbang secara manual. Banyak truk-truk  ODOL yang sengaja kabur supaya tidak ditindak.
Jika truk yang melewati WIM ini melanggar aturan muatan, maka petugas UPPKB bisa langsung melakukan tilang dan sidang di tempat.
&quot;Lalu dari pengemudi juga tentunya setuju dengan hal ini karena  prosesnya tidak lama. Dan pengusaha juga merasakan dampak positif karena  dengan WIM, truk-truk mereka akan lebih terawat dan tidak mudah rusak  karena overload, sehingga biaya perawatannya lebih minim,&quot; kata Pitra.
Dengan WIM, diharapkan jumlah truk-truk bandel yang kabur dari  pemeriksaan muatan bisa berkurang. &quot;Dan ini membantu teman-teman kita di  UPPKB dalam pemeriksaan, penindakan jika ada yang melanggar. Semuanya  ini sudah ter-record, jadi nggak bisa ngelak kalau melanggar,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
