<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Logistik Tinggi, Luhut Tak Ingin Indonesia Jadi Feeder Angkutan Laut</title><description>Pemerintah Indonesia tak ingin menjadi pengumpan angkutan laut  atau  feeder dengan mengeluarkan biaya logistik yang cukup tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut"/><item><title>Biaya Logistik Tinggi, Luhut Tak Ingin Indonesia Jadi Feeder Angkutan Laut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut-QscPeh15gv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut tak ingin Indonesia jadi feeder angkutan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/320/2538495/biaya-logistik-tinggi-luhut-tak-ingin-indonesia-jadi-feeder-angkutan-laut-QscPeh15gv.jpg</image><title>Menko Luhut tak ingin Indonesia jadi feeder angkutan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah Indonesia tak ingin menjadi pengumpan angkutan laut  atau feeder dengan mengeluarkan biaya logistik yang cukup tinggi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah akan mendorong sistem kepelabuhanan yang terintegrasi menggunakan Indonesia National Single Window (INSW).
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Sidak Angkutan Barang di Tanjung Priok
 
&amp;ldquo;Kemarin saya dari Batam, kami itu akan jadi bikin satu pelabuhan nanti terintegrasi. Jadi kita itu jangan jadi feeder atas negara lain kita itu harus bisa menjadi direct call. Karena selama ini kita jadi feeder itu cost kita naik. Jadi sekarang kita bikin, masuk ke dalam National Single Window itu, digitalize,&amp;rdquo; kata Menko Luhut dalam webinar virtual, dikutip Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: PUPR Bangun Jalan Baru demi Distribusi Logistik Korban Erupsi Semeru
 
Menko Luhut menilai, dengan digitaisasi dan hilirisasi yang terintegrasi sistemnya maka para pelaku logisitik dapat menghemat sebesar 30%. Dia bertekad untuk membuat skema, strategi dan bentuk studinya.
&quot;Untuk sekadar diketahui, kita ini dari Indonesia hampir 18 juta TEUs  setahun, mungkin lebih sekarang. Itu rata-rata kita jadi feeder saja  pada negara tetangga. Negara tetangga menikmati, cost kita naik,&quot;  katanya.
Dengan begitu, Indonesia kini siap untuk mendorong hilirisasi dan  efisiensi di pelabuhan dan mendorong yang menyangkut komoditi lain.
&quot;Sekarang kita nggak mau, kita mau sekarang direct call saja langsung  ke final destination, itu akan murah  Indonesia lagi ke depan yang  menyangkut tadi industri hilirisasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah Indonesia tak ingin menjadi pengumpan angkutan laut  atau feeder dengan mengeluarkan biaya logistik yang cukup tinggi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah akan mendorong sistem kepelabuhanan yang terintegrasi menggunakan Indonesia National Single Window (INSW).
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Sidak Angkutan Barang di Tanjung Priok
 
&amp;ldquo;Kemarin saya dari Batam, kami itu akan jadi bikin satu pelabuhan nanti terintegrasi. Jadi kita itu jangan jadi feeder atas negara lain kita itu harus bisa menjadi direct call. Karena selama ini kita jadi feeder itu cost kita naik. Jadi sekarang kita bikin, masuk ke dalam National Single Window itu, digitalize,&amp;rdquo; kata Menko Luhut dalam webinar virtual, dikutip Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: PUPR Bangun Jalan Baru demi Distribusi Logistik Korban Erupsi Semeru
 
Menko Luhut menilai, dengan digitaisasi dan hilirisasi yang terintegrasi sistemnya maka para pelaku logisitik dapat menghemat sebesar 30%. Dia bertekad untuk membuat skema, strategi dan bentuk studinya.
&quot;Untuk sekadar diketahui, kita ini dari Indonesia hampir 18 juta TEUs  setahun, mungkin lebih sekarang. Itu rata-rata kita jadi feeder saja  pada negara tetangga. Negara tetangga menikmati, cost kita naik,&quot;  katanya.
Dengan begitu, Indonesia kini siap untuk mendorong hilirisasi dan  efisiensi di pelabuhan dan mendorong yang menyangkut komoditi lain.
&quot;Sekarang kita nggak mau, kita mau sekarang direct call saja langsung  ke final destination, itu akan murah  Indonesia lagi ke depan yang  menyangkut tadi industri hilirisasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
