<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL Axiata Caplok Saham Link Net Rp8,72 Triliun dari Grup Lippo</title><description>Axiata Group Berhad (Axiata) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan  pengambilalihan terhadap sejumlah 66,03% saham Link Net.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo"/><item><title>XL Axiata Caplok Saham Link Net Rp8,72 Triliun dari Grup Lippo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo</guid><pubDate>Jum'at 28 Januari 2022 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo-70buQELVoX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">XL Axiata ambil alih saham Link Net (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/28/278/2539065/xl-axiata-caplok-saham-link-net-rp8-72-triliun-dari-grup-lippo-70buQELVoX.jpeg</image><title>XL Axiata ambil alih saham Link Net (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Axiata Group Berhad (Axiata) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan pengambilalihan terhadap sejumlah 66,03% saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam PT Link Net Tbk (Link Net) yang dimiliki oleh Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (FM). Hal ini ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB).
Rencana Pengambilalihan ini akan memperkuat langkah strategis Axiata ke segmen layanan fixed broadband yang selama ini masih terbuka luas dan sekaligus mendorong rencana ekspansi di Indonesia.
Baca Juga: Pendapatan XL Axiata Naik Tipis Jadi Rp19,8 Triliun
 
Harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp 4.800 per saham biasa pada Link Net atau sekitar Rp 8,72 triliun (setara dengan sekitar RM2,55 milliar). Ini berarti bernilai sekitar Rp 13,21 triliun (setara dengan sekitar RM3,86 miliar) untuk 100,00% keseluruhan saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam Link Net.
Berdasarkan ketentuan PJB, Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (All), anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Axiata, dan XL Axiata akan memiliki kepemilikan saham masing-masing 46,03% dan 20,00% dari gabungan keseluruhan saham sebesar 66,03% dalam Link Net yang dimiliki oleh oleh ALD dan FM.
Baca Juga: Axiata Jual Saham EXCL Rp1,44 Triliun ke Ferrymount Investments Limited
AII kemudian akan diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer atau MTO) untuk membeli 33,97% Saham Link Net yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Rencana Pengambilalihan dan Rencana MTO (Rencana Transaksi) diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2022 dan akan menyesuaikan dengan perkembangan pemenuhan persyaratan untuk penyelesaian transaksi, termasuk perolehan persetujuan dari regulator dan persetujuan dari pemegang saham. Rencana Transaksi ini akan didanai melalui kombinasi dana internal dan/atau pinjaman bank, yang proporsinya akan ditentukan kemudian.Rencana Pengambilalihan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang  signifikan untuk Link Net dan XL Axiata melalui kombinasi posisi Link  Net dan XL Axiata dalam layanan komunikasi tanpa kabel (wireless  communication services), berbagi jaringan utama (backbone) dan jaringan  transmisi, serta hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia.  Dipasangkan dengan layanan korporasi milik XL Axiata termasuk koneksi  seluler, Link Net akan berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan  pasar perusahaan yang sedang berkembang tersebut.
Selain itu, Axiata akan mendapat keuntungan dari profil arus kas  Link Net yang kuat dan pembagian dividen yang konsisten, serta  memantapkan posisinya sebagai salah satu pelaku digital handal di  kawasan ini, dengan peningkatan eksposur terhadap pendapatan rata-rata  yang tinggi per pelanggan dan potensi pasar broadband berbasis kabel  yang lebih tinggi dan berkembang cepat.
&quot;Selain menggandakan segmen yang berkembang pesat di salah satu pasar  utama kami, investasi kami ke Link Net selaras dengan aspirasi Axiata  untuk mendukung inklusi digital seiring dengan semakin berkembangnya  masyarakat dan bisnis di wilayah Asia secara digital,&quot; kata Presiden  &amp;amp; Group CEO Axiata, Dato' Izzaddin Idris dalam keterangan pers yang  diterima MPI, Kamis (27/1/2022).
Menurut Dato Izzaddin, baik XL Axiata dan Link Net berada di tempat  yang baik untuk menghasilkan sinergi melalui kekuatan bersama mereka  dalam layanan komunikasi tanpa kabel (wireless communication services).  Hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia dan kerja sama  strategis yang kuat.
&quot;Kami juga mengakui pengelolaan kekayaan dan pengalaman operasional  karyawan Link Net dan menyambut mereka menjadi bagian dari perjalanan  untuk tumbuh bersama. Dengan memanfaatkan kekuatan bisnis telekomunikasi  kami dari XL Axiata dan solusi konektivitas serta broadband dari Link  Net, kami berharap dapat memberikan solusi konvergensi yang berfokus  pada pelanggan segmen perumahan dan korporasi seiring dengan  berkembangnya Indonesia untuk memajukan perekonomian digitalnya,&quot;  tambahnya.
Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan  seiring dengan meningkatnya permintaan layanan digital, XL Axiata  bersiap untuk mewujudkan visi untuk menjadi operator konvergensi  terkemuka di Indonesia. Sinergi yang akan dibuka melalui kolaborasi  dengan Link Net ini menghadirkan proposisi yang menarik mengingat hal  ini menjadi kesempatan untuk menggabungkan kekuatan dalam konektivitas  seluler, layanan broadband berbasis kabel, dan konten.
&quot;Ke depannya, pelanggan kami yang semakin tidak bisa lepas dari gaya  hidup digital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bekerja,  dan bermain, dapat menantikan solusi yang telah tergabung dengan sukses  yang akan membekali mereka untuk memiliki daya saing dan peluang untuk  berkembang di era new normal saat ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Axiata Group Berhad (Axiata) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan pengambilalihan terhadap sejumlah 66,03% saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam PT Link Net Tbk (Link Net) yang dimiliki oleh Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (FM). Hal ini ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB).
Rencana Pengambilalihan ini akan memperkuat langkah strategis Axiata ke segmen layanan fixed broadband yang selama ini masih terbuka luas dan sekaligus mendorong rencana ekspansi di Indonesia.
Baca Juga: Pendapatan XL Axiata Naik Tipis Jadi Rp19,8 Triliun
 
Harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp 4.800 per saham biasa pada Link Net atau sekitar Rp 8,72 triliun (setara dengan sekitar RM2,55 milliar). Ini berarti bernilai sekitar Rp 13,21 triliun (setara dengan sekitar RM3,86 miliar) untuk 100,00% keseluruhan saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam Link Net.
Berdasarkan ketentuan PJB, Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (All), anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Axiata, dan XL Axiata akan memiliki kepemilikan saham masing-masing 46,03% dan 20,00% dari gabungan keseluruhan saham sebesar 66,03% dalam Link Net yang dimiliki oleh oleh ALD dan FM.
Baca Juga: Axiata Jual Saham EXCL Rp1,44 Triliun ke Ferrymount Investments Limited
AII kemudian akan diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer atau MTO) untuk membeli 33,97% Saham Link Net yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Rencana Pengambilalihan dan Rencana MTO (Rencana Transaksi) diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2022 dan akan menyesuaikan dengan perkembangan pemenuhan persyaratan untuk penyelesaian transaksi, termasuk perolehan persetujuan dari regulator dan persetujuan dari pemegang saham. Rencana Transaksi ini akan didanai melalui kombinasi dana internal dan/atau pinjaman bank, yang proporsinya akan ditentukan kemudian.Rencana Pengambilalihan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang  signifikan untuk Link Net dan XL Axiata melalui kombinasi posisi Link  Net dan XL Axiata dalam layanan komunikasi tanpa kabel (wireless  communication services), berbagi jaringan utama (backbone) dan jaringan  transmisi, serta hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia.  Dipasangkan dengan layanan korporasi milik XL Axiata termasuk koneksi  seluler, Link Net akan berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan  pasar perusahaan yang sedang berkembang tersebut.
Selain itu, Axiata akan mendapat keuntungan dari profil arus kas  Link Net yang kuat dan pembagian dividen yang konsisten, serta  memantapkan posisinya sebagai salah satu pelaku digital handal di  kawasan ini, dengan peningkatan eksposur terhadap pendapatan rata-rata  yang tinggi per pelanggan dan potensi pasar broadband berbasis kabel  yang lebih tinggi dan berkembang cepat.
&quot;Selain menggandakan segmen yang berkembang pesat di salah satu pasar  utama kami, investasi kami ke Link Net selaras dengan aspirasi Axiata  untuk mendukung inklusi digital seiring dengan semakin berkembangnya  masyarakat dan bisnis di wilayah Asia secara digital,&quot; kata Presiden  &amp;amp; Group CEO Axiata, Dato' Izzaddin Idris dalam keterangan pers yang  diterima MPI, Kamis (27/1/2022).
Menurut Dato Izzaddin, baik XL Axiata dan Link Net berada di tempat  yang baik untuk menghasilkan sinergi melalui kekuatan bersama mereka  dalam layanan komunikasi tanpa kabel (wireless communication services).  Hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia dan kerja sama  strategis yang kuat.
&quot;Kami juga mengakui pengelolaan kekayaan dan pengalaman operasional  karyawan Link Net dan menyambut mereka menjadi bagian dari perjalanan  untuk tumbuh bersama. Dengan memanfaatkan kekuatan bisnis telekomunikasi  kami dari XL Axiata dan solusi konektivitas serta broadband dari Link  Net, kami berharap dapat memberikan solusi konvergensi yang berfokus  pada pelanggan segmen perumahan dan korporasi seiring dengan  berkembangnya Indonesia untuk memajukan perekonomian digitalnya,&quot;  tambahnya.
Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan  seiring dengan meningkatnya permintaan layanan digital, XL Axiata  bersiap untuk mewujudkan visi untuk menjadi operator konvergensi  terkemuka di Indonesia. Sinergi yang akan dibuka melalui kolaborasi  dengan Link Net ini menghadirkan proposisi yang menarik mengingat hal  ini menjadi kesempatan untuk menggabungkan kekuatan dalam konektivitas  seluler, layanan broadband berbasis kabel, dan konten.
&quot;Ke depannya, pelanggan kami yang semakin tidak bisa lepas dari gaya  hidup digital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bekerja,  dan bermain, dapat menantikan solusi yang telah tergabung dengan sukses  yang akan membekali mereka untuk memiliki daya saing dan peluang untuk  berkembang di era new normal saat ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
