<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Tinggalkan Level USD90 karena Ketegangan Rusia</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia"/><item><title>Harga Minyak Dunia Tinggalkan Level USD90 karena Ketegangan Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia</guid><pubDate>Jum'at 28 Januari 2022 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia-t4Mqbb0D9r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/28/320/2539049/harga-minyak-dunia-tinggalkan-level-usd90-karena-ketegangan-rusia-t4Mqbb0D9r.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah Brent sempat mencapai level tertinggi tujuh tahun di atas USD90 per barel karena pasar menyeimbangkan kekhawatiran tentang ketatnya pasokan di seluruh dunia dengan ekspektasi Federal Reserve AS akan segera memperketat kebijakan moneter.
Patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 62 sen menjadi menetap di USD89,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret ditutup 74 sen lebih rendah pada USD86,61 per barel.
Kedua kontrak acuan minyak mentah diperdagangkan dalam sesi yang bergejolak dengan kedua kontrak bergerak antara wilayah positif dan negatif.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD90, Pertama Kalinya Sejak 2014
 
Harga minyak telah melonjak pada Rabu (26/1/2022), dengan Brent naik di atas USD90 per barel untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun di tengah ketegangan antara Rusia dan Barat. Ancaman terhadap Uni Emirat Arab dari gerakan Houthi Yaman telah menambah kegelisahan pasar minyak.
Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, dan Barat telah berselisih mengenai Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa pasokan energi ke Eropa dapat terganggu, meskipun kekhawatiran difokuskan pada pasokan gas daripada minyak mentah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kenaikan Stok AS
 
Rusia mengatakan jelas bahwa Amerika Serikat tidak bersedia untuk mengatasi masalah keamanan utama Moskow dalam kebuntuan mereka atas Ukraina, tetapi tetap membuka pintu untuk dialog.
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengatakan AS berharap Rusia akan mempelajari apa yang telah ditawarkan Washington dan kembali ke meja perundingan.
&quot;Pasar sangat tidak menentu di tengah berita utama tentang situasi Rusia-Ukraina,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn. &quot;Ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi.&quot;Membebani harga, Federal Reserve (Fed) AS mengatakan pada Rabu  (26/1/2022) kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret dan  berencana untuk mengakhiri pembelian obligasi bulan itu untuk  menjinakkan inflasi.
Dolar AS naik setelah pengumuman tersebut, membuat minyak lebih mahal  bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Pada Kamis (27/1/2022),  indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang perdagangan  utama lainnya naik ke level tertinggi sejak Juli 2021.
&quot;Kemerosotan harga yang lebih jelas sedang dicegah oleh krisis  Ukraina, karena masih ada kekhawatiran bahwa pengiriman minyak dan gas  Rusia dapat terhambat jika terjadi eskalasi militer,&quot; kata Commerzbank  setelah penurunan harga pagi.
Pasar mulai mengalihkan perhatiannya ke pertemuan 2 Februari  Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang  dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.
OPEC+ kemungkinan akan tetap dengan rencana kenaikan target produksi  minyaknya untuk Maret, beberapa sumber dalam kelompok itu mengatakan  kepada Reuters.
OPEC+ telah menaikkan target produksinya setiap bulan sejak Agustus  sebesar 400.000 barel per hari (bph) ketika melepaskan rekor pengurangan  produksi yang dibuat pada tahun 2020.
Namun, kelompok tersebut menghadapi kendala kapasitas yang  menghalangi beberapa anggota untuk berproduksi pada tingkat kuota  mereka.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah Brent sempat mencapai level tertinggi tujuh tahun di atas USD90 per barel karena pasar menyeimbangkan kekhawatiran tentang ketatnya pasokan di seluruh dunia dengan ekspektasi Federal Reserve AS akan segera memperketat kebijakan moneter.
Patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 62 sen menjadi menetap di USD89,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret ditutup 74 sen lebih rendah pada USD86,61 per barel.
Kedua kontrak acuan minyak mentah diperdagangkan dalam sesi yang bergejolak dengan kedua kontrak bergerak antara wilayah positif dan negatif.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD90, Pertama Kalinya Sejak 2014
 
Harga minyak telah melonjak pada Rabu (26/1/2022), dengan Brent naik di atas USD90 per barel untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun di tengah ketegangan antara Rusia dan Barat. Ancaman terhadap Uni Emirat Arab dari gerakan Houthi Yaman telah menambah kegelisahan pasar minyak.
Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, dan Barat telah berselisih mengenai Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa pasokan energi ke Eropa dapat terganggu, meskipun kekhawatiran difokuskan pada pasokan gas daripada minyak mentah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kenaikan Stok AS
 
Rusia mengatakan jelas bahwa Amerika Serikat tidak bersedia untuk mengatasi masalah keamanan utama Moskow dalam kebuntuan mereka atas Ukraina, tetapi tetap membuka pintu untuk dialog.
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengatakan AS berharap Rusia akan mempelajari apa yang telah ditawarkan Washington dan kembali ke meja perundingan.
&quot;Pasar sangat tidak menentu di tengah berita utama tentang situasi Rusia-Ukraina,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn. &quot;Ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi.&quot;Membebani harga, Federal Reserve (Fed) AS mengatakan pada Rabu  (26/1/2022) kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret dan  berencana untuk mengakhiri pembelian obligasi bulan itu untuk  menjinakkan inflasi.
Dolar AS naik setelah pengumuman tersebut, membuat minyak lebih mahal  bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Pada Kamis (27/1/2022),  indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang perdagangan  utama lainnya naik ke level tertinggi sejak Juli 2021.
&quot;Kemerosotan harga yang lebih jelas sedang dicegah oleh krisis  Ukraina, karena masih ada kekhawatiran bahwa pengiriman minyak dan gas  Rusia dapat terhambat jika terjadi eskalasi militer,&quot; kata Commerzbank  setelah penurunan harga pagi.
Pasar mulai mengalihkan perhatiannya ke pertemuan 2 Februari  Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang  dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.
OPEC+ kemungkinan akan tetap dengan rencana kenaikan target produksi  minyaknya untuk Maret, beberapa sumber dalam kelompok itu mengatakan  kepada Reuters.
OPEC+ telah menaikkan target produksinya setiap bulan sejak Agustus  sebesar 400.000 barel per hari (bph) ketika melepaskan rekor pengurangan  produksi yang dibuat pada tahun 2020.
Namun, kelompok tersebut menghadapi kendala kapasitas yang  menghalangi beberapa anggota untuk berproduksi pada tingkat kuota  mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
