<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Kokoh, Indeks Nasdaq Melesat 469,31 Poin</title><description>Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin"/><item><title>Wall Street Kokoh, Indeks Nasdaq Melesat 469,31 Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin</guid><pubDate>Selasa 01 Februari 2022 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin-mNIe632S2m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/01/278/2540847/wall-street-kokoh-indeks-nasdaq-melesat-469-31-poin-mNIe632S2m.jpg</image><title>Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS ditutup dengan indeks S&amp;amp;P 500 mencatat kinerja Januari terlemah sejak 2009.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 406,39 poin atau 1,17%, menjadi menetap di 35.131,86 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 83,7 poin atau 1,89%, menjadi berakhir di 4.515,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 469,31 poin atau 3,41%, menjadi ditutup di 14.239,88 poin.
Baca Juga: Wall Street Loyo, 3 Indeks Utama Kompak Melemah
 
Semua dari 11 sektor utama S&amp;amp;P berakhir di zona hijau, dipimpin oleh kenaikan 3,8% pada saham-saham konsumer non-primer (consumer discretionary). Kenaikan dipimpin oleh Tesla yang melonjak 10,7% setelah Credit Suisse menaikkan peringkat saham pembuat mobil listrik menjadi &quot;outperform&quot;.
Namun untuk Januari, consumer discretionary adalah sektor dengan kinerja terburuk, tergelincir 9,7%. Secara keseluruhan, hanya sektor energi yang mengakhiri bulan di wilayah positif, dibantu oleh harga minyak yang mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014 pada Jumat (28/1/2022).
Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks S&amp;amp;P 500 Melemah Usai Keputusan Fed
Secara keseluruhan, S&amp;amp;P 500 mengalami bulan terburuk sejak kejatuhan akibat pandemi pada Maret 2020. Valuasi saham pertumbuhan dan teknologi telah mendapat sorotan yang meningkat, karena investor khawatir tentang perusahaan yang diperdagangkan dengan valuasi yang tinggi pada saat Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi dan menarik langkah-langkah stimulus pandemi.
Pada perdagangan Senin pagi, Nasdaq berada di jalur untuk melampaui rekor kinerja bulan pembukaan terburuk, ketika turun 9,89% pada 2008. Namun, setelah kenaikan satu hari terbaik sejak Maret 2021, ditutup pada Januari merosot 8,99%.
&quot;Pada akhirnya, suku bunga akan bergerak lebih tinggi, dan perusahaan-perusahaan dengan kelipatan tinggi harus diperdagangkan lebih rendah,&quot; kata Decio Nascimento, kepala investasi Norbury Partners.Dia menambahkan bahwa, dengan biaya seperti kenaikan upah, akan ada  peningkatan fokus investor pada sektor-sektor yang dapat menangani  tekanan inflasi dengan lebih baik, dengan lebih sedikit ruang bagi  perusahaan yang menjanjikan pertumbuhan di masa depan tetapi saat ini  menghasilkan arus kas negatif.
Federal Reserve AS pekan lalu mengisyaratkan niatnya untuk memerangi  inflasi tinggi selama empat dekade dengan menaikkan suku bunga utama  lebih agresif daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar.
Pedagang dana Fed berjangka memperkirakan hampir lima kenaikan suku  bunga hingga akhir tahun, dengan beberapa bank, seperti Bank of America  sekarang mengincar tujuh kenaikan tahun ini.
&quot;Apa yang Fed lakukan minggu lalu adalah untuk memperluas spektrum  kemungkinan berapa suku bunga naik dalam satu atau dua tahun, jadi  ketika Anda melakukan itu, Anda akan menciptakan volatilitas dalam  ekuitas&quot; kata Nascimento dari Norbury Partners.
Ketegangan geopolitik telah menambah ketidakpastian pasar, dengan AS  dan sekutunya mengancam Rusia dengan sanksi ekonomi baru jika menyerang  Ukraina.
Boeing Co melonjak 5,1%, setelah pembuat pesawat AS itu mendapatkan  pesanan peluncuran dari Qatar Airways untuk versi kargo baru dari jet  penumpang 777X dan pesanan sementara untuk jet 737 MAX.
Saham Citrix Systems Inc anjlok 3,4% setelah perusahaan perangkat  lunak itu mengatakan telah setuju untuk diambil alih senilai 16,5 miliar  dolar AS termasuk utang oleh afiliasi Elliott Management dan Vista  Equity Partners.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,67 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 12,37 miliar untuk sesi penuh selama 20  hari perdagangan terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS ditutup dengan indeks S&amp;amp;P 500 mencatat kinerja Januari terlemah sejak 2009.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 406,39 poin atau 1,17%, menjadi menetap di 35.131,86 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 83,7 poin atau 1,89%, menjadi berakhir di 4.515,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 469,31 poin atau 3,41%, menjadi ditutup di 14.239,88 poin.
Baca Juga: Wall Street Loyo, 3 Indeks Utama Kompak Melemah
 
Semua dari 11 sektor utama S&amp;amp;P berakhir di zona hijau, dipimpin oleh kenaikan 3,8% pada saham-saham konsumer non-primer (consumer discretionary). Kenaikan dipimpin oleh Tesla yang melonjak 10,7% setelah Credit Suisse menaikkan peringkat saham pembuat mobil listrik menjadi &quot;outperform&quot;.
Namun untuk Januari, consumer discretionary adalah sektor dengan kinerja terburuk, tergelincir 9,7%. Secara keseluruhan, hanya sektor energi yang mengakhiri bulan di wilayah positif, dibantu oleh harga minyak yang mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014 pada Jumat (28/1/2022).
Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks S&amp;amp;P 500 Melemah Usai Keputusan Fed
Secara keseluruhan, S&amp;amp;P 500 mengalami bulan terburuk sejak kejatuhan akibat pandemi pada Maret 2020. Valuasi saham pertumbuhan dan teknologi telah mendapat sorotan yang meningkat, karena investor khawatir tentang perusahaan yang diperdagangkan dengan valuasi yang tinggi pada saat Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi dan menarik langkah-langkah stimulus pandemi.
Pada perdagangan Senin pagi, Nasdaq berada di jalur untuk melampaui rekor kinerja bulan pembukaan terburuk, ketika turun 9,89% pada 2008. Namun, setelah kenaikan satu hari terbaik sejak Maret 2021, ditutup pada Januari merosot 8,99%.
&quot;Pada akhirnya, suku bunga akan bergerak lebih tinggi, dan perusahaan-perusahaan dengan kelipatan tinggi harus diperdagangkan lebih rendah,&quot; kata Decio Nascimento, kepala investasi Norbury Partners.Dia menambahkan bahwa, dengan biaya seperti kenaikan upah, akan ada  peningkatan fokus investor pada sektor-sektor yang dapat menangani  tekanan inflasi dengan lebih baik, dengan lebih sedikit ruang bagi  perusahaan yang menjanjikan pertumbuhan di masa depan tetapi saat ini  menghasilkan arus kas negatif.
Federal Reserve AS pekan lalu mengisyaratkan niatnya untuk memerangi  inflasi tinggi selama empat dekade dengan menaikkan suku bunga utama  lebih agresif daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar.
Pedagang dana Fed berjangka memperkirakan hampir lima kenaikan suku  bunga hingga akhir tahun, dengan beberapa bank, seperti Bank of America  sekarang mengincar tujuh kenaikan tahun ini.
&quot;Apa yang Fed lakukan minggu lalu adalah untuk memperluas spektrum  kemungkinan berapa suku bunga naik dalam satu atau dua tahun, jadi  ketika Anda melakukan itu, Anda akan menciptakan volatilitas dalam  ekuitas&quot; kata Nascimento dari Norbury Partners.
Ketegangan geopolitik telah menambah ketidakpastian pasar, dengan AS  dan sekutunya mengancam Rusia dengan sanksi ekonomi baru jika menyerang  Ukraina.
Boeing Co melonjak 5,1%, setelah pembuat pesawat AS itu mendapatkan  pesanan peluncuran dari Qatar Airways untuk versi kargo baru dari jet  penumpang 777X dan pesanan sementara untuk jet 737 MAX.
Saham Citrix Systems Inc anjlok 3,4% setelah perusahaan perangkat  lunak itu mengatakan telah setuju untuk diambil alih senilai 16,5 miliar  dolar AS termasuk utang oleh afiliasi Elliott Management dan Vista  Equity Partners.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,67 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 12,37 miliar untuk sesi penuh selama 20  hari perdagangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
