<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Melemah, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Fed Rate</title><description>Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate"/><item><title>Indeks Dolar AS Melemah, Dipicu Ekspektasi Kenaikan Fed Rate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate</guid><pubDate>Selasa 01 Februari 2022 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate-EiKOmWeji5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/01/320/2540826/indeks-dolar-as-melemah-dipicu-ekspektasi-kenaikan-fed-rate-EiKOmWeji5.jpg</image><title>Dolar AS melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar membukukan penurunan harian terbesar sejak November lalu karena investor mengkonsolidasikan keuntungan setelah mencapai tertinggi 1,5 tahun pada Jumat (28/1/2022) di tengah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve.
Dengan The Fed secara jelas mengisyaratkan minggu lalu bahwa mereka bermaksud untuk menaikkan suku bunga sedini mungkin pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret, bank-bank Wall Street sekarang memperkirakan sekitar lima sampai tujuh kenaikan suku bunga tahun ini.
BACA JUGA: Tertekan Dolar AS, Emas Anjlok Jadi USD1.786/Ounce

Dana Fed berjangka pada Senin malam (31/1/2022) telah memperkirakan hanya di bawah lima kenaikan untuk tahun 2022, atau sekitar 121 basis poin pengetatan. Mereka juga menunjukkan peluang 17% untuk kenaikan 50 basis poin pada Maret, turun dari setinggi 32% pada Jumat (28/1/2022).
Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, seorang non-pemilih di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan kepada Financial Times dalam sebuah wawancara selama akhir pekan bahwa Fed dapat mengukur kenaikan suku bunga menjadi setengah poin%tase jika inflasi tetap tinggi.
BACA JUGA: Harga Emas Berjangka Turun Tajam, Tertekan Penguatan Dolar

Indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,7% hari ini,%tase penurunan harian paling tajam dalam dua bulan. Tetapi, selama Januari, greenback naik hampir 1,0%.
&quot;Dominasi dolar sebagian besar telah diperkirakan karena Fed sekarang tampaknya siap untuk memberikan kenaikan suku bunga 5-7 kali tahun ini,&quot; tulis Edward Moya, analis pasar senior, di OANDA, dalam sebuah catatan penelitian.
Dolar bisa mulai memperkirakan &quot;beberapa kinerja yang kurang baik terhadap ekonomi maju yang tumbuh lebih agresif dalam pengetatan,&quot; tambahnya.Investor juga menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) AS yang  akan dirilis Jumat (4/2/2022) untuk indikasi seberapa agresif Fed dapat  berada di jalur pengetatannya. Data penggajian AS diperkirakan  menunjukkan kenaikan 153.000 pekerjaan untuk Januari, turun dari 199.000  pada Desember, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9%,  menurut jajak pendapat Reuters.
&quot;Uang tampaknya telah mencapai puncaknya untuk saat ini karena  laporan pekerjaan Jumat (4/2/2022) diperkirakan menunjukkan satu bulan  lagi perekrutan yang hangat,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di  Western Union Business Solutions di Washington.
Laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat juga dilihat sebagai  meredam ekspektasi pertumbuhan di masa depan, sebuah skenario yang  dimainkan di pasar obligasi di mana spread antara imbal hasil obligasi  pemerintah AS 2-tahun dan 10-tahun turun di bawah 59 basis poin untuk  pertama kalinya sejak awal November, sebuah fenomena dikenal sebagai  &quot;bear-flattening.&quot;
Dalam mata uang lainnya, dolar Australia memimpin kenaikan, menguat  1,0% menjadi 0,7068 dolar AS sebelum pertemuan kebijakan bank sentral  Australia (RBA) padai Selasa.
Terhadap yen, dolar melemah 0,2% menjadi 115,045 yen. Bank sentral  Inggris (BOE) juga mengadakan pertemuan kebijakan pada Kamis (3/2/2022),  dengan jajak pendapat Reuters memprediksi kenaikan suku bunga kedua  dalam waktu kurang dari dua bulan setelah inflasi Inggris melonjak ke  level tertinggi dalam hampir 30 tahun.
Sterling terakhir naik 0,4% pada 1,354 dolar AS. Bank Sentral Eropa  juga bertemu pada Kamis (3/2/2022). Meskipun tidak ada perubahan  kebijakan yang diharapkan, analis mengatakan kenaikan suku bunga The Fed  akan mempersempit peluang ECB untuk bertindak.
Euro terakhir diperdagangkan naik 0,8% pada 1,1240 dolar AS,%tase kenaikan harian terbaik dalam dua bulan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar membukukan penurunan harian terbesar sejak November lalu karena investor mengkonsolidasikan keuntungan setelah mencapai tertinggi 1,5 tahun pada Jumat (28/1/2022) di tengah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve.
Dengan The Fed secara jelas mengisyaratkan minggu lalu bahwa mereka bermaksud untuk menaikkan suku bunga sedini mungkin pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret, bank-bank Wall Street sekarang memperkirakan sekitar lima sampai tujuh kenaikan suku bunga tahun ini.
BACA JUGA: Tertekan Dolar AS, Emas Anjlok Jadi USD1.786/Ounce

Dana Fed berjangka pada Senin malam (31/1/2022) telah memperkirakan hanya di bawah lima kenaikan untuk tahun 2022, atau sekitar 121 basis poin pengetatan. Mereka juga menunjukkan peluang 17% untuk kenaikan 50 basis poin pada Maret, turun dari setinggi 32% pada Jumat (28/1/2022).
Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, seorang non-pemilih di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan kepada Financial Times dalam sebuah wawancara selama akhir pekan bahwa Fed dapat mengukur kenaikan suku bunga menjadi setengah poin%tase jika inflasi tetap tinggi.
BACA JUGA: Harga Emas Berjangka Turun Tajam, Tertekan Penguatan Dolar

Indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,7% hari ini,%tase penurunan harian paling tajam dalam dua bulan. Tetapi, selama Januari, greenback naik hampir 1,0%.
&quot;Dominasi dolar sebagian besar telah diperkirakan karena Fed sekarang tampaknya siap untuk memberikan kenaikan suku bunga 5-7 kali tahun ini,&quot; tulis Edward Moya, analis pasar senior, di OANDA, dalam sebuah catatan penelitian.
Dolar bisa mulai memperkirakan &quot;beberapa kinerja yang kurang baik terhadap ekonomi maju yang tumbuh lebih agresif dalam pengetatan,&quot; tambahnya.Investor juga menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) AS yang  akan dirilis Jumat (4/2/2022) untuk indikasi seberapa agresif Fed dapat  berada di jalur pengetatannya. Data penggajian AS diperkirakan  menunjukkan kenaikan 153.000 pekerjaan untuk Januari, turun dari 199.000  pada Desember, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9%,  menurut jajak pendapat Reuters.
&quot;Uang tampaknya telah mencapai puncaknya untuk saat ini karena  laporan pekerjaan Jumat (4/2/2022) diperkirakan menunjukkan satu bulan  lagi perekrutan yang hangat,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di  Western Union Business Solutions di Washington.
Laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat juga dilihat sebagai  meredam ekspektasi pertumbuhan di masa depan, sebuah skenario yang  dimainkan di pasar obligasi di mana spread antara imbal hasil obligasi  pemerintah AS 2-tahun dan 10-tahun turun di bawah 59 basis poin untuk  pertama kalinya sejak awal November, sebuah fenomena dikenal sebagai  &quot;bear-flattening.&quot;
Dalam mata uang lainnya, dolar Australia memimpin kenaikan, menguat  1,0% menjadi 0,7068 dolar AS sebelum pertemuan kebijakan bank sentral  Australia (RBA) padai Selasa.
Terhadap yen, dolar melemah 0,2% menjadi 115,045 yen. Bank sentral  Inggris (BOE) juga mengadakan pertemuan kebijakan pada Kamis (3/2/2022),  dengan jajak pendapat Reuters memprediksi kenaikan suku bunga kedua  dalam waktu kurang dari dua bulan setelah inflasi Inggris melonjak ke  level tertinggi dalam hampir 30 tahun.
Sterling terakhir naik 0,4% pada 1,354 dolar AS. Bank Sentral Eropa  juga bertemu pada Kamis (3/2/2022). Meskipun tidak ada perubahan  kebijakan yang diharapkan, analis mengatakan kenaikan suku bunga The Fed  akan mempersempit peluang ECB untuk bertindak.
Euro terakhir diperdagangkan naik 0,8% pada 1,1240 dolar AS,%tase kenaikan harian terbaik dalam dua bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
