<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki: Bangun Jalan Tol, Hindari Menebang Pohon</title><description>Basuki Hadimuljono meminta pembangunan jalan tol tidak merusak lingkungan. Apalagi sampai menebang pohon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon"/><item><title>Menteri Basuki: Bangun Jalan Tol, Hindari Menebang Pohon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon</guid><pubDate>Selasa 01 Februari 2022 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon-ifrmByHXVx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan jalan tol jangan sampai merusak lingkungan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/01/320/2540921/menteri-basuki-bangun-jalan-tol-hindari-menebang-pohon-ifrmByHXVx.jpg</image><title>Pembangunan jalan tol jangan sampai merusak lingkungan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta pembangunan jalan tol tidak merusak lingkungan. Apalagi sampai menebang pohon.
&quot;Pembangunan jalan tol jangan sampai merusak bukit-bukit yang dilewatinya. Hindari menebang pohon jika tidak perlu ditebang. Ini adalah perintah Presiden Jokowi, agar pembangunan tidak merusak lingkungan,&quot; kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Senin (31/1/2022).
Baca Juga: Terpanjang di RI, Konsorsium BUMN-Swasta Garap Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Rp56 Triliun
Meski demikian Menteri Basuki juga menekankan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan kualitas infrastruktur yang dibangun menjadi turun. Menurutnya pembangunan infrastruktur baik juga bisa dihasilkan dengan tidak mengorbankan alam.
Baca Juga: Konstruksi Rampung, Tol Pamulang-Cinere Mulai Uji Laik Fungsi Kuartal I-2022
Menteri Basuki menambahkan aspek pemeliharaan jalan tol menjadi sangat penting, seperti penghijauan dan pengecatan ulang. Sehingga jalan tol tidak terlihat kotor dan kumuh.
&quot;Kita punya sekitar 2.400 km jalan tol yang sudah beroperasi. Saya usulkan kepada ATI (Asosisasi Jalan Tol Indonesia) agar pemeliharaannya dilakukan dengan lebih baik sehingga jalan tol tidak terlihat gersang dan kumuh. Dicat ulang semua bagian badan jalan, seperti yang sedang dilakukan di Bali dalam menyambut G20,&quot; sambung Menteri Basuki.Seperti saat ini Kementerian PUPR yang akan mulai membangun jalan tol  Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (Getaci) pada tahun ini yang memiliki  panjang 206,65KM melintas di selatan pulau Jawa.
&quot;Ruas tol Gedebage ini struktur geologinya cukup rumit dengan banyak  batuan gunung yang rawan longsor perlu penanganan khusu dalam  pembangunan konstruksinya,&quot; lanjutnya.
Sebagai informasi Jalan Tol Gedebage &amp;ndash; Tasikmalaya &amp;ndash; Cilacap melintas  di dua provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan  Provinsi Jawa Tengah sepanjang 35,25 Km dengan total panjang 206,65 km
Nantinya pembangunannya terdiri dari 2 tahap dengan nilai investasi  sebesar Rp56,2 triliun yaitu tahap pertama Seksi 1 dan Seksi 2, dari  Junction Gedebage-Simpang Susun (SS) Tasikmalaya (94,22 km) dan  konstruksinya dilakukan pada tahun 2022 sampai selesai 2024. Tahap 2  selanjutnya Seksi 3 dan Seksi 4, dari SS Tasikmalaya-SS Cilacap (112,43  km) pada tahun 2027 diperkirakan selesai tahun 2029.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta pembangunan jalan tol tidak merusak lingkungan. Apalagi sampai menebang pohon.
&quot;Pembangunan jalan tol jangan sampai merusak bukit-bukit yang dilewatinya. Hindari menebang pohon jika tidak perlu ditebang. Ini adalah perintah Presiden Jokowi, agar pembangunan tidak merusak lingkungan,&quot; kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Senin (31/1/2022).
Baca Juga: Terpanjang di RI, Konsorsium BUMN-Swasta Garap Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Rp56 Triliun
Meski demikian Menteri Basuki juga menekankan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan kualitas infrastruktur yang dibangun menjadi turun. Menurutnya pembangunan infrastruktur baik juga bisa dihasilkan dengan tidak mengorbankan alam.
Baca Juga: Konstruksi Rampung, Tol Pamulang-Cinere Mulai Uji Laik Fungsi Kuartal I-2022
Menteri Basuki menambahkan aspek pemeliharaan jalan tol menjadi sangat penting, seperti penghijauan dan pengecatan ulang. Sehingga jalan tol tidak terlihat kotor dan kumuh.
&quot;Kita punya sekitar 2.400 km jalan tol yang sudah beroperasi. Saya usulkan kepada ATI (Asosisasi Jalan Tol Indonesia) agar pemeliharaannya dilakukan dengan lebih baik sehingga jalan tol tidak terlihat gersang dan kumuh. Dicat ulang semua bagian badan jalan, seperti yang sedang dilakukan di Bali dalam menyambut G20,&quot; sambung Menteri Basuki.Seperti saat ini Kementerian PUPR yang akan mulai membangun jalan tol  Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (Getaci) pada tahun ini yang memiliki  panjang 206,65KM melintas di selatan pulau Jawa.
&quot;Ruas tol Gedebage ini struktur geologinya cukup rumit dengan banyak  batuan gunung yang rawan longsor perlu penanganan khusu dalam  pembangunan konstruksinya,&quot; lanjutnya.
Sebagai informasi Jalan Tol Gedebage &amp;ndash; Tasikmalaya &amp;ndash; Cilacap melintas  di dua provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan  Provinsi Jawa Tengah sepanjang 35,25 Km dengan total panjang 206,65 km
Nantinya pembangunannya terdiri dari 2 tahap dengan nilai investasi  sebesar Rp56,2 triliun yaitu tahap pertama Seksi 1 dan Seksi 2, dari  Junction Gedebage-Simpang Susun (SS) Tasikmalaya (94,22 km) dan  konstruksinya dilakukan pada tahun 2022 sampai selesai 2024. Tahap 2  selanjutnya Seksi 3 dan Seksi 4, dari SS Tasikmalaya-SS Cilacap (112,43  km) pada tahun 2027 diperkirakan selesai tahun 2029.</content:encoded></item></channel></rss>
