<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga BI Tetap Selama Inflasi Tak Naik   </title><description>Bank Indonesia akan menjaga suku bunga acuan pada level rendah sampai ada sinyal kenaikan inflasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik"/><item><title>Suku Bunga BI Tetap Selama Inflasi Tak Naik   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik-rR88ob43EW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/278/2541249/suku-bunga-bi-tetap-selama-inflasi-tak-naik-rR88ob43EW.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia akan menjaga suku bunga acuan pada level rendah sampai ada sinyal kenaikan inflasi. Saat ini, suku bunga acuan tetap berada di level 3,5%.
&quot;BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR) tetap dipertahankan rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Disentil Gubernur BI, Bunga Kredit Perbankan Turun?
Dia menyebutkan, inflasi saat ini masih rendah, yaitu di bawah 2% atau di luar rentang asumsi inflasi yang diperkirakan oleh BI maupun pemerintah.
&quot;Rendahnya inflasi juga menjadi indikator masih belum ada peningkatan permintaan oleh masyarakat,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tahan Suku Bunga 3,5% di Awal 2022
Untuk tahun ini, sambung Perry, BI mengarahkan kebijakan pada stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Stabilitas dibutuhkan untuk menjaga nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamental. Terutama yang dipengaruhi oleh aksi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang mulai menaikkan suku bunga acuan,&quot; jelasnya.Sementara itu, dalam hal kebijakan makro prudential, sistem pembayaran, maupun pendalaman pasar keuangan, tetap diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi.
&quot;Bauran kebijakan BI diarahkan jaga stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia akan menjaga suku bunga acuan pada level rendah sampai ada sinyal kenaikan inflasi. Saat ini, suku bunga acuan tetap berada di level 3,5%.
&quot;BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR) tetap dipertahankan rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Disentil Gubernur BI, Bunga Kredit Perbankan Turun?
Dia menyebutkan, inflasi saat ini masih rendah, yaitu di bawah 2% atau di luar rentang asumsi inflasi yang diperkirakan oleh BI maupun pemerintah.
&quot;Rendahnya inflasi juga menjadi indikator masih belum ada peningkatan permintaan oleh masyarakat,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tahan Suku Bunga 3,5% di Awal 2022
Untuk tahun ini, sambung Perry, BI mengarahkan kebijakan pada stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Stabilitas dibutuhkan untuk menjaga nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamental. Terutama yang dipengaruhi oleh aksi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang mulai menaikkan suku bunga acuan,&quot; jelasnya.Sementara itu, dalam hal kebijakan makro prudential, sistem pembayaran, maupun pendalaman pasar keuangan, tetap diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi.
&quot;Bauran kebijakan BI diarahkan jaga stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
