<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh Tinggi meski Ada Omicron</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pede ekonomi kuartal I 2022 tumbuh lebih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron"/><item><title>Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh Tinggi meski Ada Omicron</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron-rxFj0lqk9I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani pede ekonomi tumbuh tinggi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/320/2541351/sri-mulyani-pede-ekonomi-ri-tumbuh-tinggi-meski-ada-omicron-rxFj0lqk9I.jpg</image><title>Sri Mulyani pede ekonomi tumbuh tinggi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pede ekonomi kuartal I 2022 tumbuh lebih tinggi. Dia tetap optimistis meski ada COVID-19 varian Omicron, karena karakternya yang berbeda dari varian Delta, sudah masifnya vaksinasi, dan masih berlangsungnya ekonomi.
&quot;Dari berbagai pertimbangan ini kami cukup optimis bahwa triwulan I-2022 mungkin tidak seperti tahun lalu yang sangat mengalami dampak sangat berat akibat kenaikan lonjakan kasus,&quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: Jurus Sri Mulyani Perkuat Ekonomi Indonesia
 
Dengan demikian dalam sisa waktu dua bulan pada triwulan I-2022 yang terdapat kemungkinan puncak kasus Omicron, pemerintah diharapkan tetap bisa menangani varian tersebut secara baik, masyarakat bisa turut serta untuk mencegah peningkatan kasus, dan kegiatan ekonomi tetap terjaga meski akan mengalami sedikit pelemahan.
Bendahara Negara tersebut mengatakan meski terdapat kenaikan kasus Omicron, strategi penanganannya kini berbeda dengan varian Delta, terutama jika dikaitkan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang masih tetap bisa berjalan.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Fakta Pemulihan Ekonomi Indonesia 
Selain itu pada saat kasus varian Omicron, akselerasi vaksinasi juga sudah makin ditingkatkan, yang bahkan sudah mulai mencakup anak-anak dan vaksinasi booster, sehingga diharapkan daya tahan masyarakat akan lebih baik terhadap COVID-19 Omicron, meskipun tetap harus melakukan protokol kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xNC8xLzE0MzkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kendati begitu, ia menegaskan Indonesia akan tetap belajar melihat  semua bukti mengenai dampak Omicron, baik di Indonesia maupun negara  lain yang sudah mengalami gelombang Omicron terlebih dahulu, yaitu pada  triwulan IV-2021.
&quot;Kalau protokol kesehatan tetap terjaga maka dampaknya dari sisi  aktivitas perekonomian diharapkan akan bisa terjaga dan tidak terlalu  dalam seperti yang terjadi di triwulan I tahun 2021,&quot; ungkapnya.
Ia menuturkan pada tahun 2021, pemerintah membuat keputusan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesudah terjadinya lonjakan  kasus akibat libur Natal dan Tahun Baru 2020 yang menyebabkan  perekonomian terkontraksi 0,7 persen.
Situasi tersebut tentunya berbeda dari saat ini yang kondisinya jauh  lebih baik, meski sempat terdapat sedikit pembatasan pada libur Natal  dan Tahun Baru 2021 untuk menghindari varian Omicron masuk ke Indonesia.
&quot;Kami berharap triwulan I pemulihannya akan tetap menguat dan jauh  lebih kuat sehingga kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi di  atas lima persen untuk tahun 2022 ini, seperti yang ada di dalam  Undang-Undang APBN,&quot; tambah Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pede ekonomi kuartal I 2022 tumbuh lebih tinggi. Dia tetap optimistis meski ada COVID-19 varian Omicron, karena karakternya yang berbeda dari varian Delta, sudah masifnya vaksinasi, dan masih berlangsungnya ekonomi.
&quot;Dari berbagai pertimbangan ini kami cukup optimis bahwa triwulan I-2022 mungkin tidak seperti tahun lalu yang sangat mengalami dampak sangat berat akibat kenaikan lonjakan kasus,&quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: Jurus Sri Mulyani Perkuat Ekonomi Indonesia
 
Dengan demikian dalam sisa waktu dua bulan pada triwulan I-2022 yang terdapat kemungkinan puncak kasus Omicron, pemerintah diharapkan tetap bisa menangani varian tersebut secara baik, masyarakat bisa turut serta untuk mencegah peningkatan kasus, dan kegiatan ekonomi tetap terjaga meski akan mengalami sedikit pelemahan.
Bendahara Negara tersebut mengatakan meski terdapat kenaikan kasus Omicron, strategi penanganannya kini berbeda dengan varian Delta, terutama jika dikaitkan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang masih tetap bisa berjalan.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Fakta Pemulihan Ekonomi Indonesia 
Selain itu pada saat kasus varian Omicron, akselerasi vaksinasi juga sudah makin ditingkatkan, yang bahkan sudah mulai mencakup anak-anak dan vaksinasi booster, sehingga diharapkan daya tahan masyarakat akan lebih baik terhadap COVID-19 Omicron, meskipun tetap harus melakukan protokol kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xNC8xLzE0MzkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kendati begitu, ia menegaskan Indonesia akan tetap belajar melihat  semua bukti mengenai dampak Omicron, baik di Indonesia maupun negara  lain yang sudah mengalami gelombang Omicron terlebih dahulu, yaitu pada  triwulan IV-2021.
&quot;Kalau protokol kesehatan tetap terjaga maka dampaknya dari sisi  aktivitas perekonomian diharapkan akan bisa terjaga dan tidak terlalu  dalam seperti yang terjadi di triwulan I tahun 2021,&quot; ungkapnya.
Ia menuturkan pada tahun 2021, pemerintah membuat keputusan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesudah terjadinya lonjakan  kasus akibat libur Natal dan Tahun Baru 2020 yang menyebabkan  perekonomian terkontraksi 0,7 persen.
Situasi tersebut tentunya berbeda dari saat ini yang kondisinya jauh  lebih baik, meski sempat terdapat sedikit pembatasan pada libur Natal  dan Tahun Baru 2021 untuk menghindari varian Omicron masuk ke Indonesia.
&quot;Kami berharap triwulan I pemulihannya akan tetap menguat dan jauh  lebih kuat sehingga kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi di  atas lima persen untuk tahun 2022 ini, seperti yang ada di dalam  Undang-Undang APBN,&quot; tambah Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
