<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Kredit Dana Pemerintah di Bank Tembus Rp458,2 Triliun</title><description>Penyaluran kredit perbankan yang menggunakan penempatan dana pemerintah telah mencapai Rp458,22 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun"/><item><title>Penyaluran Kredit Dana Pemerintah di Bank Tembus Rp458,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun-OvCbqc96zM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran kredit perbankan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/320/2541520/penyaluran-kredit-dana-pemerintah-di-bank-tembus-rp458-2-triliun-OvCbqc96zM.jpg</image><title>Penyaluran kredit perbankan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan yang menggunakan penempatan dana pemerintah telah mencapai Rp458,22 triliun. Kredit disalurkan kepada 5,49 juta debitur per 17 Desember 2021.
&amp;ldquo;Pemerintah melakukan penempatan dana di perbankan yang memberikan multiplier effect terhadap penyaluran kredit,&amp;rdquo; katanya, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: Wamenkeu Ajak Pengusaha Muda Berutang, Ini Alasannya
 
Sri Mulyani menjelaskan dukungan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terhadap sektor perbankan menjadi bagian dari paket kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankan.
Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS sesuai kewenangan masing-masing mengimplementasikan kebijakan untuk memberikan keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit/pembiayaan.
Baca Juga: Erick Thohir Kesal UMKM Hanya Jadi Objek Politik
KSSK juga mendukung likuiditas industri perbankan, menjaga kinerja perbankan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Salah satu dukungan KSSK kepada perbankan adalah dengan menempatkan dana pemerintah di bank dalam rangka mendukung kinerja perbankan sekaligus mendorong intermediasi.
&amp;ldquo;Semakin normal tingkat intermediasi sektor keuangan terutama  perbankan maka pemulihan ekonomi juga akan semakin terakselerasi,&amp;rdquo;  tegasnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengimplementasikan program  penempatan dana di perbankan sejak 2020 sebagai bagian dari memulihkan  ekonomi nasional.
Program ini bertujuan agar dana tersebut dapat mendorong perbankan menyalurkan kredit terutama kepada sektor riil.
Dalam anggaran program PEN 2021 sebesar Rp744,77 triliun, penempatan  dana di perbankan masuk ke dalam pos dukungan UMKM dan korporasi dengan  alokasi sebesar Rp171,77 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan yang menggunakan penempatan dana pemerintah telah mencapai Rp458,22 triliun. Kredit disalurkan kepada 5,49 juta debitur per 17 Desember 2021.
&amp;ldquo;Pemerintah melakukan penempatan dana di perbankan yang memberikan multiplier effect terhadap penyaluran kredit,&amp;rdquo; katanya, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga: Wamenkeu Ajak Pengusaha Muda Berutang, Ini Alasannya
 
Sri Mulyani menjelaskan dukungan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terhadap sektor perbankan menjadi bagian dari paket kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankan.
Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS sesuai kewenangan masing-masing mengimplementasikan kebijakan untuk memberikan keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit/pembiayaan.
Baca Juga: Erick Thohir Kesal UMKM Hanya Jadi Objek Politik
KSSK juga mendukung likuiditas industri perbankan, menjaga kinerja perbankan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Salah satu dukungan KSSK kepada perbankan adalah dengan menempatkan dana pemerintah di bank dalam rangka mendukung kinerja perbankan sekaligus mendorong intermediasi.
&amp;ldquo;Semakin normal tingkat intermediasi sektor keuangan terutama  perbankan maka pemulihan ekonomi juga akan semakin terakselerasi,&amp;rdquo;  tegasnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengimplementasikan program  penempatan dana di perbankan sejak 2020 sebagai bagian dari memulihkan  ekonomi nasional.
Program ini bertujuan agar dana tersebut dapat mendorong perbankan menyalurkan kredit terutama kepada sektor riil.
Dalam anggaran program PEN 2021 sebesar Rp744,77 triliun, penempatan  dana di perbankan masuk ke dalam pos dukungan UMKM dan korporasi dengan  alokasi sebesar Rp171,77 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
