<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Membandingkan Laba Bersih 4 Bank Besar di RI, Siapa Juaranya?</title><description>Empat bank besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya"/><item><title>Membandingkan Laba Bersih 4 Bank Besar di RI, Siapa Juaranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya</guid><pubDate>Kamis 03 Februari 2022 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya-MMCsRWSHeI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba 4 bank terbesar di Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/03/278/2542018/membandingkan-laba-bersih-4-bank-besar-di-ri-siapa-juaranya-MMCsRWSHeI.jpg</image><title>Laba 4 bank terbesar di Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Empat bank besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2021. Bank besar tersebut yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Secara keseluruhan, rapor keuangan keempatnya menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan bunga dan laba bersih yang moncer. Dari empat bank besar tersebut, siapa juaranya?
BACA JUGA:Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp28,03 Triliun pada 2021, Tumbuh 66% 
1. Mandiri
 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraup laba bersih sebesar Rp28,03 triliun atau tumbuh 66,83% dari tahun 2020 (year on year/YoY). Pertumbuhan bisnis tersebut diraih melalui implementasi strategi bisnis yang konsisten dengan mengoptimalkan transformasi digital.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, capaian kinerja yang signifikan tersebut selaras dengan pemulihan ekonomi secara nasional yang didukung oleh kebijakan Pemerintah lintas sektoral serta penanganan Covid-19 yang efektif menggairahkan roda perekonomian di dalam negeri.
&quot;Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,&quot; ujar Darmawan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021 di Jakarta, Kamis (27/1/2022).
Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tercatat hingga akhir 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 8,86% secara YoY menjadi Rp1.050,16 triliun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2% YoY.
BACA JUGA:Memberi Makna Indonesia, BRI Cetak Laba Rp32,22 Triliun
2. BRI
 
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meraup laba bersih sebesar Rp32,22 triliun atau tumbuh 75,53% secara yoy di tahun 2021. Direktur Utama BRI, Sunarso menyebut, penopang utama pertumbuhan laba BRI ada pada kinerja kredit dan juga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh secara positif baik penurunan biaya bunga yang signifikan.
&quot;Peraihan laba sebesar Rp32,22 ini membuktikan bahwa perseroan dapat terus meng create economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang sangat menantang saat ini,&quot; kata Sunarso dalam paparan publik kinerja BRI, Kamis (3/2/2022).
Adapun kredit BRI bertumbuh 7,16% secara tahunan ke angka Rp1.042,7 triliun. Kredit segmen mikro menjadi kontributor utama, yakni sebesar Rp483,89 triliun atau 12,98% yoy.
Disusul kemudian, kredit ke segmen kecil dan menengah sebesar Rp240,35 triliun, korporasi sebesar Rp168,2 triliun, dan konsumer sebesar Rp150,35 triliun.3. BCA
 
PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak  laba bersih sebesar Rp31,4 triliun sepanjang 2021. Laba tersebut tumbuh  15,8% secara tahunan dan total aset BCA naik 14,2% secara yoy mencapai  Rp1.228,3 triliun.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja  menuturkan, kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan  kredit BCA yang turut mendukung momentum pemulihan dengan menyalurkan  kredit ke berbagai sektor.
&quot;Untuk mendorong kredit konsumer, kami berinisiatif dengan menggelar  sejumlah event virtual seperti BCA Online Expoversary, KPR BCA ONLINE  EXPO, KKB BCA Virtual Mall, hingga &amp;ldquo;UMKM Fest&amp;rdquo; online,&amp;rdquo; ujar Jahja dalam  Paparan Laporan Kinerja Keuangan BCA Tahun 2021, Kamis (27/1/2022).
Dari sisi penyaluran kredit, total kredit BCA naik 8,2% YoY menjadi  Rp637,0 triliun di Desember 2021, lebih tinggi dari target pertumbuhan  6%.
4. BNI
 
PT Bank Negara Indonesia. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (BBNI)  berhasil mencatatkan laba bersih 2021 sebesar Rp10,89 triliun, tumbuh  232,2% atau tiga kali lipat dibanding tahun 2020.
&amp;ldquo;Kami menutup tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih tiga kali  lipat dari perolehan 2020 dan kami yakin itu sudah berada di atas  ekspektasi pasar. Kami pun sepenuhnya memahami bahwa ada ruang untuk  peningkatan lebih baik lagi depan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BNI (Persero)  Tbk Royke Tumilaar saat konferensi pers secara daring seperti dilansir  Antara, Rabu (26/1/2022).
Royke menyampaikan laba bersih tersebut mampu melampaui ekspektasi  pasar. Pencapaian laba bersih tersebut dihasilkan dari Pendapatan  Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh 14,8% (yoy) menjadi  Rp31,06 triliun.
Pencapaian tersebut, lanjutnya, lebih tinggi dari pendapatan  operasional sebelum pandemi. Selain itu upaya perbaikan kualitas kredit  melalui monitoring, penanganan dan kebijakan yang efektif membuat cost  of credit membaik menjadi 3,3%.
&amp;ldquo;BNI mempercayai bahwa masih terdapat ruang untuk terus tumbuh kedepannya,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut Royke menyampaikan peningkatan pendapatan operasional  bank dihasilkan dari pertumbuhan kredit 5,3% (yoy) menjadi Rp582,44  triliun, Net Interest Margin (NIM) di level 4,7%, serta pendapatan  berbasis komisi (FBI) yang pada akhir tahun 2021 tercatat tumbuh 12,8%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Empat bank besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2021. Bank besar tersebut yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Secara keseluruhan, rapor keuangan keempatnya menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan bunga dan laba bersih yang moncer. Dari empat bank besar tersebut, siapa juaranya?
BACA JUGA:Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp28,03 Triliun pada 2021, Tumbuh 66% 
1. Mandiri
 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraup laba bersih sebesar Rp28,03 triliun atau tumbuh 66,83% dari tahun 2020 (year on year/YoY). Pertumbuhan bisnis tersebut diraih melalui implementasi strategi bisnis yang konsisten dengan mengoptimalkan transformasi digital.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, capaian kinerja yang signifikan tersebut selaras dengan pemulihan ekonomi secara nasional yang didukung oleh kebijakan Pemerintah lintas sektoral serta penanganan Covid-19 yang efektif menggairahkan roda perekonomian di dalam negeri.
&quot;Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,&quot; ujar Darmawan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021 di Jakarta, Kamis (27/1/2022).
Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tercatat hingga akhir 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 8,86% secara YoY menjadi Rp1.050,16 triliun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2% YoY.
BACA JUGA:Memberi Makna Indonesia, BRI Cetak Laba Rp32,22 Triliun
2. BRI
 
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meraup laba bersih sebesar Rp32,22 triliun atau tumbuh 75,53% secara yoy di tahun 2021. Direktur Utama BRI, Sunarso menyebut, penopang utama pertumbuhan laba BRI ada pada kinerja kredit dan juga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh secara positif baik penurunan biaya bunga yang signifikan.
&quot;Peraihan laba sebesar Rp32,22 ini membuktikan bahwa perseroan dapat terus meng create economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang sangat menantang saat ini,&quot; kata Sunarso dalam paparan publik kinerja BRI, Kamis (3/2/2022).
Adapun kredit BRI bertumbuh 7,16% secara tahunan ke angka Rp1.042,7 triliun. Kredit segmen mikro menjadi kontributor utama, yakni sebesar Rp483,89 triliun atau 12,98% yoy.
Disusul kemudian, kredit ke segmen kecil dan menengah sebesar Rp240,35 triliun, korporasi sebesar Rp168,2 triliun, dan konsumer sebesar Rp150,35 triliun.3. BCA
 
PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak  laba bersih sebesar Rp31,4 triliun sepanjang 2021. Laba tersebut tumbuh  15,8% secara tahunan dan total aset BCA naik 14,2% secara yoy mencapai  Rp1.228,3 triliun.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja  menuturkan, kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan  kredit BCA yang turut mendukung momentum pemulihan dengan menyalurkan  kredit ke berbagai sektor.
&quot;Untuk mendorong kredit konsumer, kami berinisiatif dengan menggelar  sejumlah event virtual seperti BCA Online Expoversary, KPR BCA ONLINE  EXPO, KKB BCA Virtual Mall, hingga &amp;ldquo;UMKM Fest&amp;rdquo; online,&amp;rdquo; ujar Jahja dalam  Paparan Laporan Kinerja Keuangan BCA Tahun 2021, Kamis (27/1/2022).
Dari sisi penyaluran kredit, total kredit BCA naik 8,2% YoY menjadi  Rp637,0 triliun di Desember 2021, lebih tinggi dari target pertumbuhan  6%.
4. BNI
 
PT Bank Negara Indonesia. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (BBNI)  berhasil mencatatkan laba bersih 2021 sebesar Rp10,89 triliun, tumbuh  232,2% atau tiga kali lipat dibanding tahun 2020.
&amp;ldquo;Kami menutup tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih tiga kali  lipat dari perolehan 2020 dan kami yakin itu sudah berada di atas  ekspektasi pasar. Kami pun sepenuhnya memahami bahwa ada ruang untuk  peningkatan lebih baik lagi depan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BNI (Persero)  Tbk Royke Tumilaar saat konferensi pers secara daring seperti dilansir  Antara, Rabu (26/1/2022).
Royke menyampaikan laba bersih tersebut mampu melampaui ekspektasi  pasar. Pencapaian laba bersih tersebut dihasilkan dari Pendapatan  Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh 14,8% (yoy) menjadi  Rp31,06 triliun.
Pencapaian tersebut, lanjutnya, lebih tinggi dari pendapatan  operasional sebelum pandemi. Selain itu upaya perbaikan kualitas kredit  melalui monitoring, penanganan dan kebijakan yang efektif membuat cost  of credit membaik menjadi 3,3%.
&amp;ldquo;BNI mempercayai bahwa masih terdapat ruang untuk terus tumbuh kedepannya,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut Royke menyampaikan peningkatan pendapatan operasional  bank dihasilkan dari pertumbuhan kredit 5,3% (yoy) menjadi Rp582,44  triliun, Net Interest Margin (NIM) di level 4,7%, serta pendapatan  berbasis komisi (FBI) yang pada akhir tahun 2021 tercatat tumbuh 12,8%.</content:encoded></item></channel></rss>
