<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Bicara Dampak Omicron ke Ekonomi Indonesia</title><description>Bank Indonesia meyakini ekonomi global akan pulih secara seimbang. Walaupun kini varian omicron dan pandemi COVID-19 belum usai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia"/><item><title>Gubernur BI Bicara Dampak Omicron ke Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 04 Februari 2022 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia-6CRjwp0AJA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo yakin ekonomi global pulih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/04/320/2542383/gubernur-bi-bicara-dampak-omicron-ke-ekonomi-indonesia-6CRjwp0AJA.jpeg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo yakin ekonomi global pulih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia meyakini ekonomi global akan pulih secara seimbang. Walaupun kini varian omicron dan pandemi COVID-19 belum usai menyerang berbagai negara.
&quot;Semua memang sedang mengatasi Omicron, memang mengalami gangguan supply chain (rantai pasok), namun berbagai negara ini akan segera membaik,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jumat (4/2/2022).
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Meningkat! Pemerintah Disarankan Tarik Rem Darurat Perlahan, Bagaimana Nasib Ekonomi RI?

Meski diperkirakan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 4,4% dari 5,4% pada tahun lalu, Perry Warjiyo mengatakan untuk harga komoditas diperkirakan akan tetap tinggi.
&quot;Bagi pelaku ekspor ini peluang, yang harus diatasi masalah supply chain. Kinerja ekspor ini akan mendorong ekonomi secara nasional maupun daerah. Harga komoditas membaik, mari manfaat peluang itu,&quot; kata Gubernur BI itu.
Terkait hal tersebut, ia juga berharap kepada seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Dengan demikian, produktivitas akan membaik.
BACA JUGA:Ekonomi RI Bangkit, Menko Airlangga Jaga Iklim Usaha dan Waspadai Inflasi

&quot;Ekonomi global akan membaik secara merata, itu peluang bagi kita,&quot; ujar Perry Warjiyo.
Di sisi lain, menurut dia, ekonomi dalam negeri pada tahun ini akan membaik dan mengalami peningkatan dari 3,2-4% pada tahun lalu menjadi 4,7-5,5% pada tahun ini.
&quot;Dalam hal ini sumber ekonomi akan lebih merata. Tahun lalu konsumsi ekonomi belum naik, untuk tahun ini diperkirakan akan tumbuh 4,3-5,1%,&quot; kata Perry Warjiyo.Sementara itu dari sisi UMKM, kata dia, pemerintah termasuk BI juga terus meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
&quot;Saya selalu pakai produk UMKM, seperti batik, tenun. Dalam hal ini  BI melakukan pembinaan, kami membentuk klasterisasi, untuk petani ada  Gapoktan, untuk UMKM ada kelompok UMKM. Tujuannya adalah untuk  meningkatkan skala ekonomi, peningkatan kapasitas,&quot; kata Perry Warjiyo.
Dari sisi pemasaran, selain mendorong pelaku UMKM memanfaatkan  pemasaran digital, pihaknya juga aktif membawa produk batik ke berbagai  pameran di luar negeri.
&quot;UMKM Jateng kami bawa ke Osaka, ke Singapura. Setiap tahun kami  menggelar Karya Kreatif Indonesia. Di sisi lain, UMKM perlu merambah  kemampuan kewirausahaan, baik produksi, pemasaran, keuangan,&quot; kata  Gubernur BI Perry Warjiyo.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia meyakini ekonomi global akan pulih secara seimbang. Walaupun kini varian omicron dan pandemi COVID-19 belum usai menyerang berbagai negara.
&quot;Semua memang sedang mengatasi Omicron, memang mengalami gangguan supply chain (rantai pasok), namun berbagai negara ini akan segera membaik,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jumat (4/2/2022).
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Meningkat! Pemerintah Disarankan Tarik Rem Darurat Perlahan, Bagaimana Nasib Ekonomi RI?

Meski diperkirakan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 4,4% dari 5,4% pada tahun lalu, Perry Warjiyo mengatakan untuk harga komoditas diperkirakan akan tetap tinggi.
&quot;Bagi pelaku ekspor ini peluang, yang harus diatasi masalah supply chain. Kinerja ekspor ini akan mendorong ekonomi secara nasional maupun daerah. Harga komoditas membaik, mari manfaat peluang itu,&quot; kata Gubernur BI itu.
Terkait hal tersebut, ia juga berharap kepada seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Dengan demikian, produktivitas akan membaik.
BACA JUGA:Ekonomi RI Bangkit, Menko Airlangga Jaga Iklim Usaha dan Waspadai Inflasi

&quot;Ekonomi global akan membaik secara merata, itu peluang bagi kita,&quot; ujar Perry Warjiyo.
Di sisi lain, menurut dia, ekonomi dalam negeri pada tahun ini akan membaik dan mengalami peningkatan dari 3,2-4% pada tahun lalu menjadi 4,7-5,5% pada tahun ini.
&quot;Dalam hal ini sumber ekonomi akan lebih merata. Tahun lalu konsumsi ekonomi belum naik, untuk tahun ini diperkirakan akan tumbuh 4,3-5,1%,&quot; kata Perry Warjiyo.Sementara itu dari sisi UMKM, kata dia, pemerintah termasuk BI juga terus meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
&quot;Saya selalu pakai produk UMKM, seperti batik, tenun. Dalam hal ini  BI melakukan pembinaan, kami membentuk klasterisasi, untuk petani ada  Gapoktan, untuk UMKM ada kelompok UMKM. Tujuannya adalah untuk  meningkatkan skala ekonomi, peningkatan kapasitas,&quot; kata Perry Warjiyo.
Dari sisi pemasaran, selain mendorong pelaku UMKM memanfaatkan  pemasaran digital, pihaknya juga aktif membawa produk batik ke berbagai  pameran di luar negeri.
&quot;UMKM Jateng kami bawa ke Osaka, ke Singapura. Setiap tahun kami  menggelar Karya Kreatif Indonesia. Di sisi lain, UMKM perlu merambah  kemampuan kewirausahaan, baik produksi, pemasaran, keuangan,&quot; kata  Gubernur BI Perry Warjiyo.</content:encoded></item></channel></rss>
