<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presidensi G20 Bahas Isu Teknologi hingga Transisi Energi</title><description>Isu teknologi hingga transisi energi akan dibahas dalam Presidensi G20 Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi"/><item><title>Presidensi G20 Bahas Isu Teknologi hingga Transisi Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi</guid><pubDate>Sabtu 05 Februari 2022 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi-DbISICDMiR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi dan transisi energi dibahas dalam presidensi G20 Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/05/320/2542779/presidensi-g20-bahas-isu-teknologi-hingga-transisi-energi-DbISICDMiR.jpg</image><title>Teknologi dan transisi energi dibahas dalam presidensi G20 Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Isu teknologi hingga transisi energi akan dibahas dalam Presidensi G20 Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menitikberatkan akses, teknologi, dan pendanaan transisi energi menjadi bahasan utama dalam Energy Transitions Working Group (ETWG) Presidensi G20 Indonesia tahun ini, di samping 2 isu prioritas lainnya, yaitu sistem kesehatan dunia serta transformasi ekonomi dan digital.
Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, Presiden telah memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia akan fokus kepada tiga hal, yaitu global health, transformasi digital dan ekonomi, yang terakhir adalah transisi energ.
BACA JUGA:Dirut Pertamina Ungkap 3 Isu Penting Dorong Transisi Energi di KTT G20

&quot;Tentunya yang akan kami tangani adalah terkait energi. Kami bawa semua diskusi G20 untuk mendorong energi transisi di negara masing-masing,&quot; ujar Yudo dalam keterangannya, Sabtu (5/2/2022).
Yudo menjelaskan bahwa 3 hal yang akan dibahas bersama-sama dengan negara anggota G20 adalah terkait akses energi, peningkatan teknologi bersih, dan pendanaan untuk transisi energi. Untuk akses energi, titik berat diberikan kepada energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (leaving no one behind), terutama energi untuk elektrifikasi dan clean cooking.
BACA JUGA:Menko Luhut Bahas Kesehatan Laut di Presidensi G20

&quot;Yang kedua kita bicara teknologi. Bagaimana kita bisa membangkitkan lebih banyak lagi energi, dengan cara lebih efisien, atau dengan cara baru. Salah satu yang kita angkat adalah energy storage, kemudian sistem energi rendah karbon, pembangunan industri bersih, kemudian integrasi energi terbarukan, dan efisiensi energi,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy80LzE0MjU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Isu prioritas ketiga adalah pendanaan. Transisi energi tentu  membutuhkan proyek-proyek baru, maka dari itu dibutuhkan pula investasi  yang baru, maka pendanaan menjadi topik yang perlu dibahas pada  Presidensi G20 Indonesia.
&quot;Jadi tiga hal itu, yakni akses, teknologi, dan pendanaan. Ini  menjadi harapan kami, ketiga isu tersebut dapat dibicarakan, sehingga  kita mencapai global deal untuk mempercepat transisi energi,&quot; tegas  Yudo.
Pada kesempatan yang sama, peneliti ECADIN sekaligus Dosen Hubungan  Internasional Universitas Pertamina Novita Putri Rudiany menyampaikan  bahwa pengupayaan akses energi dan pengembangan teknologi pada akhirnya  akan membuka keran investasi dan sumber pendanaan yang melibatkan banyak  aktor penting seperti filantropi dan bisnis multinasional.
&quot;Setidaknya, ada 3 hal penting yang bisa kita lihat dalam  perkembangan diplomasi energi Indonesia di G20. Pertama, naiknya citra  positif bangsa. Kedua, terbukanya peluang investasi langsung di daerah  potensial. Ketiga, semua pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah  dapat memainkan perannya untuk mendukung transisi energi global. Inilah  mengapa G20 merupakan great leap untuk diplomasi energi Indonesia,&quot;  tutup Novita.</description><content:encoded>JAKARTA - Isu teknologi hingga transisi energi akan dibahas dalam Presidensi G20 Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menitikberatkan akses, teknologi, dan pendanaan transisi energi menjadi bahasan utama dalam Energy Transitions Working Group (ETWG) Presidensi G20 Indonesia tahun ini, di samping 2 isu prioritas lainnya, yaitu sistem kesehatan dunia serta transformasi ekonomi dan digital.
Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, Presiden telah memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia akan fokus kepada tiga hal, yaitu global health, transformasi digital dan ekonomi, yang terakhir adalah transisi energ.
BACA JUGA:Dirut Pertamina Ungkap 3 Isu Penting Dorong Transisi Energi di KTT G20

&quot;Tentunya yang akan kami tangani adalah terkait energi. Kami bawa semua diskusi G20 untuk mendorong energi transisi di negara masing-masing,&quot; ujar Yudo dalam keterangannya, Sabtu (5/2/2022).
Yudo menjelaskan bahwa 3 hal yang akan dibahas bersama-sama dengan negara anggota G20 adalah terkait akses energi, peningkatan teknologi bersih, dan pendanaan untuk transisi energi. Untuk akses energi, titik berat diberikan kepada energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (leaving no one behind), terutama energi untuk elektrifikasi dan clean cooking.
BACA JUGA:Menko Luhut Bahas Kesehatan Laut di Presidensi G20

&quot;Yang kedua kita bicara teknologi. Bagaimana kita bisa membangkitkan lebih banyak lagi energi, dengan cara lebih efisien, atau dengan cara baru. Salah satu yang kita angkat adalah energy storage, kemudian sistem energi rendah karbon, pembangunan industri bersih, kemudian integrasi energi terbarukan, dan efisiensi energi,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy80LzE0MjU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Isu prioritas ketiga adalah pendanaan. Transisi energi tentu  membutuhkan proyek-proyek baru, maka dari itu dibutuhkan pula investasi  yang baru, maka pendanaan menjadi topik yang perlu dibahas pada  Presidensi G20 Indonesia.
&quot;Jadi tiga hal itu, yakni akses, teknologi, dan pendanaan. Ini  menjadi harapan kami, ketiga isu tersebut dapat dibicarakan, sehingga  kita mencapai global deal untuk mempercepat transisi energi,&quot; tegas  Yudo.
Pada kesempatan yang sama, peneliti ECADIN sekaligus Dosen Hubungan  Internasional Universitas Pertamina Novita Putri Rudiany menyampaikan  bahwa pengupayaan akses energi dan pengembangan teknologi pada akhirnya  akan membuka keran investasi dan sumber pendanaan yang melibatkan banyak  aktor penting seperti filantropi dan bisnis multinasional.
&quot;Setidaknya, ada 3 hal penting yang bisa kita lihat dalam  perkembangan diplomasi energi Indonesia di G20. Pertama, naiknya citra  positif bangsa. Kedua, terbukanya peluang investasi langsung di daerah  potensial. Ketiga, semua pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah  dapat memainkan perannya untuk mendukung transisi energi global. Inilah  mengapa G20 merupakan great leap untuk diplomasi energi Indonesia,&quot;  tutup Novita.</content:encoded></item></channel></rss>
