<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Harga Minyak Goreng Masih Mahal dan Langka</title><description>Kelangkaan minyak goreng Rp14 ribu per liter mulai terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya, yakni di ritel modern.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/06/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/06/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka"/><item><title>5 Fakta Harga Minyak Goreng Masih Mahal dan Langka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/06/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/06/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka</guid><pubDate>Minggu 06 Februari 2022 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/05/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka-3oqq5WvXLQ.png" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak goreng belum stabil (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/05/320/2542882/5-fakta-harga-minyak-goreng-masih-mahal-dan-langka-3oqq5WvXLQ.png</image><title>Harga minyak goreng belum stabil (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kelangkaan minyak goreng Rp14 ribu per liter mulai terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya, yakni di ritel modern.
Minyak goreng Rp14 ribu per liter pun diketahui belum tersebar merata di seluruh pasar tradisional. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh pedagang.
Berikut fakta-fakta harga tinggi dan stok minyak goreng langka yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/2/2022).
BACA JUGA:Minyak Goreng Mahal dan Langka, Muncul Petisi Usut Dugaan Kartel

1. Pasokan dari Distributor Terhambat
 
Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara perihal langkanya harga minyak goreng Rp14.000 di ritel modern. Hal ini membuat para masyarakat terutama emak-emak kecewa karena sulit mendapatkan minyak goreng Rp14.000.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, habisnya stok minyak goreng Rp14.000 di ritel modern lantaran pasokan dari distributor terhambat.
Dia menambahkan, hal ini tidak akan terjadi jika pasokan terus berdatangan dari pihak produsen.
&quot;Ini masalahnya ada di pasokan. Produsennya belum siap memproduksi minyak goreng,&quot; katanya kepada MNC Portal Indonesia.
BACA JUGA:Beda Nasib Jualan Minyak Goreng di Ritel Modern Vs Pasar

2. Produksi Minyak Goreng Terus Digenjot
 
Hingga saat ini pihaknya terus mendorong produsen minyak goreng untuk terus menggenjot produksinya supaya masyarakat bisa memperoleh minyak goreng harga murah kembali.
&quot;Tapi ini kita sedang dorong terus supaya segera memasok baik ke ritel maupun pasar yang belum kedapatan distribusi minyak goreng murah,&quot; kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNS80LzE0NDcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Minyak Goreng Curah Lebih Laku
Selain tingginya harga karena belum mendapat subsidi dari pemerintah,  stok minyak goreng literan pun semakin menipis yang disebabkan tidak  adanya suplai dari distributor.
Sementara itu, justru membuat minyak goreng curah laku diperjual  belikan dengan harga Rp19.500- Rp20.000 per kilo gram. Demikian seperti  pantauan MNC PORTAL di Pasar Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Seorang pedagang penjual minyak curah, Alex (50) mengatakan bahwa  harga minyak goreng per liter masih tinggi dan minat pembeli cenderung  rendah. Pedagang minyak di Pasar Tradisional pun berharap Pemerintah  terus mendorong subsidi secara merata hingga dapat merasakan minyak  harga murah tersebut.
&amp;ldquo;Sekarang yang curah kiloan pun masih Rp19.500 per kilo yang literan  rata-rata Rp18.000 an ke atas, minat pembeli banyak yang komplain. Kalau  stok (curah) sih masih aman ya kalau literan susah,&quot; kata Alex saat  ditemui MNC Portal Indonesia.
4. Produsen Buka Suara
 
Wilmar yang merupakan salah saru produsen yang ditunjuk Pemerintah  sebagai pemasok minyak goreng sudah memproduksi sesuai dengan permintaan  yang diminta.
&quot;Tujuannya baik, untuk rakyat. Berapa yang Pemerintah minta segitu  kita buat. Bahkan kita tingkatkan. Wilmar memproduksi minyak goreng di  atas permintaan dari pemerintah untuk menjamin stok tetap ada,&quot; ujar  Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor kepada  media, Jakarta.
&quot;Istilahnya kan penugasan. Misal pak Oke bilang, pak Tumanggor kita butuh di Surabaya, yah kita kirim,&quot; lanjutnya.
5. Pengiriman Terus Dilakukan ke Pihak Distributor
 
Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor  menjelaskan, pengiriman minyak goreng terus dilakukan ke pihak  distributor. Hanya saja, karena pembelian masyarakat di atas batas yang  ditetapkan, stok yang sudah tersedia menjadi kurang.
&quot;Kita ada stok selama ini ngirim-ngirim. Cuma saya bilang tadi yang  sebelumnya kebutuhan misal 2 juta ton, tapi karena sebagian besar yang  tadinya cuma beli sekilo jadi 3 kilo karena takut kurang minyak goreng  gitu, kebutuhannya meningkat,&quot; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kelangkaan minyak goreng Rp14 ribu per liter mulai terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya, yakni di ritel modern.
Minyak goreng Rp14 ribu per liter pun diketahui belum tersebar merata di seluruh pasar tradisional. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh pedagang.
Berikut fakta-fakta harga tinggi dan stok minyak goreng langka yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/2/2022).
BACA JUGA:Minyak Goreng Mahal dan Langka, Muncul Petisi Usut Dugaan Kartel

1. Pasokan dari Distributor Terhambat
 
Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara perihal langkanya harga minyak goreng Rp14.000 di ritel modern. Hal ini membuat para masyarakat terutama emak-emak kecewa karena sulit mendapatkan minyak goreng Rp14.000.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, habisnya stok minyak goreng Rp14.000 di ritel modern lantaran pasokan dari distributor terhambat.
Dia menambahkan, hal ini tidak akan terjadi jika pasokan terus berdatangan dari pihak produsen.
&quot;Ini masalahnya ada di pasokan. Produsennya belum siap memproduksi minyak goreng,&quot; katanya kepada MNC Portal Indonesia.
BACA JUGA:Beda Nasib Jualan Minyak Goreng di Ritel Modern Vs Pasar

2. Produksi Minyak Goreng Terus Digenjot
 
Hingga saat ini pihaknya terus mendorong produsen minyak goreng untuk terus menggenjot produksinya supaya masyarakat bisa memperoleh minyak goreng harga murah kembali.
&quot;Tapi ini kita sedang dorong terus supaya segera memasok baik ke ritel maupun pasar yang belum kedapatan distribusi minyak goreng murah,&quot; kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8wNS80LzE0NDcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Minyak Goreng Curah Lebih Laku
Selain tingginya harga karena belum mendapat subsidi dari pemerintah,  stok minyak goreng literan pun semakin menipis yang disebabkan tidak  adanya suplai dari distributor.
Sementara itu, justru membuat minyak goreng curah laku diperjual  belikan dengan harga Rp19.500- Rp20.000 per kilo gram. Demikian seperti  pantauan MNC PORTAL di Pasar Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Seorang pedagang penjual minyak curah, Alex (50) mengatakan bahwa  harga minyak goreng per liter masih tinggi dan minat pembeli cenderung  rendah. Pedagang minyak di Pasar Tradisional pun berharap Pemerintah  terus mendorong subsidi secara merata hingga dapat merasakan minyak  harga murah tersebut.
&amp;ldquo;Sekarang yang curah kiloan pun masih Rp19.500 per kilo yang literan  rata-rata Rp18.000 an ke atas, minat pembeli banyak yang komplain. Kalau  stok (curah) sih masih aman ya kalau literan susah,&quot; kata Alex saat  ditemui MNC Portal Indonesia.
4. Produsen Buka Suara
 
Wilmar yang merupakan salah saru produsen yang ditunjuk Pemerintah  sebagai pemasok minyak goreng sudah memproduksi sesuai dengan permintaan  yang diminta.
&quot;Tujuannya baik, untuk rakyat. Berapa yang Pemerintah minta segitu  kita buat. Bahkan kita tingkatkan. Wilmar memproduksi minyak goreng di  atas permintaan dari pemerintah untuk menjamin stok tetap ada,&quot; ujar  Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor kepada  media, Jakarta.
&quot;Istilahnya kan penugasan. Misal pak Oke bilang, pak Tumanggor kita butuh di Surabaya, yah kita kirim,&quot; lanjutnya.
5. Pengiriman Terus Dilakukan ke Pihak Distributor
 
Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor  menjelaskan, pengiriman minyak goreng terus dilakukan ke pihak  distributor. Hanya saja, karena pembelian masyarakat di atas batas yang  ditetapkan, stok yang sudah tersedia menjadi kurang.
&quot;Kita ada stok selama ini ngirim-ngirim. Cuma saya bilang tadi yang  sebelumnya kebutuhan misal 2 juta ton, tapi karena sebagian besar yang  tadinya cuma beli sekilo jadi 3 kilo karena takut kurang minyak goreng  gitu, kebutuhannya meningkat,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
