<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Ekonomi Digital Rp 1.736 Triliun, Erick Thohir: Pandemi Dorong Digitalisasi</title><description>Potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan tembus Rp 1.736 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi"/><item><title>Potensi Ekonomi Digital Rp 1.736 Triliun, Erick Thohir: Pandemi Dorong Digitalisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi-8IlDDh19cX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potensi ekonomi digital Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/320/2543442/potensi-ekonomi-digital-rp-1-736-triliun-erick-thohir-pandemi-dorong-digitalisasi-8IlDDh19cX.jpg</image><title>Potensi ekonomi digital Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan tembus Rp 1.736 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, ekonomi digital didominasi oleh sektor e-commerce pada 2025 mendatang.
Pada 2025 ekonomi digital Tanah Air diproyeksi berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10%. Pernyataan Erick didasarkan atas hasil riset Southeast Asia e-Conomy Report 2020.
BACA JUGA:Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil

Data tersebut juga didukung oleh sumber dari Startup Indonesia, di mana jumlah mobile connections mencapai 345,3 juta atau 125,6% dari total penduduk.
Sementara itu, ada 202,6 juta internet users atau 73,7% dari total penduduk Indonesia. Erick menjelaskan era disrupsi digital tak hanya sebagai tantangan, melainkan juga merupakan peluang besar bagi Indonesia.
BACA JUGA:Potensi Ekonomi Digital Rp1.700 Triliun, UMKM Dapat Berapa?

&quot;Pandemi Covid-19 mendorong perubahan perilaku konsumen dan masyarakat Indonesia untuk melakukan digitalisasi,&quot; kata Erick dalam gelaran Konvensi Nasional HPN 2022, Senin (7/2/2022).
Kehadiran teknologi, lanjut dia, mengubah banyak hal, termasuk struktur orang terkaya atau perusahaan terbesar di dunia.
Erick mencontohkan, tujuh dari sepuluh perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS) kini datang dari perusahaan teknologi berdasarkan market cap seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga Facebook. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun silam yang mana didominasi perusahaan yang bergerak di industri minyak dan energi.Disrupsi digital pun, kata dia, menjadi kesempatan bagi para generasi  muda untuk tampil sebagai pengusaha-pengusaha kaya baru di Indonesia.  Erick mengaku senang dengan antusias generasi muda Indonesia yang  bercita-cita menjadi pengusaha.
&quot;Kalau lihat data, jumlah wirausaha Indonesia hanya 3,5% dan jauh  dibandingkan negara-negara maju yang sebesar 10% sampai 14%,&quot; ungkapnya.
Generasi muda pun diminta menyiapkan diri dan mengasah kemampuan di  sektor digital. Mengingat Indonesia memerlukan 17,5 juta tenaga kerja  yang melek teknologi pada 2034.
Saat ini, pemerintah terus menggodok investasi digital, investasi  kepada generasi muda, dan investasi dalam teknologi manufaktur untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Diproyeksikan pada 2045  mendatang, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di  dunia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan tembus Rp 1.736 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, ekonomi digital didominasi oleh sektor e-commerce pada 2025 mendatang.
Pada 2025 ekonomi digital Tanah Air diproyeksi berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10%. Pernyataan Erick didasarkan atas hasil riset Southeast Asia e-Conomy Report 2020.
BACA JUGA:Wapres: Roda Ekonomi Digital Harus Jangkau Pelaku Usaha Besar hingga Kecil

Data tersebut juga didukung oleh sumber dari Startup Indonesia, di mana jumlah mobile connections mencapai 345,3 juta atau 125,6% dari total penduduk.
Sementara itu, ada 202,6 juta internet users atau 73,7% dari total penduduk Indonesia. Erick menjelaskan era disrupsi digital tak hanya sebagai tantangan, melainkan juga merupakan peluang besar bagi Indonesia.
BACA JUGA:Potensi Ekonomi Digital Rp1.700 Triliun, UMKM Dapat Berapa?

&quot;Pandemi Covid-19 mendorong perubahan perilaku konsumen dan masyarakat Indonesia untuk melakukan digitalisasi,&quot; kata Erick dalam gelaran Konvensi Nasional HPN 2022, Senin (7/2/2022).
Kehadiran teknologi, lanjut dia, mengubah banyak hal, termasuk struktur orang terkaya atau perusahaan terbesar di dunia.
Erick mencontohkan, tujuh dari sepuluh perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS) kini datang dari perusahaan teknologi berdasarkan market cap seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga Facebook. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun silam yang mana didominasi perusahaan yang bergerak di industri minyak dan energi.Disrupsi digital pun, kata dia, menjadi kesempatan bagi para generasi  muda untuk tampil sebagai pengusaha-pengusaha kaya baru di Indonesia.  Erick mengaku senang dengan antusias generasi muda Indonesia yang  bercita-cita menjadi pengusaha.
&quot;Kalau lihat data, jumlah wirausaha Indonesia hanya 3,5% dan jauh  dibandingkan negara-negara maju yang sebesar 10% sampai 14%,&quot; ungkapnya.
Generasi muda pun diminta menyiapkan diri dan mengasah kemampuan di  sektor digital. Mengingat Indonesia memerlukan 17,5 juta tenaga kerja  yang melek teknologi pada 2034.
Saat ini, pemerintah terus menggodok investasi digital, investasi  kepada generasi muda, dan investasi dalam teknologi manufaktur untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Diproyeksikan pada 2045  mendatang, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di  dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
