<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Properti Perkantoran Turun, Efek WFH?</title><description>Sektor properti perkantoran mengalami tren penurunan. Penurunan sektor  properti perkantoran terjadi sejak sebelum pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh"/><item><title>Sektor Properti Perkantoran Turun, Efek WFH?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh</guid><pubDate>Senin 07 Februari 2022 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh-0eKRdarAWd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor properti perkantoran alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/07/470/2543396/sektor-properti-perkantoran-turun-efek-wfh-0eKRdarAWd.jpg</image><title>Sektor properti perkantoran alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti perkantoran mengalami tren penurunan. Penurunan sektor properti perkantoran terjadi sejak sebelum pandemi covid-19 tepatnya 2019.
Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi mengatakan hal tersebut disebabkan oleh tingginya ketersediaan perkantoran saat ini, namun berkurang serapan sektor properti tersebut di pasar.
Di tambah lagi, telah terjadi pergeseran budaya kerja di luar kantor. Terlebih di saat pandemi covid 19 ini yang banyak menerapkan aturan-aturan tambahan seperti protokol kesehatan. Untuk itu menurutnya ke depannya akan ada banyak perubahan yang di lakukan untuk menyesuaikan pola perubahan yang terjadi.
BACA JUGA:13 Perkantoran Termahal di Jakarta, Paling Mahal Sentral Senayan

&quot;Makanya dilakukan berbagai upaya juga di tengah pandemi, karena kan habit orang saat pandemi itu kan berbeda, untuk itu kita lakukan penyesuaian, baru orang membeli space kantor sesuai dengan habitnya bekerja di saat pandemi,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.
Ikang Fawzi melihat terjadinya over suply terhadap sektor perkantoran ini akan membuat properti sektor perkantoran semakin kompetitif. Sehingga mau tidak-tidak mau juga harus bisa menyesuaikan kebutuhan perkantoran di pasar.
BACA JUGA:Ini Peluang Industri Properti 2022, dari Apartemen hingga Perkantoran

&quot;Kita saja pengembangan ini naik terus anggotanya, pandemi malah naik, justru itu akan menjadi sebuah tantangan menang kalau kita lakukan dengan cara lama mungkin tidak bersaing,&quot; sambungnya.
Ke depan sektor properti perkantoran akan melakukan banyak inovasi dari berbagai sisi, terutama dari sisi produk untuk mengikuti kebutuhan masyarakat terlebih pasca pandemi covid-19 yang akan banyak membuat perubahan pola hidup masyarakat perkantoran.&quot;Berbagai sisi lah kita akan melakukan inovasi, bagaimana caranya  space itu bisa masuk ke harga pasar dalam membeli, selain itu gaya hidup  di masa pandemi ada perubahan, jadi memang tantangan, sehingga kita  harus banyak melakukan inovasi dari berbagai sisi,&quot; sambungnya.
Meski demikian REI optimis sektor properti perkantoran cepat atau  lambat akan bangkit. Sebab menurutnya gedung perkantoran merupakan aset  yang tinggal menunggu momentum, ketika geliat aktivitas masyarakat  kembali normal.
&quot;Ke depan kita berharap ada regulasi lah yang dibantu dari pemerintah  untuk menghidupkan perekonomian khususnya perkantoran-perkantoran di  Gedung itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti perkantoran mengalami tren penurunan. Penurunan sektor properti perkantoran terjadi sejak sebelum pandemi covid-19 tepatnya 2019.
Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi mengatakan hal tersebut disebabkan oleh tingginya ketersediaan perkantoran saat ini, namun berkurang serapan sektor properti tersebut di pasar.
Di tambah lagi, telah terjadi pergeseran budaya kerja di luar kantor. Terlebih di saat pandemi covid 19 ini yang banyak menerapkan aturan-aturan tambahan seperti protokol kesehatan. Untuk itu menurutnya ke depannya akan ada banyak perubahan yang di lakukan untuk menyesuaikan pola perubahan yang terjadi.
BACA JUGA:13 Perkantoran Termahal di Jakarta, Paling Mahal Sentral Senayan

&quot;Makanya dilakukan berbagai upaya juga di tengah pandemi, karena kan habit orang saat pandemi itu kan berbeda, untuk itu kita lakukan penyesuaian, baru orang membeli space kantor sesuai dengan habitnya bekerja di saat pandemi,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.
Ikang Fawzi melihat terjadinya over suply terhadap sektor perkantoran ini akan membuat properti sektor perkantoran semakin kompetitif. Sehingga mau tidak-tidak mau juga harus bisa menyesuaikan kebutuhan perkantoran di pasar.
BACA JUGA:Ini Peluang Industri Properti 2022, dari Apartemen hingga Perkantoran

&quot;Kita saja pengembangan ini naik terus anggotanya, pandemi malah naik, justru itu akan menjadi sebuah tantangan menang kalau kita lakukan dengan cara lama mungkin tidak bersaing,&quot; sambungnya.
Ke depan sektor properti perkantoran akan melakukan banyak inovasi dari berbagai sisi, terutama dari sisi produk untuk mengikuti kebutuhan masyarakat terlebih pasca pandemi covid-19 yang akan banyak membuat perubahan pola hidup masyarakat perkantoran.&quot;Berbagai sisi lah kita akan melakukan inovasi, bagaimana caranya  space itu bisa masuk ke harga pasar dalam membeli, selain itu gaya hidup  di masa pandemi ada perubahan, jadi memang tantangan, sehingga kita  harus banyak melakukan inovasi dari berbagai sisi,&quot; sambungnya.
Meski demikian REI optimis sektor properti perkantoran cepat atau  lambat akan bangkit. Sebab menurutnya gedung perkantoran merupakan aset  yang tinggal menunggu momentum, ketika geliat aktivitas masyarakat  kembali normal.
&quot;Ke depan kita berharap ada regulasi lah yang dibantu dari pemerintah  untuk menghidupkan perekonomian khususnya perkantoran-perkantoran di  Gedung itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
