<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>55 Perusahaan Siap Melantai di BEI Tahun Ini, Ada Unicorn</title><description>Sebanyak 55 perusahaan bersiap untuk melakukan pencatatan perdana saham (IPO) tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn"/><item><title>55 Perusahaan Siap Melantai di BEI Tahun Ini, Ada Unicorn</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn-OhVINqdQ03.jpg" expression="full" type="image/jpeg">55 perusahaan ditargetkan IPO tahun ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/278/2543929/55-perusahaan-siap-melantai-di-bei-tahun-ini-ada-unicorn-OhVINqdQ03.jpg</image><title>55 perusahaan ditargetkan IPO tahun ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 55 perusahaan bersiap untuk melakukan pencatatan perdana saham (IPO) tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 55 emiten baru dan akan ada Unicorn yang melantai di pasar modal.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, angka target IPO saham baru di tahun 2022 tersebut ditetapkan dengan melihat pencapaian yang sangat baik dalam waktu beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:15 Startup Unicorn dan Centaur Minat IPO di BEI

&quot;Misalnya di 2019 tercatat sebanyak 55 perusahaan, kemudian tahun berikutnya 2020 ada 51 perusahaan, dan tahun lalu kita mencatatkan 54 perusahaan. Angka pencapaian dalam beberapa tahun ini adalah angka yang tertinggi jika dibandingkan antara bursa-bursa di ASEAN,&quot; ujar Hasan dalam Market Review IDX, Selasa (8/2/2022).
Untuk kondisi tahun ini, meski mencanangkan 55 perusahaan baru, BEI harus realistis karena di satu sisi masih terdapat tantangan bagi banyak korporasi untuk menangani dampak akibat dari pandemi Covid-19 dalam mencari sumber pendanaan.
BACA JUGA:BEI Soroti Lonjakan Hotel Sahid Jaya (SHID) 

&quot;Salah satunya kita tawarkan melalui pencatatan saham IPO di pasar modal kita, tapi di sisi lain kita cukup optimis karena kita lihat ada perkembangan kondisi new normal kita yang terlihat semakin kondusif,&quot; katanya.
BEI juga melihat bahwa pemulihan ekonomi nasional juga menjadi fokus pemerintah dan terus menunjukkan hasil yang sangat baik.&quot;Tentu ini semua kita harapkan menjadi driver yang nanti akan  mendorong minat korporasi untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek  Indonesia, guna memastikan selain keberlangsungan bisnisnya juga mereka  mendapat menggunakan dana yang digalang ini untuk melakukan lebih jauh  ekspansi bisnisnya dan mendorong pertumbuhan bisnisnya ke depan,&quot; jelas  Hasan.
Hasan menambahkan bahwa terdapat beberapa kemungkinan tantangan yang  harus diantisipasi dan kelola dengan baik. Misalnya ada potensi  perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 yang  harus terus berlangsung, serta potensi terus munculnya varian baru dari  Covid-19 yang mengganggu proses recovery.
&quot;Tantangan berikutnya kita melihat semakin tingginya minat investor  ritel domestik kita untuk mulai berinvestasi di tengah maraknya  penggunaan media sosial dan teknologi informasi,&quot; kata dia.
Tantangan lainnya ada serangan cyber, tuntutan dari investor yang ramah ESG, dan isu global dari kebijakan bank sentral.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 55 perusahaan bersiap untuk melakukan pencatatan perdana saham (IPO) tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 55 emiten baru dan akan ada Unicorn yang melantai di pasar modal.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, angka target IPO saham baru di tahun 2022 tersebut ditetapkan dengan melihat pencapaian yang sangat baik dalam waktu beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:15 Startup Unicorn dan Centaur Minat IPO di BEI

&quot;Misalnya di 2019 tercatat sebanyak 55 perusahaan, kemudian tahun berikutnya 2020 ada 51 perusahaan, dan tahun lalu kita mencatatkan 54 perusahaan. Angka pencapaian dalam beberapa tahun ini adalah angka yang tertinggi jika dibandingkan antara bursa-bursa di ASEAN,&quot; ujar Hasan dalam Market Review IDX, Selasa (8/2/2022).
Untuk kondisi tahun ini, meski mencanangkan 55 perusahaan baru, BEI harus realistis karena di satu sisi masih terdapat tantangan bagi banyak korporasi untuk menangani dampak akibat dari pandemi Covid-19 dalam mencari sumber pendanaan.
BACA JUGA:BEI Soroti Lonjakan Hotel Sahid Jaya (SHID) 

&quot;Salah satunya kita tawarkan melalui pencatatan saham IPO di pasar modal kita, tapi di sisi lain kita cukup optimis karena kita lihat ada perkembangan kondisi new normal kita yang terlihat semakin kondusif,&quot; katanya.
BEI juga melihat bahwa pemulihan ekonomi nasional juga menjadi fokus pemerintah dan terus menunjukkan hasil yang sangat baik.&quot;Tentu ini semua kita harapkan menjadi driver yang nanti akan  mendorong minat korporasi untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek  Indonesia, guna memastikan selain keberlangsungan bisnisnya juga mereka  mendapat menggunakan dana yang digalang ini untuk melakukan lebih jauh  ekspansi bisnisnya dan mendorong pertumbuhan bisnisnya ke depan,&quot; jelas  Hasan.
Hasan menambahkan bahwa terdapat beberapa kemungkinan tantangan yang  harus diantisipasi dan kelola dengan baik. Misalnya ada potensi  perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 yang  harus terus berlangsung, serta potensi terus munculnya varian baru dari  Covid-19 yang mengganggu proses recovery.
&quot;Tantangan berikutnya kita melihat semakin tingginya minat investor  ritel domestik kita untuk mulai berinvestasi di tengah maraknya  penggunaan media sosial dan teknologi informasi,&quot; kata dia.
Tantangan lainnya ada serangan cyber, tuntutan dari investor yang ramah ESG, dan isu global dari kebijakan bank sentral.</content:encoded></item></channel></rss>
