<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wira Global Solusi (WGSH) Gandeng Fintech Syariah Perkuat Akses Pendanaan</title><description>PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menggandeng ETHIS, salah satu fintech Pendanaan Peer to Peer Lending (P2P) berbasis syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan"/><item><title>Wira Global Solusi (WGSH) Gandeng Fintech Syariah Perkuat Akses Pendanaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan-cW1tcIdbQL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wira Global Solusi perkuat akses pendanaan (Foto: Shuttertsock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/278/2543944/wira-global-solusi-wgsh-gandeng-fintech-syariah-perkuat-akses-pendanaan-cW1tcIdbQL.jpeg</image><title>Wira Global Solusi perkuat akses pendanaan (Foto: Shuttertsock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menggandeng ETHIS, salah satu fintech Pendanaan Peer to Peer Lending (P2P) berbasis syariah. Kerjasama dilakukan untuk memperkuat akses pendanaan  kebutuhan jangka pendek dan permodalan untuk portfolio perusahaan WGSH.
&amp;ldquo;Perjanjian Kerjasama ini menjadi dasar kerjasama pendanaan bagi portfolio WGSH, baik pendanaan inventory, modal kerja proyek, maupun equity fundraising melalui Global platformnya,&amp;rdquo; ujar Edwin Pramana Direktur Utama WGSH, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Wira Global Solusi (WGSH) Kantongi Dana IPO Rp29 Miliar, 70% Rekrut Ratusan Programmer

Menurutnya, pendanaan metode syariah diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap project-project berbasis Purchase Order (PO). Di mana jika menggunakan proses lembaga keuangan konvensional cenderung memerlukan waktu lebih lama dan membutuhkan jaminan.
Dengan hadirnya ETHIS di dalam Ekosistem Finansial WGSH, perseroan dan/atau portfolio dan pipelinenya dapat mengakses fasilitas pendanaan baik syariah loan maupun equity investment dari Ethis group (baik Ethis Indonesia, Malaysia,Singapura, Dubai, maupun Oman).
BACA JUGA:Saham Wira Global Solusi (WGSH) Tancap Gas Usai IPO

&amp;ldquo;Sebagai Venture Builder, kami membawa bukan hanya kelengkapan Ekosistem Teknologi namun juga Ekosistem Finansial. Kami yakin dengan kerjasama ini akan dapat mempercepat pertumbuhan perseroan dimasa yang akan datang,&amp;rdquo; ujar Edwin.ETHIS sendiri di Indonesia telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangaan  (OJK) sejak tahun 2019 dan berlisensi P2P Lending dari OJK sejak 2021.  Saat ini total transaksi berjalan ETHIS Grup sudah menembus angka Rp300  miliar, dengan total member mencapai 31.000 investor dan terus bertambah  yang berasal dari 59 negara.
&amp;ldquo;Kami berharap dengan adanya kerjasama ini ke depan kami juga bisa  menyeleksi perusahaan-perusahaan yang mana projectnya tengah / telah  selesai didanai oleh ETHIS untuk juga dapat bergabung kedalam ekosistem  WGSH atau masuk ke dalam portfolio, terlepas apakah perusahaan tersebut  berasal dari Indonesia, Malaysia , Singapura, Dubai ataupun Oman,&amp;rdquo;  lanjut Edwin.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menggandeng ETHIS, salah satu fintech Pendanaan Peer to Peer Lending (P2P) berbasis syariah. Kerjasama dilakukan untuk memperkuat akses pendanaan  kebutuhan jangka pendek dan permodalan untuk portfolio perusahaan WGSH.
&amp;ldquo;Perjanjian Kerjasama ini menjadi dasar kerjasama pendanaan bagi portfolio WGSH, baik pendanaan inventory, modal kerja proyek, maupun equity fundraising melalui Global platformnya,&amp;rdquo; ujar Edwin Pramana Direktur Utama WGSH, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Wira Global Solusi (WGSH) Kantongi Dana IPO Rp29 Miliar, 70% Rekrut Ratusan Programmer

Menurutnya, pendanaan metode syariah diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap project-project berbasis Purchase Order (PO). Di mana jika menggunakan proses lembaga keuangan konvensional cenderung memerlukan waktu lebih lama dan membutuhkan jaminan.
Dengan hadirnya ETHIS di dalam Ekosistem Finansial WGSH, perseroan dan/atau portfolio dan pipelinenya dapat mengakses fasilitas pendanaan baik syariah loan maupun equity investment dari Ethis group (baik Ethis Indonesia, Malaysia,Singapura, Dubai, maupun Oman).
BACA JUGA:Saham Wira Global Solusi (WGSH) Tancap Gas Usai IPO

&amp;ldquo;Sebagai Venture Builder, kami membawa bukan hanya kelengkapan Ekosistem Teknologi namun juga Ekosistem Finansial. Kami yakin dengan kerjasama ini akan dapat mempercepat pertumbuhan perseroan dimasa yang akan datang,&amp;rdquo; ujar Edwin.ETHIS sendiri di Indonesia telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangaan  (OJK) sejak tahun 2019 dan berlisensi P2P Lending dari OJK sejak 2021.  Saat ini total transaksi berjalan ETHIS Grup sudah menembus angka Rp300  miliar, dengan total member mencapai 31.000 investor dan terus bertambah  yang berasal dari 59 negara.
&amp;ldquo;Kami berharap dengan adanya kerjasama ini ke depan kami juga bisa  menyeleksi perusahaan-perusahaan yang mana projectnya tengah / telah  selesai didanai oleh ETHIS untuk juga dapat bergabung kedalam ekosistem  WGSH atau masuk ke dalam portfolio, terlepas apakah perusahaan tersebut  berasal dari Indonesia, Malaysia , Singapura, Dubai ataupun Oman,&amp;rdquo;  lanjut Edwin.</content:encoded></item></channel></rss>
