<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Pent Up Demand Pendorong Kebangkitan Ekonomi Indonesia</title><description>Fenomena &amp;ldquo;pent up demand&amp;rdquo; konsumsi masyarakat yang diikuti peningkatan aktivitas investasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Fenomena Pent Up Demand Pendorong Kebangkitan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia-jRGGUaKVaA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/320/2543887/fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia-jRGGUaKVaA.jpg</image><title>Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 terjadi kenaikan permintaan secara drastis atau fenomena &amp;ldquo;pent up demand&amp;rdquo; konsumsi masyarakat yang diikuti peningkatan aktivitas investasi. Hal tersebut menjadi keberhasilan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Penyebaran varian Delta yang berhasil dikendalikan dengan cepat dan efektif mampu mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga tumbuh 3,55% (yoy) di triwulan IV/2021,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
Secara keseluruhan, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh progresif sebesar 2,02% pada tahun 2021, setelah terkontraksi 2,63% di tahun 2020. Sementara, aktivitas investasi yang sempat tertahan juga kembali meningkat mencapai 4,49% pada triwulan IV/2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi RI 2021, Diawali Minus tapi Tumbuh 3,69% di Babak Akhir
&amp;ldquo;Keberlanjutan Program Strategis Nasional dan belanja modal pemerintah, serta mulai membaiknya kinerja investasi sektor swasta menjadi penopang perbaikan laju pertumbuhan investasi pada triwulan IV,&amp;rdquo; kata Febrio.
Pemulihan ekonomi yang semakin kuat terlihat dari perbaikan kinerja investasi yang kembali tumbuh positif sebesar 3,80%. Konsumsi pemerintah tumbuh 5,25% (yoy) di triwulan IV atau 4,17% secara keseluruhan 2021.
&amp;ldquo;Sejalan dengan peningkatan realisasi belanja negara, khususnya terkait akselerasi program vaksinasi, keberlanjutan program perlindungan sosial, serta pelaksanaan layanan publik pemerintah,&amp;rdquo; ujar Febrio.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI 2021 Tumbuh 3,69%, Bagaimana dengan Tahun Ini?
Adapun ekspor mencatatkan pertumbuhan tinggi pada triwulan IV sebesar 29,83% (yoy). Kinerja impor tumbuh mencapai 29,6% (yoy) didominasi importasi barang modal dan bahan baku yang mencerminkan peningkatan aktivitas produksi domestik pada periode selanjutnya. Secara keseluruhan tahun 2021, kinerja ekspor dan impor barang dan jasa tumbuh tinggi masing-masing sebesar 24,04% dan 23,31%.
&amp;ldquo;Laju pemulihan ekonomi global menjadi faktor utama yang menjaga kinerja ekspor Indonesia, terutama bersumber dari ekspor nonmigas, seperti olahan CPO, kendaraan bermotor, dan mesin,&amp;rdquo; ungkap Febrio.Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang berkontribusi paling besar terhadap ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,92% (yoy) pada triwulan IV atau 3,39% secara tahunan di 2021.
&amp;ldquo;Peningkatan permintaan ekspor yang tinggi serta permintaan dalam negeri yang mulai pulih menjadi fondasi penting yang mendorong pemulihan sektor ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
Ekspansi sektor manufaktur juga masih terus meningkat, dilihat dari indikator Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) yang terus naik dari 53,5 pada Desember 2021 menjadi 53,7 pada Januari 2022.
&amp;ldquo;Pemulihan sektor manufaktur yang berkesinambungan ini diharapkan memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih besar dan berkualitas,&amp;rdquo; pungkas Febrio.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 terjadi kenaikan permintaan secara drastis atau fenomena &amp;ldquo;pent up demand&amp;rdquo; konsumsi masyarakat yang diikuti peningkatan aktivitas investasi. Hal tersebut menjadi keberhasilan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Penyebaran varian Delta yang berhasil dikendalikan dengan cepat dan efektif mampu mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga tumbuh 3,55% (yoy) di triwulan IV/2021,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
Secara keseluruhan, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh progresif sebesar 2,02% pada tahun 2021, setelah terkontraksi 2,63% di tahun 2020. Sementara, aktivitas investasi yang sempat tertahan juga kembali meningkat mencapai 4,49% pada triwulan IV/2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi RI 2021, Diawali Minus tapi Tumbuh 3,69% di Babak Akhir
&amp;ldquo;Keberlanjutan Program Strategis Nasional dan belanja modal pemerintah, serta mulai membaiknya kinerja investasi sektor swasta menjadi penopang perbaikan laju pertumbuhan investasi pada triwulan IV,&amp;rdquo; kata Febrio.
Pemulihan ekonomi yang semakin kuat terlihat dari perbaikan kinerja investasi yang kembali tumbuh positif sebesar 3,80%. Konsumsi pemerintah tumbuh 5,25% (yoy) di triwulan IV atau 4,17% secara keseluruhan 2021.
&amp;ldquo;Sejalan dengan peningkatan realisasi belanja negara, khususnya terkait akselerasi program vaksinasi, keberlanjutan program perlindungan sosial, serta pelaksanaan layanan publik pemerintah,&amp;rdquo; ujar Febrio.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI 2021 Tumbuh 3,69%, Bagaimana dengan Tahun Ini?
Adapun ekspor mencatatkan pertumbuhan tinggi pada triwulan IV sebesar 29,83% (yoy). Kinerja impor tumbuh mencapai 29,6% (yoy) didominasi importasi barang modal dan bahan baku yang mencerminkan peningkatan aktivitas produksi domestik pada periode selanjutnya. Secara keseluruhan tahun 2021, kinerja ekspor dan impor barang dan jasa tumbuh tinggi masing-masing sebesar 24,04% dan 23,31%.
&amp;ldquo;Laju pemulihan ekonomi global menjadi faktor utama yang menjaga kinerja ekspor Indonesia, terutama bersumber dari ekspor nonmigas, seperti olahan CPO, kendaraan bermotor, dan mesin,&amp;rdquo; ungkap Febrio.Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang berkontribusi paling besar terhadap ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,92% (yoy) pada triwulan IV atau 3,39% secara tahunan di 2021.
&amp;ldquo;Peningkatan permintaan ekspor yang tinggi serta permintaan dalam negeri yang mulai pulih menjadi fondasi penting yang mendorong pemulihan sektor ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
Ekspansi sektor manufaktur juga masih terus meningkat, dilihat dari indikator Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) yang terus naik dari 53,5 pada Desember 2021 menjadi 53,7 pada Januari 2022.
&amp;ldquo;Pemulihan sektor manufaktur yang berkesinambungan ini diharapkan memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih besar dan berkualitas,&amp;rdquo; pungkas Febrio.</content:encoded></item></channel></rss>
