<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cek Pesawat N219, Menko Luhut Minta 70% Bahan Baku Lokal</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi PTDI di Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal"/><item><title>Cek Pesawat N219, Menko Luhut Minta 70% Bahan Baku Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2022 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal-0DFXTsOA4W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Panjaitan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/08/320/2544290/cek-pesawat-n219-menko-luhut-minta-70-bahan-baku-lokal-0DFXTsOA4W.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Panjaitan (Foto: MPI)</title></images><description>BANDUNG - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi PTDI di Bandung. Kedatangan itu untuk meninjau progress pesawat N219.
Pada kesempatan itu, Luhut minta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) N219 bisa ditingkatkan hingga 70%. Karena saat ini, penggunaan komponen dalam negeri pesawat ini hanya 45%.
&quot;Saat ini pesawat N219 TKDN-nya 44.69%, diharapkan kedepannya dapat ditingkatkan sampai 70%, dari mulai landing gear, avionics, sampai bahan baku pesawatnya dapat dibuat industri di dalam negeri,&amp;rdquo; kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Luhut Minta Lansia di Rumah Selama Omicron Tinggi, Iwan Fals: Tak Pikir Peraturan

Sementara itu, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjelaskan, saat ini pesawat N219 masih menjalankan serangkaian uji terbang sebagai penyiapan untuk masuk ke pasar. Serta untuk penyiapan pengembangan pesawat N219 tersebut menjadi versi amphibi.
&quot;Pengembangan pesawat N219 amphibi saat ini sudah memasuki tahapan detail desain, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan Prototyping &amp;amp; Structure Test, Development Flight Test dan ditargetkan perolehan Amendment Type Certificate (ATC)/sertifikasi amphibi di tahun 2024,&quot; katanya.
BACA JUGA:Jabodetabek PPKM Level 3, Luhut Minta Pedagang Kecil Disiplin Prokes

Adapun saat ini telah diperoleh proyeksi pasar pesawat N219 amphibi, baik di wilayah Indonesia maupun Asia Pasifik. Tercatat potensi pasar N219 amphibi di Indonesia adalah sebanyak 40 unit dan di Asia Pasifik sebanyak 76 unit.Dengan inovasi transportasi udara tersebut, maka di masa mendatang akan terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N219 amphibi, dimana hal tersebut juga tentunya akan membantu menjangkau dan menghubungkan wilayah 3T Terluar, Terdepan dan Tertinggal.
Keberadaan PTDI sebagai produsen dalam negeri menjadi sangat penting, sebuah industri dirgantara Indonesia yang menghasilkan produknya untuk mendukung pengisian kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di Indonesia, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.</description><content:encoded>BANDUNG - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi PTDI di Bandung. Kedatangan itu untuk meninjau progress pesawat N219.
Pada kesempatan itu, Luhut minta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) N219 bisa ditingkatkan hingga 70%. Karena saat ini, penggunaan komponen dalam negeri pesawat ini hanya 45%.
&quot;Saat ini pesawat N219 TKDN-nya 44.69%, diharapkan kedepannya dapat ditingkatkan sampai 70%, dari mulai landing gear, avionics, sampai bahan baku pesawatnya dapat dibuat industri di dalam negeri,&amp;rdquo; kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).
BACA JUGA:Luhut Minta Lansia di Rumah Selama Omicron Tinggi, Iwan Fals: Tak Pikir Peraturan

Sementara itu, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjelaskan, saat ini pesawat N219 masih menjalankan serangkaian uji terbang sebagai penyiapan untuk masuk ke pasar. Serta untuk penyiapan pengembangan pesawat N219 tersebut menjadi versi amphibi.
&quot;Pengembangan pesawat N219 amphibi saat ini sudah memasuki tahapan detail desain, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan Prototyping &amp;amp; Structure Test, Development Flight Test dan ditargetkan perolehan Amendment Type Certificate (ATC)/sertifikasi amphibi di tahun 2024,&quot; katanya.
BACA JUGA:Jabodetabek PPKM Level 3, Luhut Minta Pedagang Kecil Disiplin Prokes

Adapun saat ini telah diperoleh proyeksi pasar pesawat N219 amphibi, baik di wilayah Indonesia maupun Asia Pasifik. Tercatat potensi pasar N219 amphibi di Indonesia adalah sebanyak 40 unit dan di Asia Pasifik sebanyak 76 unit.Dengan inovasi transportasi udara tersebut, maka di masa mendatang akan terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N219 amphibi, dimana hal tersebut juga tentunya akan membantu menjangkau dan menghubungkan wilayah 3T Terluar, Terdepan dan Tertinggal.
Keberadaan PTDI sebagai produsen dalam negeri menjadi sangat penting, sebuah industri dirgantara Indonesia yang menghasilkan produknya untuk mendukung pengisian kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di Indonesia, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.</content:encoded></item></channel></rss>
