<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hal yang Bikin Menko Luhut Khawatir Selain Covid-19, Apa Itu?</title><description>Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengaku ada hal yang membuatnya khawatir selain covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu"/><item><title>Hal yang Bikin Menko Luhut Khawatir Selain Covid-19, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu-QEF7W1jvIj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut khawatirkan masalah perubahan iklim (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/320/2544822/hal-yang-bikin-menko-luhut-khawatir-selain-covid-19-apa-itu-QEF7W1jvIj.jpg</image><title>Menko Luhut khawatirkan masalah perubahan iklim (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ada hal yang membuatnya khawatir selain covid-19. Ternyata Luhut was-was mengenai masalah perubahan iklim.
&quot;Masalah perubahan iklim jadi salah satu sumber ketidakpastian yang dihadapi perekonomian global saat ini selain merebaknya varian Omicron yang membuat jumlah kasus di seluruh dunia naik drastis,&quot; katanya, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim
Luhut menuturkan, karena temperatur global semakin memanas dan mengkhawatirkan, maka tiap negara diminta untuk dapat berkomitmen mengurangi emisi karbon.
BACA JUGA:Reuni Sri Mulyani dengan Mari Elka di Bali Bahas Perubahan Iklim
&quot;Setidaknya kita harus menjaga gimana pun caranya suhu tidak lebih dari 15 derajat celcius,&quot; ucapnya.
Sejalan dengan terhadap ancaman perubahan iklim tersebut, Luhut bilang, Pemerintah akan memastikan semua investasi ramah lingkungan.
Pasalnya, Indonesia memiliki target besar dalam menurunkan emisi  karbon dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau bahkan  bisa lebih cepat.
&amp;ldquo;Untuk mencapai target tersebut kami telah merumuskan peta jalan net zero emmison pada sektor energi,&amp;rdquo; tutur Luhut.
Tambah dia, termasuk mengeluarkan sejumlah regulasi baru mulai  periode 2021-2025, salah satunya yaitu Undang-Undang Energi Baru  Terbarukan (UU EBT).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ada hal yang membuatnya khawatir selain covid-19. Ternyata Luhut was-was mengenai masalah perubahan iklim.
&quot;Masalah perubahan iklim jadi salah satu sumber ketidakpastian yang dihadapi perekonomian global saat ini selain merebaknya varian Omicron yang membuat jumlah kasus di seluruh dunia naik drastis,&quot; katanya, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim
Luhut menuturkan, karena temperatur global semakin memanas dan mengkhawatirkan, maka tiap negara diminta untuk dapat berkomitmen mengurangi emisi karbon.
BACA JUGA:Reuni Sri Mulyani dengan Mari Elka di Bali Bahas Perubahan Iklim
&quot;Setidaknya kita harus menjaga gimana pun caranya suhu tidak lebih dari 15 derajat celcius,&quot; ucapnya.
Sejalan dengan terhadap ancaman perubahan iklim tersebut, Luhut bilang, Pemerintah akan memastikan semua investasi ramah lingkungan.
Pasalnya, Indonesia memiliki target besar dalam menurunkan emisi  karbon dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau bahkan  bisa lebih cepat.
&amp;ldquo;Untuk mencapai target tersebut kami telah merumuskan peta jalan net zero emmison pada sektor energi,&amp;rdquo; tutur Luhut.
Tambah dia, termasuk mengeluarkan sejumlah regulasi baru mulai  periode 2021-2025, salah satunya yaitu Undang-Undang Energi Baru  Terbarukan (UU EBT).</content:encoded></item></channel></rss>
