<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Khawatir Perubahan Iklim, Luhut Ungkap Jurus Tekan Kenaikan Suhu Bumi</title><description>Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewaspadai ancaman perubahan iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi"/><item><title>Khawatir Perubahan Iklim, Luhut Ungkap Jurus Tekan Kenaikan Suhu Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi</guid><pubDate>Rabu 09 Februari 2022 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi-RUGwrtCZ9r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Butuh investasi besar untuk pensiunkan PLTU batu bara  (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/09/320/2544839/khawatir-perubahan-iklim-luhut-ungkap-jurus-tekan-kenaikan-suhu-bumi-RUGwrtCZ9r.jpg</image><title>Butuh investasi besar untuk pensiunkan PLTU batu bara  (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewaspadai ancaman perubahan iklim. Untuk itu, pemerintah dengan tegas mengeluarkan beberapa regulasi guna menekan laju kenaikan suhu bumi.
Pemerintah akan mengeluarkan sejumlah regulasi baru mulai periode 2021 hingga 2025, salah satunya yaitu Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (UU EBT).
BACA JUGA:Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim

Kemudian mempensiunkan dini PLTU berbahan bakar batu bara dan menggantinya dengan pembangkit listrik EBT.
&quot;Dalam RUPTL PLN 2021-2025, porsi pembangkit listrik EBT yang akan dibangun mencapai 51%,&quot; ujar Luhut pada acara Mandiri Investment Forum 2022 secara daring, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Reuni Sri Mulyani dengan Mari Elka di Bali Bahas Perubahan Iklim

Kemudian, diterangkan dia, untuk porsi dalam bauran energi nasional juga akan ditingkatkan hingga sekitar sepertiga pada periode 2051-2060. Adapun pembangkit EBT akan didominasi dengan tenaga surya, hidro, dan geothermal.
&amp;ldquo;Peta jalan ini didukung potensi sumber EBT Indonesia yang melimpah, mencapai 472,6 gigawatt (GW),&amp;rdquo; urai Luhut.Sementara itu, pada aspek infrastruktur energi terbarukan, Indonesia  akan membangun supergrid pada 2025 untuk menghubungkan sumber pembangkit  EBT dengan daerah yang permintaan listriknya tinggi.
Selain itu, Luhut juga berujar, bahwasanya Pemerintah akan  menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebanyak  5,5 gigawatt (GW).
Menurut Luhut, untuk mempensiunkan PLTU tersebut dibutuhkan investasi sebesar USD8,5 miliar atau lebih dari Rp123 triliun.
&quot;Untuk pembangkit batu bara, total ada 5,5 GW yang akan dipensiunkan  sebelum 2030. Nah, itu butuh investasi USD8,5 miliar,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewaspadai ancaman perubahan iklim. Untuk itu, pemerintah dengan tegas mengeluarkan beberapa regulasi guna menekan laju kenaikan suhu bumi.
Pemerintah akan mengeluarkan sejumlah regulasi baru mulai periode 2021 hingga 2025, salah satunya yaitu Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (UU EBT).
BACA JUGA:Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim

Kemudian mempensiunkan dini PLTU berbahan bakar batu bara dan menggantinya dengan pembangkit listrik EBT.
&quot;Dalam RUPTL PLN 2021-2025, porsi pembangkit listrik EBT yang akan dibangun mencapai 51%,&quot; ujar Luhut pada acara Mandiri Investment Forum 2022 secara daring, Rabu (9/2/2022).
BACA JUGA:Reuni Sri Mulyani dengan Mari Elka di Bali Bahas Perubahan Iklim

Kemudian, diterangkan dia, untuk porsi dalam bauran energi nasional juga akan ditingkatkan hingga sekitar sepertiga pada periode 2051-2060. Adapun pembangkit EBT akan didominasi dengan tenaga surya, hidro, dan geothermal.
&amp;ldquo;Peta jalan ini didukung potensi sumber EBT Indonesia yang melimpah, mencapai 472,6 gigawatt (GW),&amp;rdquo; urai Luhut.Sementara itu, pada aspek infrastruktur energi terbarukan, Indonesia  akan membangun supergrid pada 2025 untuk menghubungkan sumber pembangkit  EBT dengan daerah yang permintaan listriknya tinggi.
Selain itu, Luhut juga berujar, bahwasanya Pemerintah akan  menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebanyak  5,5 gigawatt (GW).
Menurut Luhut, untuk mempensiunkan PLTU tersebut dibutuhkan investasi sebesar USD8,5 miliar atau lebih dari Rp123 triliun.
&quot;Untuk pembangkit batu bara, total ada 5,5 GW yang akan dipensiunkan  sebelum 2030. Nah, itu butuh investasi USD8,5 miliar,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
