<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Airlangga Perintahkan BRI Salurkan 30% Kredit UMKM di 2024</title><description>BRI ditargetkan mampu memenuhi 30% porsi penyaluran kredit perbankan bagi UMKM pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024"/><item><title>Airlangga Perintahkan BRI Salurkan 30% Kredit UMKM di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024</guid><pubDate>Kamis 10 Februari 2022 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024-iam5jWEUOh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto minta BRI penuhi target kredit UMKM (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/10/320/2545116/airlangga-perintahkan-bri-salurkan-30-kredit-umkm-di-2024-iam5jWEUOh.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto minta BRI penuhi target kredit UMKM (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - BRI ditargetkan mampu memenuhi 30% porsi penyaluran kredit perbankan bagi UMKM pada 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap target tersebut bisa dicapai bank BUMN.
&amp;ldquo;Yang penting adalah agregatnya. Silakan Kementerian BUMN yang mengatur, dana kredit sudah dimiliki oleh BRI yang menguasai 80%, bisa di share dengan BUMN lain juga mungkin dengan sektor lain di Himbara maupun Perbanas,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga, Kamis (10/2/2022).
BACA JUGA:Kredit UMKM Naik, BI: Optimisme di Tengah Pandemi

Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menargetkan penyaluran kredit untuk sektor UMKM sebesar Rp1.800 triliun pada 2024, namun target tersebut tidak untuk masing-masing perbankan karena tidak semua perbankan fokus pada penyaluran kredit UMKM.
&amp;ldquo;Nah sekarang rata-rata Rp1.200 triliun dan untuk KUR sebetulnya hanya Rp372 triliun sehingga tentu masih ada delta yang cukup besar dan bisa diisi untuk pemberdayaan usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Menko Airlangga Minta Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 30%

Dia juga menyampaikan bahwa bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada pedagang kaki lima dan pemilik warung, bisa digunakan BRI untuk dilanjutkan dengan penyaluran kredit super mikro termasuk melalui PNM untuk mendorong inklusi keuangan.
&amp;ldquo;Ini kita bisa mendorong financial inclusion. Dukungan UMKM terus dorong dan tentu kita melihat bahwa BRI adalah salah satu yang memberikan loan besar pada sektor usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; tutur dia.Lebih lanjut Airlangga menuturkan bahwa kinerja perekonomian terus  membaik. Dilihat dari indikator di sisi perbankan dana pihak ketiga dan  jumlah kredit perbankan tumbuh masing-masing 12,2% dan 5,2% serta NPL  yang naik 3%.
Untuk penanganan dari sisi kesehatan, pemerintah meningkatkan level  PPKM menjadi level 3 terutama di provinsi Jawa untuk mencegah kenaikan  kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Pemerintah juga mengalokasikan  dana sebesar Rp452 triliun yang difokuskan pada pemulihan perekonomian  dan penanganan COVID-19.
&amp;ldquo;Omicron ini dari segi grafik akan lebih cepat tetapi dari segi  bandwidth atau amplitudonya lebih sempit ini yang tentu kita harapkan,  puncak pada bulan Februari dan berharap di bulan Maret akan mulai  landai,&amp;rdquo; kata Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - BRI ditargetkan mampu memenuhi 30% porsi penyaluran kredit perbankan bagi UMKM pada 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap target tersebut bisa dicapai bank BUMN.
&amp;ldquo;Yang penting adalah agregatnya. Silakan Kementerian BUMN yang mengatur, dana kredit sudah dimiliki oleh BRI yang menguasai 80%, bisa di share dengan BUMN lain juga mungkin dengan sektor lain di Himbara maupun Perbanas,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga, Kamis (10/2/2022).
BACA JUGA:Kredit UMKM Naik, BI: Optimisme di Tengah Pandemi

Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menargetkan penyaluran kredit untuk sektor UMKM sebesar Rp1.800 triliun pada 2024, namun target tersebut tidak untuk masing-masing perbankan karena tidak semua perbankan fokus pada penyaluran kredit UMKM.
&amp;ldquo;Nah sekarang rata-rata Rp1.200 triliun dan untuk KUR sebetulnya hanya Rp372 triliun sehingga tentu masih ada delta yang cukup besar dan bisa diisi untuk pemberdayaan usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Menko Airlangga Minta Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 30%

Dia juga menyampaikan bahwa bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada pedagang kaki lima dan pemilik warung, bisa digunakan BRI untuk dilanjutkan dengan penyaluran kredit super mikro termasuk melalui PNM untuk mendorong inklusi keuangan.
&amp;ldquo;Ini kita bisa mendorong financial inclusion. Dukungan UMKM terus dorong dan tentu kita melihat bahwa BRI adalah salah satu yang memberikan loan besar pada sektor usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; tutur dia.Lebih lanjut Airlangga menuturkan bahwa kinerja perekonomian terus  membaik. Dilihat dari indikator di sisi perbankan dana pihak ketiga dan  jumlah kredit perbankan tumbuh masing-masing 12,2% dan 5,2% serta NPL  yang naik 3%.
Untuk penanganan dari sisi kesehatan, pemerintah meningkatkan level  PPKM menjadi level 3 terutama di provinsi Jawa untuk mencegah kenaikan  kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Pemerintah juga mengalokasikan  dana sebesar Rp452 triliun yang difokuskan pada pemulihan perekonomian  dan penanganan COVID-19.
&amp;ldquo;Omicron ini dari segi grafik akan lebih cepat tetapi dari segi  bandwidth atau amplitudonya lebih sempit ini yang tentu kita harapkan,  puncak pada bulan Februari dan berharap di bulan Maret akan mulai  landai,&amp;rdquo; kata Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
