<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Stabil, Brent Dibanderol USD91/Barel</title><description>Harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Stabil, Brent Dibanderol USD91/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel</guid><pubDate>Jum'at 11 Februari 2022 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel-k96mZZwQ2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia stabil (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/11/320/2545541/harga-minyak-dunia-stabil-brent-dibanderol-usd91-barel-k96mZZwQ2H.jpg</image><title>Harga minyak dunia stabil (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak tak banyak berubah karena pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif dan tidak terduga selama kenaikan permintaan energi yang lebih curam, serta penurunan mingguan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun tipis 14 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD91,41 per barel, setelah naik lebih dari 1,0% di awal perdagangan.
BACA JUGA:Raja Salman dan Joe Biden Bahas Pasokan Minyak Dunia

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 22 sen atau 0,3%, menjadi ditutup di USD89,88 per barel, setelah naik lebih dari dua dolar AS di awal sesi.
&quot;Laporan inflasi panas mengirim dolar lebih tinggi, yang secara tentatif menyeret turun komoditas,&quot; termasuk harga minyak, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
Namun, fundamental pasar minyak &quot;tetap sangat ketat dan tanpa perubahan segera pada prospek itu, harga minyak mentah tampaknya siap untuk naik lebih tinggi,&quot; katanya.
BACA JUGA:Antisipasi Harga Minyak Dunia Meroket, Joe Biden Siapkan Strategi Ini

Pada Rabu (9/2/2022), harga minyak menguat setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah turun secara tak terduga minggu lalu ke level terendah sejak Oktober 2018, sementara permintaan bahan bakar mencapai rekor tertinggi.
Setelah data tersebut, harga minyak membalikkan penurunan yang didorong oleh dimulainya kembali pembicaraan nuklir AS-Iran tidak langsung sehari sebelumnya. Kesepakatan dapat mencabut sanksi AS terhadap minyak Iran dan mengurangi ketatnya pasokan global.Awal pekan ini, patokan minyak mentah mencapai tertinggi tujuh tahun  di tengah kekhawatiran politik, dan karena pemulihan permintaan yang  kuat dari pandemi virus corona telah membuat persediaan di pusat bahan  bakar secara global pada posisi terendah multi-tahun.
Pada Kamis (10/2/2022), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak  (OPEC) mengatakan permintaan minyak dunia mungkin meningkat lebih tajam  tahun ini karena ekonomi global mencatat pemulihan yang kuat.
Laporan itu juga menunjukkan OPEC menggarisbawahi kenaikan produksi  minyak yang dijanjikan pada Januari di bawah pakta dengan sekutunya  untuk secara bertahap melonggarkan rekor penurunan produksi yang  diberlakukan pada 2020.
Secara keseluruhan, tipisnya pasokan minyak mentah, penyimpanan  rendah dan produksi global yang mendekati maksimum mendorong kenaikan  harga, menurut Mitsubishi UFJ Financial Group.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak tak banyak berubah karena pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif dan tidak terduga selama kenaikan permintaan energi yang lebih curam, serta penurunan mingguan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun tipis 14 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD91,41 per barel, setelah naik lebih dari 1,0% di awal perdagangan.
BACA JUGA:Raja Salman dan Joe Biden Bahas Pasokan Minyak Dunia

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 22 sen atau 0,3%, menjadi ditutup di USD89,88 per barel, setelah naik lebih dari dua dolar AS di awal sesi.
&quot;Laporan inflasi panas mengirim dolar lebih tinggi, yang secara tentatif menyeret turun komoditas,&quot; termasuk harga minyak, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
Namun, fundamental pasar minyak &quot;tetap sangat ketat dan tanpa perubahan segera pada prospek itu, harga minyak mentah tampaknya siap untuk naik lebih tinggi,&quot; katanya.
BACA JUGA:Antisipasi Harga Minyak Dunia Meroket, Joe Biden Siapkan Strategi Ini

Pada Rabu (9/2/2022), harga minyak menguat setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah turun secara tak terduga minggu lalu ke level terendah sejak Oktober 2018, sementara permintaan bahan bakar mencapai rekor tertinggi.
Setelah data tersebut, harga minyak membalikkan penurunan yang didorong oleh dimulainya kembali pembicaraan nuklir AS-Iran tidak langsung sehari sebelumnya. Kesepakatan dapat mencabut sanksi AS terhadap minyak Iran dan mengurangi ketatnya pasokan global.Awal pekan ini, patokan minyak mentah mencapai tertinggi tujuh tahun  di tengah kekhawatiran politik, dan karena pemulihan permintaan yang  kuat dari pandemi virus corona telah membuat persediaan di pusat bahan  bakar secara global pada posisi terendah multi-tahun.
Pada Kamis (10/2/2022), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak  (OPEC) mengatakan permintaan minyak dunia mungkin meningkat lebih tajam  tahun ini karena ekonomi global mencatat pemulihan yang kuat.
Laporan itu juga menunjukkan OPEC menggarisbawahi kenaikan produksi  minyak yang dijanjikan pada Januari di bawah pakta dengan sekutunya  untuk secara bertahap melonggarkan rekor penurunan produksi yang  diberlakukan pada 2020.
Secara keseluruhan, tipisnya pasokan minyak mentah, penyimpanan  rendah dan produksi global yang mendekati maksimum mendorong kenaikan  harga, menurut Mitsubishi UFJ Financial Group.</content:encoded></item></channel></rss>
