<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Tertipu! Ini 3 Tips Investasi agar Tak Terjebak Penipuan</title><description>Tips investasi agar tidak terjebak penipuan bisa diikuti. Investasi  merupakan salah satu cara untuk menyiapkan keuangan di masa depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan"/><item><title>Jangan Tertipu! Ini 3 Tips Investasi agar Tak Terjebak Penipuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan</guid><pubDate>Jum'at 11 Februari 2022 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan-vDZ4zcvRhg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Memulai Investasi saham (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/11/622/2545615/jangan-tertipu-ini-3-tips-investasi-agar-tak-terjebak-penipuan-vDZ4zcvRhg.jpg</image><title>Tips Memulai Investasi saham (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tips investasi agar tidak terjebak penipuan bisa diikuti. Investasi merupakan salah satu cara untuk menyiapkan keuangan di masa depan.
Adapun bentuk investasi yang ditawarkan kepada konsumen cukup banyak. Tidak jarang banyak konsumen yang terjebak investasi ilegal.
BACA JUGA:Punya Satu Sumber Penghasilan, Bagaimana Cara Kelola Keuangan agar Bisa Menabung?
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari penipuan berkedok investasi.
Pertama, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&amp;ldquo;Jadi cek ya, cek selalu di website OJK. Masukkan namanya dari perusahaan itu. Kalau dia terdaftar di OJK berarti dia diawasi dan memang sudah lulus atau sudah diperiksa begitu sudah dievaluasi oleh OJK dan diawasi,&amp;rdquo; jelasnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (11/2/2022).
BACA JUGA:3 Cara Bikin Anak Lebih Pintar Kelola Keuangan
Kedua, jangan mudah teriming-imingi oleh janji untung tinggi tanpa adanya risiko. Menurut Mike, untung yang tinggi biasanya juga dibarengi risiko yang tinggi.
&amp;ldquo;Yang namanya untung tinggi itu biasanya juga risikonya tinggi. Jadi, juga jangan mudah teriming-imingi oleh referensi misal endorsement,&amp;rdquo; kata dia.


Kemudian yang terakhir, jangan mudah teriming-imingi oleh adanya  sistem. Adapun sistem yang dimaksud Mike yakni memiliki ciri-ciri  seperti rekruitmen.
&amp;ldquo;Ada semacam bonus begitu, sebuah sistem bisnis di mana Anda bisa  lebih untung lagi. Selain Anda yang berinvestasi, jika mengajak orang  lain kemudian pihak perusahaan yang memberikan penawaran investasi ini  menawarkan Anda bisa mengajak orang lain dan diberikan bonus,&amp;rdquo; ucap  Mike.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tips investasi agar tidak terjebak penipuan bisa diikuti. Investasi merupakan salah satu cara untuk menyiapkan keuangan di masa depan.
Adapun bentuk investasi yang ditawarkan kepada konsumen cukup banyak. Tidak jarang banyak konsumen yang terjebak investasi ilegal.
BACA JUGA:Punya Satu Sumber Penghasilan, Bagaimana Cara Kelola Keuangan agar Bisa Menabung?
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari penipuan berkedok investasi.
Pertama, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&amp;ldquo;Jadi cek ya, cek selalu di website OJK. Masukkan namanya dari perusahaan itu. Kalau dia terdaftar di OJK berarti dia diawasi dan memang sudah lulus atau sudah diperiksa begitu sudah dievaluasi oleh OJK dan diawasi,&amp;rdquo; jelasnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (11/2/2022).
BACA JUGA:3 Cara Bikin Anak Lebih Pintar Kelola Keuangan
Kedua, jangan mudah teriming-imingi oleh janji untung tinggi tanpa adanya risiko. Menurut Mike, untung yang tinggi biasanya juga dibarengi risiko yang tinggi.
&amp;ldquo;Yang namanya untung tinggi itu biasanya juga risikonya tinggi. Jadi, juga jangan mudah teriming-imingi oleh referensi misal endorsement,&amp;rdquo; kata dia.


Kemudian yang terakhir, jangan mudah teriming-imingi oleh adanya  sistem. Adapun sistem yang dimaksud Mike yakni memiliki ciri-ciri  seperti rekruitmen.
&amp;ldquo;Ada semacam bonus begitu, sebuah sistem bisnis di mana Anda bisa  lebih untung lagi. Selain Anda yang berinvestasi, jika mengajak orang  lain kemudian pihak perusahaan yang memberikan penawaran investasi ini  menawarkan Anda bisa mengajak orang lain dan diberikan bonus,&amp;rdquo; ucap  Mike.</content:encoded></item></channel></rss>
