<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembiayaan Khusus Covid-19 Diaktifkan: Insentif Nakes hingga Perawatan Pasien</title><description>dr Brian Sri Prahastuti menyatakan bahwa pemerintah mengaktifkan kembali pembiayaan kasus Covid-19,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien"/><item><title>Pembiayaan Khusus Covid-19 Diaktifkan: Insentif Nakes hingga Perawatan Pasien</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien</guid><pubDate>Sabtu 12 Februari 2022 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien-w8suVNfQQf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembiyaan Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/12/320/2546168/pembiayaan-khusus-covid-19-diaktifkan-insentif-nakes-hingga-perawatan-pasien-w8suVNfQQf.jpg</image><title>Pembiyaan Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr Brian Sri Prahastuti menyatakan bahwa pemerintah mengaktifkan kembali pembiayaan kasus Covid-19, yang dipergunakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes), penyediaan obat, dan perawatan pasien Covid-19.
&quot;Termasuk merekrut dokter untuk ditempatkan di RS darurat, RSUD, dan puskesmas,&quot; ujar Brian dalam keterangannya, Sabtu (12/2/2022).
Untuk memastikan upaya pemerintah berjalan sesuai yang diharapkan, lanjut Brian, KSP terus melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan terkait kesiapan faskes, kecukupan obat, dan alat kesehatan.
BACA JUGA:Konsumen RI Makin Pede Hadapi Ekonomi di Tengah Covid-19

&quot;Kita juga akan kawal kesiagaan satgas di pusat dan daerah terutama untuk potensi terjadinya krisis,&quot; ucap Brian.
Selain itu, Brian juga memastikan, pemerintah telah memperkuat layanan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menghadapi kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron. Baik untuk faskes rujukan (rumah sakit) maupun faskes primer (puskesmas, klinik, dan telemedisin).
&quot;Kapasitas layanan Faskes tergantung jumlah nakes, ketersediaan obat, dan alkes, termasuk jumlah tempat tidur, ICU, ventilator dan oksigen. Nah ini semua sudah diperkuat, agar seimbang dengan jumlah kasus yang ditangani,&quot; kata Brian.
BACA JUGA:Dicari Erick Thohir, Kini Santri Pencipta Miniatur Pesawat Garuda Bikin Sandiaga Uno Pede Ekonomi Bangkit

Brian menegaskan, faskes - faskes rujukan saat ini sudah menambah kapasitas tempat tidur dan ICU, dengan membuat tenda RS darurat dan memgkonversi ruang rawat biasa menjadi ruang isolasi Covid-19 dan ICU. Selain itu juga ada penambahan stok obat dan alat kesehatan.&quot;Jumlah nakes baik dokter maupun perawat terus ditambah. Pengaturan shift juga sudah diatur sedemikian rupa, agar jika ada nakes kelelahan atau terpapar bisa segera teratasi,&quot; ungkapnya.
Sementara untuk Faskes primer, sambung Brian, lebih difokuskan pada penanganan dan pantauan pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.
&quot;Dengan begitu RS hanya menangani kasus sedang, berat, dan kritis. Ini strateginya,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, per 11 Februari 2022 pukul 12.00 WIB, BNPB melaporkan jumlah kasus harian positif Covid-19 sebanyak 40.489 kasus. DKI Jakarta menjadi wilayah yang melaporkan kasus tertinggi dalam 24 jam terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr Brian Sri Prahastuti menyatakan bahwa pemerintah mengaktifkan kembali pembiayaan kasus Covid-19, yang dipergunakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes), penyediaan obat, dan perawatan pasien Covid-19.
&quot;Termasuk merekrut dokter untuk ditempatkan di RS darurat, RSUD, dan puskesmas,&quot; ujar Brian dalam keterangannya, Sabtu (12/2/2022).
Untuk memastikan upaya pemerintah berjalan sesuai yang diharapkan, lanjut Brian, KSP terus melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan terkait kesiapan faskes, kecukupan obat, dan alat kesehatan.
BACA JUGA:Konsumen RI Makin Pede Hadapi Ekonomi di Tengah Covid-19

&quot;Kita juga akan kawal kesiagaan satgas di pusat dan daerah terutama untuk potensi terjadinya krisis,&quot; ucap Brian.
Selain itu, Brian juga memastikan, pemerintah telah memperkuat layanan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menghadapi kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron. Baik untuk faskes rujukan (rumah sakit) maupun faskes primer (puskesmas, klinik, dan telemedisin).
&quot;Kapasitas layanan Faskes tergantung jumlah nakes, ketersediaan obat, dan alkes, termasuk jumlah tempat tidur, ICU, ventilator dan oksigen. Nah ini semua sudah diperkuat, agar seimbang dengan jumlah kasus yang ditangani,&quot; kata Brian.
BACA JUGA:Dicari Erick Thohir, Kini Santri Pencipta Miniatur Pesawat Garuda Bikin Sandiaga Uno Pede Ekonomi Bangkit

Brian menegaskan, faskes - faskes rujukan saat ini sudah menambah kapasitas tempat tidur dan ICU, dengan membuat tenda RS darurat dan memgkonversi ruang rawat biasa menjadi ruang isolasi Covid-19 dan ICU. Selain itu juga ada penambahan stok obat dan alat kesehatan.&quot;Jumlah nakes baik dokter maupun perawat terus ditambah. Pengaturan shift juga sudah diatur sedemikian rupa, agar jika ada nakes kelelahan atau terpapar bisa segera teratasi,&quot; ungkapnya.
Sementara untuk Faskes primer, sambung Brian, lebih difokuskan pada penanganan dan pantauan pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.
&quot;Dengan begitu RS hanya menangani kasus sedang, berat, dan kritis. Ini strateginya,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, per 11 Februari 2022 pukul 12.00 WIB, BNPB melaporkan jumlah kasus harian positif Covid-19 sebanyak 40.489 kasus. DKI Jakarta menjadi wilayah yang melaporkan kasus tertinggi dalam 24 jam terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
