<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gapki Ungkap 2 PR Perbaiki Produktivitas Sawit di RI</title><description>Pengusaha menilai ada dua pekerjaan rumah (PR) untuk mengembangkan industri kelapa sawit dalam jangka panjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri"/><item><title>Gapki Ungkap 2 PR Perbaiki Produktivitas Sawit di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri-uhX3Dd6XXT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan indusrti Kelapa Sawit (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/14/320/2546858/gapki-ungkap-2-pr-perbaiki-produktivitas-sawit-di-ri-uhX3Dd6XXT.jpg</image><title>Pengembangan indusrti Kelapa Sawit (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha menilai ada dua pekerjaan rumah (PR) untuk mengembangkan industri kelapa sawit dalam jangka panjang. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) membeberkan RP yang dimaksud antara lain peningkatan produktivitas dan program peremajaan tanaman petani.
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang, mengatakan saat ini sebanyak 40 persen lahan sawit di Indonesia dimiliki oleh petani rakyat secara mandiri atau swadaya dengan produktivitas rendah.
BACA JUGA:Intip Kinerja Emiten Sawit di Tengah Kenaikan Harga CPO

Rendahnya produktivitas tanaman petani ini ikut menekan produktivitas tanaman sawit rata-rata nasional sehingga berada jauh di bawah sejumlah negara lain, seperti Malaysia yang menjadi pesaing utama produk sawit Indonesia di pasar global. Menurut Togar, kondisi ini menuntut adanya upaya jangka panjang yang perlu dilakukan oleh pemerintah.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan program replanting atau program peremajaan tanaman secara besar-besaran di seluruh sentra pertanaman sawit Indonesia.
BACA JUGA:Turunkan Harga Minyak Goreng, Ini Saran Petani Sawit

&amp;ldquo;Di sisi lain memang upaya ini akan memangkas produksi sawit nasional dalam jangka pendek karena ada luasan tanam yang ditebang, tetapi penanaman kembali lahan sawit akan memberikan dampak jangka panjang,&amp;rdquo; jelas Togar, Senin (14/2/2022).
Menurutnya, untuk petani mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia biasanya akan efektif melalui program replanting yang dilakukan oleh Pemerintah. Namun, bagi petani plasma yang tergabung dengan perusahaan perkebunan, dapat dibantu oleh perusahaan kelapa sawit.
Di tempat berbeda, Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), Kurniadi Patriawan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut berperan dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit petani rakyat baik yang tergabung dalam sistem plasma perusahaan, maupun petani mandiri atau swadaya.Menurut Kurniadi, langkah ini&amp;nbsp;tidak hanya menguntungkan bagi  perusahaan karena ada kepastian pasokan bahan baku untuk kebutuhan  pabrik minyak sawit mentah (CPO), tetapi juga menguntungkan petani  karena dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman petani yang  umumnya di bawah produktivitas tanaman sawit perusahaan sehingga,  pendapatan petani sawit juga akan meningkat.
&amp;ldquo;Saat ini luas lahan inti perusahaan sekitar 26.231 hektare dan  hingga tahun 2024 ditargetkan sudah bermitra dengan petani melalui lahan  plasma seluas 3.000 hektare. Luas lahan plasma ditargetkan terus  meningkat menjadi 9.500 hektare pada tahun 2027,&amp;rdquo; paparnya.
Kurniadi mengatakan, peran perusahaan meningkatkan produktivitas  lahan petani rakyat adalah melalui transfer teknologi, mulai dari  pemilihan bibit unggul, sistem pemupukan berimbang yang efisien dari  sisi biaya dan menjaga kesuburan tanah, pemeliharaan tanaman hingga cara  panen.
Sementara itu, data Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian  menunjukkan tahun 2020 produktivitas kebun sawit rakyat&amp;nbsp; rata-rata 3,42  ton per hektare. Angka ini masih berpotensi ditingkatkan setidaknya sama  dengan perusahaan swasta dan negara, yaitu sebesar 4,2 ton per hektare  hingga 4,4 ton per hektare.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha menilai ada dua pekerjaan rumah (PR) untuk mengembangkan industri kelapa sawit dalam jangka panjang. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) membeberkan RP yang dimaksud antara lain peningkatan produktivitas dan program peremajaan tanaman petani.
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang, mengatakan saat ini sebanyak 40 persen lahan sawit di Indonesia dimiliki oleh petani rakyat secara mandiri atau swadaya dengan produktivitas rendah.
BACA JUGA:Intip Kinerja Emiten Sawit di Tengah Kenaikan Harga CPO

Rendahnya produktivitas tanaman petani ini ikut menekan produktivitas tanaman sawit rata-rata nasional sehingga berada jauh di bawah sejumlah negara lain, seperti Malaysia yang menjadi pesaing utama produk sawit Indonesia di pasar global. Menurut Togar, kondisi ini menuntut adanya upaya jangka panjang yang perlu dilakukan oleh pemerintah.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan program replanting atau program peremajaan tanaman secara besar-besaran di seluruh sentra pertanaman sawit Indonesia.
BACA JUGA:Turunkan Harga Minyak Goreng, Ini Saran Petani Sawit

&amp;ldquo;Di sisi lain memang upaya ini akan memangkas produksi sawit nasional dalam jangka pendek karena ada luasan tanam yang ditebang, tetapi penanaman kembali lahan sawit akan memberikan dampak jangka panjang,&amp;rdquo; jelas Togar, Senin (14/2/2022).
Menurutnya, untuk petani mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia biasanya akan efektif melalui program replanting yang dilakukan oleh Pemerintah. Namun, bagi petani plasma yang tergabung dengan perusahaan perkebunan, dapat dibantu oleh perusahaan kelapa sawit.
Di tempat berbeda, Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), Kurniadi Patriawan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut berperan dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit petani rakyat baik yang tergabung dalam sistem plasma perusahaan, maupun petani mandiri atau swadaya.Menurut Kurniadi, langkah ini&amp;nbsp;tidak hanya menguntungkan bagi  perusahaan karena ada kepastian pasokan bahan baku untuk kebutuhan  pabrik minyak sawit mentah (CPO), tetapi juga menguntungkan petani  karena dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman petani yang  umumnya di bawah produktivitas tanaman sawit perusahaan sehingga,  pendapatan petani sawit juga akan meningkat.
&amp;ldquo;Saat ini luas lahan inti perusahaan sekitar 26.231 hektare dan  hingga tahun 2024 ditargetkan sudah bermitra dengan petani melalui lahan  plasma seluas 3.000 hektare. Luas lahan plasma ditargetkan terus  meningkat menjadi 9.500 hektare pada tahun 2027,&amp;rdquo; paparnya.
Kurniadi mengatakan, peran perusahaan meningkatkan produktivitas  lahan petani rakyat adalah melalui transfer teknologi, mulai dari  pemilihan bibit unggul, sistem pemupukan berimbang yang efisien dari  sisi biaya dan menjaga kesuburan tanah, pemeliharaan tanaman hingga cara  panen.
Sementara itu, data Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian  menunjukkan tahun 2020 produktivitas kebun sawit rakyat&amp;nbsp; rata-rata 3,42  ton per hektare. Angka ini masih berpotensi ditingkatkan setidaknya sama  dengan perusahaan swasta dan negara, yaitu sebesar 4,2 ton per hektare  hingga 4,4 ton per hektare.</content:encoded></item></channel></rss>
