<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manfaatkan EBT, 20 Bandara AP II Pasang PLTS</title><description>20 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) akan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts"/><item><title>Manfaatkan EBT, 20 Bandara AP II Pasang PLTS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts</guid><pubDate>Senin 14 Februari 2022 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts-JGenXpPHTn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara AP II gunakan EBT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/14/320/2547010/manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts-JGenXpPHTn.jpg</image><title>Bandara AP II gunakan EBT (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - 20 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) akan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). AP II menargetkan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 26,34 MWp pada tahun 2025.
BACA JUGA:Indonesia Kejar Target EBT 23%, Caranya?

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pemanfaatan EBT di lingkungan AP II sangat mendukung implementasi teknologi dalam mewujudkan &quot;smart airport&quot; sehingga meningkatkan daya saing (competitiveness) bandara-bandara AP II di era Industri 4.0.
&quot;Pada 2025, ditargetkan seluruh 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp Pemanfaatan EBT di bandara di.lingkup AP II akan menggunakan teknologi baru yang bisa diintegrasikan dengan teknologi eksisting,&amp;rdquo; kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin (14/2/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Tawarkan Investasi EBT ke Selandia Baru

AP II telah memiliki masterplan pengembangan Eco Airport periode 2021-2030. Eco Airport ini mendukung visi perusahaan menjadi &quot;Smart&amp;amp;Connected Airport&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Pada fase pertama, yakni 2021 telah diimplementasikan pemanfaatan PLTS yang dipasang di atap bangunan di sejumlah gedung di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu dan Bandara Banyuwangi dengan kapasitas 1,83 MWp,&amp;rdquo; paparnya.Fase kedua, yakni tahun ini direncanakan penggunaan PLTS Atap  mencapai EBT 3,78 MWp. Pada fase ketiga, yaitu 2023-2025 direncanakan  pemanfaatan PLTS di atas tanah (ground mounted) berkapasitas 18,69 MWp  dan PLTS terapung (floating) berkapasitas 1,8 MWp.
&amp;ldquo;Dengan begitu, penggunaan EBT di bandara sejalan dengan kesepakatan  antara Airport Council International (ACI) dan seluruh operator bandara  di dunia untuk mendukung program global Net Zero Carbon Emission 2050,&quot;  kata dia.
Dengan demikian, pada 2025, 20 bandara AP II telah memiliki PLTS  dengan kapasitas 26,34 MWp. Di dalam pemanfaatan EBT ini, AP II  mempersiapkan 3 aspek penting, yakni SDM, proses dan teknologi.
&amp;ldquo;Bandara menyumbang sekitar 2 persen emisi karbon dari total pangsa  global sehingga untuk mengurangi emisi karbon tersebut, operator bandara  harus berkomitmen menggunakan energi baru terbarukan hampir di seluruh  aspek operasional dan pelayanan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - 20 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) akan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). AP II menargetkan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 26,34 MWp pada tahun 2025.
BACA JUGA:Indonesia Kejar Target EBT 23%, Caranya?

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pemanfaatan EBT di lingkungan AP II sangat mendukung implementasi teknologi dalam mewujudkan &quot;smart airport&quot; sehingga meningkatkan daya saing (competitiveness) bandara-bandara AP II di era Industri 4.0.
&quot;Pada 2025, ditargetkan seluruh 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp Pemanfaatan EBT di bandara di.lingkup AP II akan menggunakan teknologi baru yang bisa diintegrasikan dengan teknologi eksisting,&amp;rdquo; kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin (14/2/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Tawarkan Investasi EBT ke Selandia Baru

AP II telah memiliki masterplan pengembangan Eco Airport periode 2021-2030. Eco Airport ini mendukung visi perusahaan menjadi &quot;Smart&amp;amp;Connected Airport&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Pada fase pertama, yakni 2021 telah diimplementasikan pemanfaatan PLTS yang dipasang di atap bangunan di sejumlah gedung di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu dan Bandara Banyuwangi dengan kapasitas 1,83 MWp,&amp;rdquo; paparnya.Fase kedua, yakni tahun ini direncanakan penggunaan PLTS Atap  mencapai EBT 3,78 MWp. Pada fase ketiga, yaitu 2023-2025 direncanakan  pemanfaatan PLTS di atas tanah (ground mounted) berkapasitas 18,69 MWp  dan PLTS terapung (floating) berkapasitas 1,8 MWp.
&amp;ldquo;Dengan begitu, penggunaan EBT di bandara sejalan dengan kesepakatan  antara Airport Council International (ACI) dan seluruh operator bandara  di dunia untuk mendukung program global Net Zero Carbon Emission 2050,&quot;  kata dia.
Dengan demikian, pada 2025, 20 bandara AP II telah memiliki PLTS  dengan kapasitas 26,34 MWp. Di dalam pemanfaatan EBT ini, AP II  mempersiapkan 3 aspek penting, yakni SDM, proses dan teknologi.
&amp;ldquo;Bandara menyumbang sekitar 2 persen emisi karbon dari total pangsa  global sehingga untuk mengurangi emisi karbon tersebut, operator bandara  harus berkomitmen menggunakan energi baru terbarukan hampir di seluruh  aspek operasional dan pelayanan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
