<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hutama Karya Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,8 Triliun</title><description>PT Hutama Karya (Persero) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun"/><item><title>Hutama Karya Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun</guid><pubDate>Selasa 15 Februari 2022 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun-PDEGbmg0zY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hutama Karya terbitkan surat utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/15/320/2547515/hutama-karya-terbitkan-obligasi-dan-sukuk-rp2-8-triliun-PDEGbmg0zY.jpeg</image><title>Hutama Karya terbitkan surat utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I. Penerbitan surat utang ini dibagi menjadi dua tahap yakni pada September 2021 dan Januari 2022 dengan total penerbitan sebesar Rp2,83 triliun.
Pada penerbitan obligasi dan sukuk ini, perseroan berhasil mendapatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed masing &amp;ndash; masing sebanyak 3,9 kali pada tahap I dan 2,8 kali pada tahap II.
BACA JUGA:Bangun Tol Trans Sumatera, Sri Mulyani Suntik PMN Rp23,8 Triliun ke Hutama Karya

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan hal itu menunjukkan kepercayaan investor masih tinggi terhadap perusahaan. Penerbitan ini telah mendapatkan rating idA (single A) untuk obligasi dan idAsy (single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Budi menilai melalui penerbitan obligasi dan sukuk ini, Hutama Karya berhasil menurunkan tingkat rata &amp;ndash; rata bunga pinjaman atau cost of fund eksisting.
BACA JUGA:Hutama Karya Dapat Suntikan Dana Segar Rp9 Triliun, Waskita (WSKT) Rp7,9 Triliun

&amp;ldquo;Kami juga berhasil melakukan reprofiling pinjaman jasa konstruksi dari pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang dengan tenor maksimum 7 tahun guna memperbaiki struktur permodalan perusahaan dalam mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah Indonesia khususnya Proyek Strategis Nasional,&amp;rdquo; ujar Budi, Selasa (15/2/2022).Di sisi lain, Hutama Karya juga mendapatkan dukungan penuh dari  pemerintah dalam menyukseskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera  (JTTS). Sepanjang 2021, pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara  (PMN) sebesar Rp25,2 triliun.
PMN itu direalisasikan dalam tiga tahap, sehingga total kumulatif PMN  yang telah diterima perseroan hingga saat ini mencapai Rp52,3 triliun.
Lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana memberikan PMN  Tahun Anggaran 2022 kepada Hutama Karya sebesar Rp23,85 triliun.  Langkah itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara  (RAPBN) 2022. Budi mencatat, dana segar itu nantinya digunakan untuk  mempercepat penyelesaian pembangunan JTTS.
&quot;Bagi masyarakat, keberadaan JTTS tidak hanya mampu mempersingkat  jarak tempuh antar daerah di Sumatera, namun mampu menurunkan biaya  logistik dengan rata &amp;ndash; rata penurunan sebesar 24,22% dan menyerap tenaga  kerja di sekitar JTTS,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I. Penerbitan surat utang ini dibagi menjadi dua tahap yakni pada September 2021 dan Januari 2022 dengan total penerbitan sebesar Rp2,83 triliun.
Pada penerbitan obligasi dan sukuk ini, perseroan berhasil mendapatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed masing &amp;ndash; masing sebanyak 3,9 kali pada tahap I dan 2,8 kali pada tahap II.
BACA JUGA:Bangun Tol Trans Sumatera, Sri Mulyani Suntik PMN Rp23,8 Triliun ke Hutama Karya

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan hal itu menunjukkan kepercayaan investor masih tinggi terhadap perusahaan. Penerbitan ini telah mendapatkan rating idA (single A) untuk obligasi dan idAsy (single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Budi menilai melalui penerbitan obligasi dan sukuk ini, Hutama Karya berhasil menurunkan tingkat rata &amp;ndash; rata bunga pinjaman atau cost of fund eksisting.
BACA JUGA:Hutama Karya Dapat Suntikan Dana Segar Rp9 Triliun, Waskita (WSKT) Rp7,9 Triliun

&amp;ldquo;Kami juga berhasil melakukan reprofiling pinjaman jasa konstruksi dari pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang dengan tenor maksimum 7 tahun guna memperbaiki struktur permodalan perusahaan dalam mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah Indonesia khususnya Proyek Strategis Nasional,&amp;rdquo; ujar Budi, Selasa (15/2/2022).Di sisi lain, Hutama Karya juga mendapatkan dukungan penuh dari  pemerintah dalam menyukseskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera  (JTTS). Sepanjang 2021, pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara  (PMN) sebesar Rp25,2 triliun.
PMN itu direalisasikan dalam tiga tahap, sehingga total kumulatif PMN  yang telah diterima perseroan hingga saat ini mencapai Rp52,3 triliun.
Lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana memberikan PMN  Tahun Anggaran 2022 kepada Hutama Karya sebesar Rp23,85 triliun.  Langkah itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara  (RAPBN) 2022. Budi mencatat, dana segar itu nantinya digunakan untuk  mempercepat penyelesaian pembangunan JTTS.
&quot;Bagi masyarakat, keberadaan JTTS tidak hanya mampu mempersingkat  jarak tempuh antar daerah di Sumatera, namun mampu menurunkan biaya  logistik dengan rata &amp;ndash; rata penurunan sebesar 24,22% dan menyerap tenaga  kerja di sekitar JTTS,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
