<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembangan KEK Mandalika, UMKM Bisa Kantongi Rp2,2 Triliun</title><description>Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan potensi  bisnis sangat besar bagi pelaku UMKM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun"/><item><title>Pengembangan KEK Mandalika, UMKM Bisa Kantongi Rp2,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 15 Februari 2022 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun-6oe3AKPb7k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KEK Mandalika beri keuntungan bagu UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/15/455/2547618/pengembangan-kek-mandalika-umkm-bisa-kantongi-rp2-2-triliun-6oe3AKPb7k.jpg</image><title>KEK Mandalika beri keuntungan bagu UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan potensi bisnis sangat besar bagi pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). Adapun potensi keuntungan UMKM mencapai Rp2,2 triliun.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan RI Panutan Sulendrakusuma mengatakan, hal ini didasarkan pada evaluasi yang dilakukan Kantor Staf Presiden, terkait dampak multiplier dari realisasi investasi KEK Mandalika. Evaluasi menggunakan metode ekonomi analisis input-output.
&quot;Hasil estimasi multiplier effect KEK Mandalika sebesar Rp4,8 triliun. Dari jumlah itu 45,8% akan lari ke UMKM atau sekitar Rp2,2 triliun,&quot; kata Panutan dalam keterangannya, Selasa, (15/2/2022).
BACA JUGA:KEK Mandalika Diklaim Anti Banjir
Panutan mengakui, momentum World Superbike Championship (WSBK) 2021 dan MotoGP 2022, telah berimplikasi besar bagi geliat UMKM terutama pada sektor pariwisata. Sehingga ke depan, akan banyak UMKM lokal yang terlibat langsung dalam menunjang wisata prioritas Mandalika.
&quot;Seperti tumbuhnya UMKM penyedia sewa mobil dan motor, akomodasi penginapan homestay, dan camping ground,&quot; ujarnya.
Panutan memastikan, pertumbuhan UMKM Mandalika akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di NTB. Sebab struktur perekonomian Lombok Tengah dan NTB didominasi oleh pelaku UMKM.
BACA JUGA:Cek KEK Mandalika, Menko Airlangga: Semoga Proses Renovasi Selesai Sebelum World Superbike 2021
&quot;Estimasi pertumbuhan ekonominya 1,7%. Itu kontribusi dari KEK Mandalika,&quot; ucapnya.
Panutan juga menuturkan, pengembangan KEK Mandalika merupakan proyek jangka panjang. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah telah mempersiapkan berbagai pendukung untuk menjaga keberlanjutan dampak multipliernya.Dia menyebut Kawasan Inkubasi Bisnis BRIDA NTB. Kawasan ini  diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya IPTEK dan kapasitas  wirausaha berbasis inovasi, teknologi, dan digitalisasi, dengan  melibatkan SMK, perguruan tinggi vokasi, dan BLK Internasional milik  Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, papar Panutan, Kantor Staf Presiden juga mendorong  implementasi program-program Kementerian Koperasi dan UKM, seperti  revitalisasi kelembagaan dan fasilitasi pembiayaan pasar tematik (pusat  oleh-oleh, souvenir dan handicraft), serta lembaga inkubator wirausaha.
&quot;Ini dalam rangka dukungan dan pemberdayaan UMKM Mandalika,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan potensi bisnis sangat besar bagi pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). Adapun potensi keuntungan UMKM mencapai Rp2,2 triliun.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan RI Panutan Sulendrakusuma mengatakan, hal ini didasarkan pada evaluasi yang dilakukan Kantor Staf Presiden, terkait dampak multiplier dari realisasi investasi KEK Mandalika. Evaluasi menggunakan metode ekonomi analisis input-output.
&quot;Hasil estimasi multiplier effect KEK Mandalika sebesar Rp4,8 triliun. Dari jumlah itu 45,8% akan lari ke UMKM atau sekitar Rp2,2 triliun,&quot; kata Panutan dalam keterangannya, Selasa, (15/2/2022).
BACA JUGA:KEK Mandalika Diklaim Anti Banjir
Panutan mengakui, momentum World Superbike Championship (WSBK) 2021 dan MotoGP 2022, telah berimplikasi besar bagi geliat UMKM terutama pada sektor pariwisata. Sehingga ke depan, akan banyak UMKM lokal yang terlibat langsung dalam menunjang wisata prioritas Mandalika.
&quot;Seperti tumbuhnya UMKM penyedia sewa mobil dan motor, akomodasi penginapan homestay, dan camping ground,&quot; ujarnya.
Panutan memastikan, pertumbuhan UMKM Mandalika akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di NTB. Sebab struktur perekonomian Lombok Tengah dan NTB didominasi oleh pelaku UMKM.
BACA JUGA:Cek KEK Mandalika, Menko Airlangga: Semoga Proses Renovasi Selesai Sebelum World Superbike 2021
&quot;Estimasi pertumbuhan ekonominya 1,7%. Itu kontribusi dari KEK Mandalika,&quot; ucapnya.
Panutan juga menuturkan, pengembangan KEK Mandalika merupakan proyek jangka panjang. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah telah mempersiapkan berbagai pendukung untuk menjaga keberlanjutan dampak multipliernya.Dia menyebut Kawasan Inkubasi Bisnis BRIDA NTB. Kawasan ini  diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya IPTEK dan kapasitas  wirausaha berbasis inovasi, teknologi, dan digitalisasi, dengan  melibatkan SMK, perguruan tinggi vokasi, dan BLK Internasional milik  Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, papar Panutan, Kantor Staf Presiden juga mendorong  implementasi program-program Kementerian Koperasi dan UKM, seperti  revitalisasi kelembagaan dan fasilitasi pembiayaan pasar tematik (pusat  oleh-oleh, souvenir dan handicraft), serta lembaga inkubator wirausaha.
&quot;Ini dalam rangka dukungan dan pemberdayaan UMKM Mandalika,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
