<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Lokal Sudah Bisa Las Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung</title><description>Tenaga ahli bersertifikasi khusus pengelasan rel dengan mesin UN-200 awalnya menggunakan operator dari China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung"/><item><title>Pekerja Lokal Sudah Bisa Las Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/15/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung-cSjBbWRfmO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pekerja Lokal Sudah Bisa Las Kereta Cepat. (Foto: okezone.com/KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/15/320/2547680/pekerja-lokal-sudah-bisa-las-rel-kereta-cepat-jakarta-bandung-cSjBbWRfmO.jpg</image><title>Pekerja Lokal Sudah Bisa Las Kereta Cepat. (Foto: okezone.com/KCIC)</title></images><description>JAKARTA- Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, tenaga ahli bersertifikasi khusus pengelasan rel dengan mesin UN-200 awalnya menggunakan operator dari China.
Namun, karena sejalan dengan proses transfer teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.
&quot;Kereta Cepat ini kan nanti akan melaju sampai 350 km/jam. Jadi, lintasannya harus yang terbaik. Untuk itu, dalam proses penyambungan dan pengelasan, kami menggunakan metode Flash-butt welding dengan mesin UN-200,&quot; katanya.
Dia mengatakan, awalnya tenaga ahli bersertifikasi khusus untuk pengelasan rel dengan mesin UN-200 ini harusnya dari China.
Tapi, karena teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.
Diketahui, bahwa fasilitas dan Workshop Pengelasan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan UN-200 berada di Area Workshop Welding Factory seluas 8,4 hektare yang berada di Kawasan Tegalluar, Bandung Timur.
Baca Selengkapnya: Penampakan Tukang Las Rel Kereta Cepat, Ternyata Bukan dari China!
</description><content:encoded>JAKARTA- Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, tenaga ahli bersertifikasi khusus pengelasan rel dengan mesin UN-200 awalnya menggunakan operator dari China.
Namun, karena sejalan dengan proses transfer teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.
&quot;Kereta Cepat ini kan nanti akan melaju sampai 350 km/jam. Jadi, lintasannya harus yang terbaik. Untuk itu, dalam proses penyambungan dan pengelasan, kami menggunakan metode Flash-butt welding dengan mesin UN-200,&quot; katanya.
Dia mengatakan, awalnya tenaga ahli bersertifikasi khusus untuk pengelasan rel dengan mesin UN-200 ini harusnya dari China.
Tapi, karena teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.
Diketahui, bahwa fasilitas dan Workshop Pengelasan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan UN-200 berada di Area Workshop Welding Factory seluas 8,4 hektare yang berada di Kawasan Tegalluar, Bandung Timur.
Baca Selengkapnya: Penampakan Tukang Las Rel Kereta Cepat, Ternyata Bukan dari China!
</content:encoded></item></channel></rss>
