<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Januari Surplus, Menko Airlangga: Ekspor-Impor Indonesia Semakin Solid</title><description>Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Januari 2022 kembali mencatatkan performa impresif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid"/><item><title>Neraca Perdagangan Januari Surplus, Menko Airlangga: Ekspor-Impor Indonesia Semakin Solid</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid-1DsHs4T9rG.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut ekspor Indonesia makin solid (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548401/neraca-perdagangan-januari-surplus-menko-airlangga-ekspor-impor-indonesia-semakin-solid-1DsHs4T9rG.jpeg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut ekspor Indonesia makin solid (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Januari 2022 kembali mencatatkan performa impresif setelah menunjukkan pertumbuhan sebesar 25,31% (yoy), sehingga ekspor Januari 2022 menjadi sebesar USD19,16 miliar. Hilirisasi pada komoditas-komoditas tersebut juga menjadi determinan utama peningkatan nilai tambah ekspor Januari 2022.
Selain itu, kinerja positif ekspor juga sejalan dengan laporan IHS Markit yang menyebutkan bahwa pesanan barang ekspor Indonesia di Januari 2022 merupakan rekor kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan periode bulan Januari sejak survei dijalankan.
BACA JUGA:Ekspor RI Gacor, Kemenkeu Sebut Omicron Tak Berdampak Signifikan

&amp;ldquo;Berbagai indikator termasuk laporan dari IHS Markit tersebut menjadi sinyal positif bagi output manufaktur. Terbukti, saat ini tercatat ekspor Industri pengolahan meningkat 31,16% yoy menjadi sebesar USD15,71 miliar. Ke depan, dengan prospek permintaan yang semakin bertumbuh, maka output perekonomian juga akan terus meningkat,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prospek penguatan output perekonomian juga ditunjukkan oleh level Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) Indonesia yang terus berada pada level ekspansif. Tercatat pada Januari 2022, PMI Indonesia berada di level 53,7 atau melanjutkan level ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Level PMI tersebut juga mengungguli beberapa negara ASEAN seperti Thailand (51,7), Filipina (50,0), dan Myanmar (48,5).
BACA JUGA:BPS: Ekspor Pertanian Januari 2022, Naik 11,54 Persen YoY

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Januari 2022 juga meningkat menjadi sebesar USD18,23 miliar, yakni tumbuh sebesar 36,77% (yoy).
&amp;ldquo;Peningkatan impor Januari 2022 menunjukkan prospek akselerasi pemulihan ekonomi karena komponen utamanya berasal dari aktivitas produksi domestik yang terus menggeliat. Terbukti, impor bahan baku penolong dan barang modal tumbuh menguat, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 39,57% yoy dan 41,94% (yoy).
Di saat yang sama, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan demand domestik sehingga impor barang konsumsi ikut terdorong naik sebesar 10,25% (yoy).Kinerja positif pada ekspor dan impor juga dilanjutkan dengan kabar  menggembirakan pada neraca perdagangan Indonesia yang masih melanjutkan  tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 21 bulan berturut-turut. Pada  Januari 2022, Indonesia mengalami surplus sebesar USD0,93 miliar.
Prospek neraca perdagangan ke depan dihadapkan pada berbagai resiko  yang harus diwaspadai. Salah satunya yaitu dengan meningkatnya risiko  geopolitik antara Rusia dan Ukraina, maka diperkirakan harga komoditas  energi akan mengalami peningkatan.
Dari segi impor, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan mendorong  kenaikan impor migas. Namun, di sisi lain harga komoditas batubara juga  akan naik sehingga ekspor Indonesia juga akan terdorong naik. Lebih  lanjut, dengan masih tingginya harga minyak kelapa sawit yang merupakan  salah komoditas ekspor utama, maka secara umum neraca perdagangan  Indonesia diperkirakan akan tetap positif ke depannya.
&amp;ldquo;Kinerja positif pada perdagangan internasional Indonesia akan terus  dipertahankan bahkan didiorong untuk ditingkatkan. Pemerintah akan  mengerahkan berbagai strategi dan kebijakan guna mengoptimalkan performa  neraca perdagangan yang sudah baik ini. Strategi utama Pemerintah akan  tetap diselaraskan dengan pengendalian Covid-19 sehingga aktivitas  ekonomi akan tetap tumbuh, di saat yang sama kerja sama ekonomi  internasional akan terus digencarkan guna menciptakan diversifikasi  negara tujuan ekspor. Terakhir, program hilirisasi akan menjadi kunci  peningkatan nilai tambah ekspor,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Januari 2022 kembali mencatatkan performa impresif setelah menunjukkan pertumbuhan sebesar 25,31% (yoy), sehingga ekspor Januari 2022 menjadi sebesar USD19,16 miliar. Hilirisasi pada komoditas-komoditas tersebut juga menjadi determinan utama peningkatan nilai tambah ekspor Januari 2022.
Selain itu, kinerja positif ekspor juga sejalan dengan laporan IHS Markit yang menyebutkan bahwa pesanan barang ekspor Indonesia di Januari 2022 merupakan rekor kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan periode bulan Januari sejak survei dijalankan.
BACA JUGA:Ekspor RI Gacor, Kemenkeu Sebut Omicron Tak Berdampak Signifikan

&amp;ldquo;Berbagai indikator termasuk laporan dari IHS Markit tersebut menjadi sinyal positif bagi output manufaktur. Terbukti, saat ini tercatat ekspor Industri pengolahan meningkat 31,16% yoy menjadi sebesar USD15,71 miliar. Ke depan, dengan prospek permintaan yang semakin bertumbuh, maka output perekonomian juga akan terus meningkat,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prospek penguatan output perekonomian juga ditunjukkan oleh level Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) Indonesia yang terus berada pada level ekspansif. Tercatat pada Januari 2022, PMI Indonesia berada di level 53,7 atau melanjutkan level ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Level PMI tersebut juga mengungguli beberapa negara ASEAN seperti Thailand (51,7), Filipina (50,0), dan Myanmar (48,5).
BACA JUGA:BPS: Ekspor Pertanian Januari 2022, Naik 11,54 Persen YoY

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Januari 2022 juga meningkat menjadi sebesar USD18,23 miliar, yakni tumbuh sebesar 36,77% (yoy).
&amp;ldquo;Peningkatan impor Januari 2022 menunjukkan prospek akselerasi pemulihan ekonomi karena komponen utamanya berasal dari aktivitas produksi domestik yang terus menggeliat. Terbukti, impor bahan baku penolong dan barang modal tumbuh menguat, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 39,57% yoy dan 41,94% (yoy).
Di saat yang sama, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan demand domestik sehingga impor barang konsumsi ikut terdorong naik sebesar 10,25% (yoy).Kinerja positif pada ekspor dan impor juga dilanjutkan dengan kabar  menggembirakan pada neraca perdagangan Indonesia yang masih melanjutkan  tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 21 bulan berturut-turut. Pada  Januari 2022, Indonesia mengalami surplus sebesar USD0,93 miliar.
Prospek neraca perdagangan ke depan dihadapkan pada berbagai resiko  yang harus diwaspadai. Salah satunya yaitu dengan meningkatnya risiko  geopolitik antara Rusia dan Ukraina, maka diperkirakan harga komoditas  energi akan mengalami peningkatan.
Dari segi impor, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan mendorong  kenaikan impor migas. Namun, di sisi lain harga komoditas batubara juga  akan naik sehingga ekspor Indonesia juga akan terdorong naik. Lebih  lanjut, dengan masih tingginya harga minyak kelapa sawit yang merupakan  salah komoditas ekspor utama, maka secara umum neraca perdagangan  Indonesia diperkirakan akan tetap positif ke depannya.
&amp;ldquo;Kinerja positif pada perdagangan internasional Indonesia akan terus  dipertahankan bahkan didiorong untuk ditingkatkan. Pemerintah akan  mengerahkan berbagai strategi dan kebijakan guna mengoptimalkan performa  neraca perdagangan yang sudah baik ini. Strategi utama Pemerintah akan  tetap diselaraskan dengan pengendalian Covid-19 sehingga aktivitas  ekonomi akan tetap tumbuh, di saat yang sama kerja sama ekonomi  internasional akan terus digencarkan guna menciptakan diversifikasi  negara tujuan ekspor. Terakhir, program hilirisasi akan menjadi kunci  peningkatan nilai tambah ekspor,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
