<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Inflasi di Negara Maju, Ancaman Pemulihan Ekonomi</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai lonjakan inflasi yang terjadi di negara maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Inflasi di Negara Maju, Ancaman Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi-aZYz0jo0EA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani waspadai inflasi negara maju (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548417/sri-mulyani-waspadai-inflasi-di-negara-maju-ancaman-pemulihan-ekonomi-aZYz0jo0EA.jpg</image><title>Sri Mulyani waspadai inflasi negara maju (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai lonjakan inflasi yang terjadi di negara maju. Menurutnya, inflasi masih menjadi ancaman terhadap proses pemulihan ekonomi di Indonesia.
Sebut saja inflasi di Amerika Serikat pada bulan Februari masih berada angka 7,5%. Sri Mulyani menilai inflasi AS akan mendorong kenaikan suku bunga serta pengetatan likuiditas.
BACA JUGA:Inflasi AS Tembus 7,5%, Indeks Dolar Bergejolak
&quot;Tentu ini akan memberikan dampak spillover atau rambatan yang harus diwaspadai, ujar Sri Mulyani pada konferensi persnya, Rabu (16/2/2022).
Sri Mulyani menjelaskan kebijakan Amerika Serikat yang kemungkinan akan menaikan suku bunga juga akan berpengaruh terhadap capital flow yang akan mengalami pengaruh negatif. &quot;Juga dari sisi yield atau imbal hasil dari surat berharga, yang tentu akan mendorong dalam hal ini biaya untuk surat utang negara,&quot; sambung Sri Mulyani.
BACA JUGA:Jokowi Klaim Inflasi Januari 2022 Rendah
Sri Mulyani menambahkan saat ini negara-negara emerging juga mengalami peningkatan inflasi. Misal disebutkan Sri Mulyani Argentina inflasinya sudah mencapai 50%, Turki mencapai 48%, Brazil 10,4%, Rusia 8,7%, dan Mexico 7,1%.
Menurutnya kenaikan tersebut akan mengancam proses pemulihan ekonomi di Indonesia sebab akan berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat.&quot;Kenaikan inflasi yang tinggi tentu akan bisa mengancam proses  pemulihan ekonomi karena daya beli masyarakat tentu akan tergerus, ini  yang harus diwaspadai,&quot; lanjut Sri Mulyani
Sri Mulyani menambahkan untuk tahun 2023 postur APBN akan kembali  mengikuti sebelum terjadinya pandemi covid 19. &quot;Untuk 2023 postur APBN  akan kembali mengikuti seperti sebelum terjadinya pandemi, yaitu kembali  pada postur defisit dibawah 3%,&quot; pungkas Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai lonjakan inflasi yang terjadi di negara maju. Menurutnya, inflasi masih menjadi ancaman terhadap proses pemulihan ekonomi di Indonesia.
Sebut saja inflasi di Amerika Serikat pada bulan Februari masih berada angka 7,5%. Sri Mulyani menilai inflasi AS akan mendorong kenaikan suku bunga serta pengetatan likuiditas.
BACA JUGA:Inflasi AS Tembus 7,5%, Indeks Dolar Bergejolak
&quot;Tentu ini akan memberikan dampak spillover atau rambatan yang harus diwaspadai, ujar Sri Mulyani pada konferensi persnya, Rabu (16/2/2022).
Sri Mulyani menjelaskan kebijakan Amerika Serikat yang kemungkinan akan menaikan suku bunga juga akan berpengaruh terhadap capital flow yang akan mengalami pengaruh negatif. &quot;Juga dari sisi yield atau imbal hasil dari surat berharga, yang tentu akan mendorong dalam hal ini biaya untuk surat utang negara,&quot; sambung Sri Mulyani.
BACA JUGA:Jokowi Klaim Inflasi Januari 2022 Rendah
Sri Mulyani menambahkan saat ini negara-negara emerging juga mengalami peningkatan inflasi. Misal disebutkan Sri Mulyani Argentina inflasinya sudah mencapai 50%, Turki mencapai 48%, Brazil 10,4%, Rusia 8,7%, dan Mexico 7,1%.
Menurutnya kenaikan tersebut akan mengancam proses pemulihan ekonomi di Indonesia sebab akan berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat.&quot;Kenaikan inflasi yang tinggi tentu akan bisa mengancam proses  pemulihan ekonomi karena daya beli masyarakat tentu akan tergerus, ini  yang harus diwaspadai,&quot; lanjut Sri Mulyani
Sri Mulyani menambahkan untuk tahun 2023 postur APBN akan kembali  mengikuti sebelum terjadinya pandemi covid 19. &quot;Untuk 2023 postur APBN  akan kembali mengikuti seperti sebelum terjadinya pandemi, yaitu kembali  pada postur defisit dibawah 3%,&quot; pungkas Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
