<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Bisa Cairkan JHT 100% Sebelum 3 Mei 2022</title><description>Pekerja masih bisa mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebelum 3 Mei 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022"/><item><title>Pekerja Bisa Cairkan JHT 100% Sebelum 3 Mei 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022-d4MzRhC6Qh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aturan baru pencairan JHT di usia 56 tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/320/2548423/pekerja-bisa-cairkan-jht-100-sebelum-3-mei-2022-d4MzRhC6Qh.jpg</image><title>Aturan baru pencairan JHT di usia 56 tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pekerja masih bisa mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebelum 3 Mei 2022. Pasalnya, aturan batas usia pencairan dana JHT saat 56 tahun baru berlaku 3 Mei.
&quot;Kata siapa saat ini JHT gak bisa dicairin 100%? Masih bisa kok sampai tanggal 3 Mei 2022, selama syarat dalam Permenaker No 19 Tahun 2015 terpenuhi,&quot; demikian dikutip dari postingan Instagram Kemnaker @kemnaker, Rabu (16/2/2022).
BACA JUGA:Kemnaker Ungkap Proses Penetapan Aturan Baru JHT

Selanjutnya, mulai tanggal 4 Mei 2022, Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 berlaku, pemerintah mengembalikan tujuan awal JHT sebagai penjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.
Sesuai tujuannya, maka program JHT adalah program jaminan sosial untuk jangka panjang. Sementara, jika pekerja terkena PHK, masih ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang bisa dimanfaatkan.
BACA JUGA:Menaker Terima Buruh saat Demo Aturan Baru JHT, Hasilnya Direvisi Lagi?

&quot;Untuk jangka pendek kan ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang manfaatnya bisa diklaim mulai Februari ini. Manfaatnya ada uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja,&quot; ujar Kemnaker.
Kemnaker merinci perbedaan aturan JHT dalam Permenaker No 2 tahun 2022 dengan Permenaker No 19 tahun 2015. Pada aturan lama, pemberian manfaat JHT bagi peserta yang mengundurkan diri/PJK dibayarkan setelah melewati masa tunggu 1 bulan dari SK Pengunduran Diri/PHK dari perusahaan diterbitkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8xNC8xLzE0NTAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara pada aturan baru, JHT dibayarkan saat peserta mencapai usia  56 tahun, meninggal atau cacat total tetap. Kemudian di aturan baru  disebutkan, pencairan JHT tidak menyebutkan bentuk dokumen dan harus  menyertakan paklaring. Sementara di aturan baru, dokumennya berbentuk  copy atau elektronik dan tidak perlu lagi menyertakan paklaring fisik,  alias tinggal mengupdate di Jamsostek Mobile (JMO).
&quot;Bila setiap kali mengalami PHK, manfaat JHT diambil seluruhnya, maka  kepesertaannya akan terputus, sehingga nilai yang diterima pada hari  tua menjadi tidak optimal,&quot; tulis Kemnaker, mengutip aturan lama.
Di aturan, manfaat JHT akan utuh meskipun terjadi PHK berkali-kali, sehingga peserta terlindungi secara optimal di hari tuanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pekerja masih bisa mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebelum 3 Mei 2022. Pasalnya, aturan batas usia pencairan dana JHT saat 56 tahun baru berlaku 3 Mei.
&quot;Kata siapa saat ini JHT gak bisa dicairin 100%? Masih bisa kok sampai tanggal 3 Mei 2022, selama syarat dalam Permenaker No 19 Tahun 2015 terpenuhi,&quot; demikian dikutip dari postingan Instagram Kemnaker @kemnaker, Rabu (16/2/2022).
BACA JUGA:Kemnaker Ungkap Proses Penetapan Aturan Baru JHT

Selanjutnya, mulai tanggal 4 Mei 2022, Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 berlaku, pemerintah mengembalikan tujuan awal JHT sebagai penjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.
Sesuai tujuannya, maka program JHT adalah program jaminan sosial untuk jangka panjang. Sementara, jika pekerja terkena PHK, masih ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang bisa dimanfaatkan.
BACA JUGA:Menaker Terima Buruh saat Demo Aturan Baru JHT, Hasilnya Direvisi Lagi?

&quot;Untuk jangka pendek kan ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang manfaatnya bisa diklaim mulai Februari ini. Manfaatnya ada uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja,&quot; ujar Kemnaker.
Kemnaker merinci perbedaan aturan JHT dalam Permenaker No 2 tahun 2022 dengan Permenaker No 19 tahun 2015. Pada aturan lama, pemberian manfaat JHT bagi peserta yang mengundurkan diri/PJK dibayarkan setelah melewati masa tunggu 1 bulan dari SK Pengunduran Diri/PHK dari perusahaan diterbitkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8xNC8xLzE0NTAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara pada aturan baru, JHT dibayarkan saat peserta mencapai usia  56 tahun, meninggal atau cacat total tetap. Kemudian di aturan baru  disebutkan, pencairan JHT tidak menyebutkan bentuk dokumen dan harus  menyertakan paklaring. Sementara di aturan baru, dokumennya berbentuk  copy atau elektronik dan tidak perlu lagi menyertakan paklaring fisik,  alias tinggal mengupdate di Jamsostek Mobile (JMO).
&quot;Bila setiap kali mengalami PHK, manfaat JHT diambil seluruhnya, maka  kepesertaannya akan terputus, sehingga nilai yang diterima pada hari  tua menjadi tidak optimal,&quot; tulis Kemnaker, mengutip aturan lama.
Di aturan, manfaat JHT akan utuh meskipun terjadi PHK berkali-kali, sehingga peserta terlindungi secara optimal di hari tuanya.</content:encoded></item></channel></rss>
