<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Properti di RI Kian Mahal, Ini Buktinya</title><description>Harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada triwulan IV 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya"/><item><title>Harga Properti di RI Kian Mahal, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya-Z5BZRqdUKR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga properti naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/470/2548274/harga-properti-di-ri-kian-mahal-ini-buktinya-Z5BZRqdUKR.jpeg</image><title>Harga properti naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada triwulan IV 2021. Hal ini berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI).
BACA JUGA:Diskon Pajak Rumah Diperpanjang, Industri Properti Diprediksi Tumbuh 10%
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut bahwa pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2021 tercatat 1,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,41% (yoy).
&quot;Harga properti residensial primer diprakirakan akan tumbuh lebih terbatas pada triwulan I 2022 sebesar 1,29% (yoy),&quot; ujar Erwin di Jakarta, Rabu(16/2/2022).
BACA JUGA:Diskon Pajak Rumah Baru Diperpanjang, Bisnis Properti Tahun Ini Semakin Cuan 
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan perbaikan kontraksi penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2021. Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial yang terkontraksi 11,60% (yoy) pada triwulan IV 2021, lebih rendah dari kontraksi 15,19% (yoy) pada triwulan sebelumnya.Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa  pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari nonperbankan  untuk pembangunan properti residensial. Pada triwulan IV 2021, sebesar  63,33% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal  dari dana internal.
&quot;Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan  fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian  properti residensial dengan pangsa mencapai 75,65% dari total  pembiayaan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada triwulan IV 2021. Hal ini berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI).
BACA JUGA:Diskon Pajak Rumah Diperpanjang, Industri Properti Diprediksi Tumbuh 10%
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut bahwa pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2021 tercatat 1,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,41% (yoy).
&quot;Harga properti residensial primer diprakirakan akan tumbuh lebih terbatas pada triwulan I 2022 sebesar 1,29% (yoy),&quot; ujar Erwin di Jakarta, Rabu(16/2/2022).
BACA JUGA:Diskon Pajak Rumah Baru Diperpanjang, Bisnis Properti Tahun Ini Semakin Cuan 
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan perbaikan kontraksi penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2021. Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial yang terkontraksi 11,60% (yoy) pada triwulan IV 2021, lebih rendah dari kontraksi 15,19% (yoy) pada triwulan sebelumnya.Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa  pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari nonperbankan  untuk pembangunan properti residensial. Pada triwulan IV 2021, sebesar  63,33% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal  dari dana internal.
&quot;Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan  fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian  properti residensial dengan pangsa mencapai 75,65% dari total  pembiayaan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
