<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Petinggi Bank Dunia, Jokowi Bahas IKN hingga Mangrove</title><description>Presiden Joko Widodo bertemu pimpinan Bank Dunia di Istana Merdeka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove"/><item><title>Bertemu Petinggi Bank Dunia, Jokowi Bahas IKN hingga Mangrove</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove</guid><pubDate>Rabu 16 Februari 2022 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove-HWol2ooZo3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu Pimpinan Bank Dunia (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/16/470/2548355/bertemu-petinggi-bank-dunia-jokowi-bahas-ikn-hingga-mangrove-HWol2ooZo3.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu Pimpinan Bank Dunia (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu pimpinan Bank Dunia di Istana Merdeka. Mereka yakni Axel Van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Vice President East Asia and Pasific Region, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pertemuan membahas beberapa hal penting seperti Presidensi G20 Indonesia, transisi energi, lingkungan, penanganan pandemi Covid-19, hingga isu-isu kawasan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Hubungan RI-Bank Dunia Sangat Erat

&quot;Area yang dibicarakan tadi sedikit mengenai Covid, kemudian tadi mengenai energy transition mechanism, terus kemudian juga tadi bicara menyangkut masalah mangrove, bicara tadi ibu kota, sangat luas pembicaraan tadi, dan juga bicara mengenai sampai pada Myanmar juga,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (16/2/2022).
Dikesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan bahwa Bank Dunia memberikan dukungannya terhadap agenda-agenda G20 di Indonesia. Menurut Sri, kepemimpinan Indonesia pada G20 yang didukung oleh dunia internasional memegang peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi global selepas pandemi.
BACA JUGA:Wah, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,7% pada 2021 

&quot;Banyak negara yang masih tertinggal dan itu tentu perlu mendapatkan perhatian agar tema Indonesia 'Recover Together, Recover Stronger' itu bisa betul-betul terjadi di mana kepemimpinan Indonesia dan melalui dukungan dari G20, serta lembaga-lembaga internasional bisa memberikan perhatian kepada negara-negara yang masih belum bisa pulih. Karena akses vaksinnya kurang, karena juga dari sisi tantangan ekonomi di dalam negeri dari negara-negara yang berpendapatan rendah, itu menjadi suatu tantangan yang luar biasa. Jadi ini adalah salah satu pembahasan untuk G20, Bank Dunia akan mendukung dan tentu kepemimpinan Indonesia penting,&quot; jelas Sri.Selain itu, dalam perbincangan juga dibahas mengenai bagaimana  Indonesia bisa menjadi contoh penerapan transisi energi, komitmen untuk  melaksanakan Komitmen Paris, hingga menurunkan karbon sesuai dengan  nationally determined contribution (NDC) Indonesia. Namun, Sri Mulyani  melanjutkan, untuk mencapai ambisi net zero di dunia, Indonesia  memerlukan dukungan internasional terutama dalam hal pendanaan dan  kerangka kebijakan.
&quot;Dalam hal ini tadi pembahasannya sangat konkret karena Indonesia  sudah punya sekarang mekanisme untuk membentuk carbon price, carbon  market, carbon tax dan Indonesia juga membangun renewable energy yang  cukup banyak. Bagaimana ini nanti akan dibawa di dalam forum  internasional sehingga support dari internasional, baik dari sisi  pendanaan dan juga dari sisi policy framework itu bisa berjalan baik,&quot;  paparnya.
&quot;Tadi Presiden menekankan bahwa komitmen Indonesia sangat kuat dan  Indonesia tidak mau bicara saja, kita mau melakukan. Namun, untuk bisa  melakukan tentu financing itu menjadi sangat penting,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu pimpinan Bank Dunia di Istana Merdeka. Mereka yakni Axel Van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Vice President East Asia and Pasific Region, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pertemuan membahas beberapa hal penting seperti Presidensi G20 Indonesia, transisi energi, lingkungan, penanganan pandemi Covid-19, hingga isu-isu kawasan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Hubungan RI-Bank Dunia Sangat Erat

&quot;Area yang dibicarakan tadi sedikit mengenai Covid, kemudian tadi mengenai energy transition mechanism, terus kemudian juga tadi bicara menyangkut masalah mangrove, bicara tadi ibu kota, sangat luas pembicaraan tadi, dan juga bicara mengenai sampai pada Myanmar juga,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (16/2/2022).
Dikesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan bahwa Bank Dunia memberikan dukungannya terhadap agenda-agenda G20 di Indonesia. Menurut Sri, kepemimpinan Indonesia pada G20 yang didukung oleh dunia internasional memegang peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi global selepas pandemi.
BACA JUGA:Wah, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,7% pada 2021 

&quot;Banyak negara yang masih tertinggal dan itu tentu perlu mendapatkan perhatian agar tema Indonesia 'Recover Together, Recover Stronger' itu bisa betul-betul terjadi di mana kepemimpinan Indonesia dan melalui dukungan dari G20, serta lembaga-lembaga internasional bisa memberikan perhatian kepada negara-negara yang masih belum bisa pulih. Karena akses vaksinnya kurang, karena juga dari sisi tantangan ekonomi di dalam negeri dari negara-negara yang berpendapatan rendah, itu menjadi suatu tantangan yang luar biasa. Jadi ini adalah salah satu pembahasan untuk G20, Bank Dunia akan mendukung dan tentu kepemimpinan Indonesia penting,&quot; jelas Sri.Selain itu, dalam perbincangan juga dibahas mengenai bagaimana  Indonesia bisa menjadi contoh penerapan transisi energi, komitmen untuk  melaksanakan Komitmen Paris, hingga menurunkan karbon sesuai dengan  nationally determined contribution (NDC) Indonesia. Namun, Sri Mulyani  melanjutkan, untuk mencapai ambisi net zero di dunia, Indonesia  memerlukan dukungan internasional terutama dalam hal pendanaan dan  kerangka kebijakan.
&quot;Dalam hal ini tadi pembahasannya sangat konkret karena Indonesia  sudah punya sekarang mekanisme untuk membentuk carbon price, carbon  market, carbon tax dan Indonesia juga membangun renewable energy yang  cukup banyak. Bagaimana ini nanti akan dibawa di dalam forum  internasional sehingga support dari internasional, baik dari sisi  pendanaan dan juga dari sisi policy framework itu bisa berjalan baik,&quot;  paparnya.
&quot;Tadi Presiden menekankan bahwa komitmen Indonesia sangat kuat dan  Indonesia tidak mau bicara saja, kita mau melakukan. Namun, untuk bisa  melakukan tentu financing itu menjadi sangat penting,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
