<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Masih Temukan Masalah dalam Tata Kelola dan Akuntabilitas Laporan Keuangan</title><description>Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) masih menemukan permasalahan tata kelola dan akuntabilitas dalam laporan keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan"/><item><title>BPK Masih Temukan Masalah dalam Tata Kelola dan Akuntabilitas Laporan Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan</guid><pubDate>Kamis 17 Februari 2022 21:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan-L9YWFOlWLp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPK masih temukan masalah dalam laporan keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/17/320/2549048/bpk-masih-temukan-masalah-dalam-tata-kelola-dan-akuntabilitas-laporan-keuangan-L9YWFOlWLp.jpg</image><title>BPK masih temukan masalah dalam laporan keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) masih menemukan permasalahan tata kelola dan akuntabilitas dalam laporan keuangan. Di antaranya, kelemahan dalam sistem pengendalian moneter, ketidakpatuhan dalam penyusunan pelaporan keuangan, pengelolaan pendapatan, belanja dan aset serta kewajiban lainnya.
BACA JUGA:BPK Audit Laporan Keuangan Kejaksaan, Hasilnya?

&quot;Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan baik yang bersifat mandatory maupun pemeriksaan keuangan dan kepatuhan, masih ditemukan permasalahan tata kelola dan akuntabilitas. ini jadi perhatian bagi kita,&quot; ujar Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna (AFS) dalam acara National Conference IGRC 2022, Kamis (17/2/2022).
BACA JUGA:BPK Bakal Latih Polisi Jadi Auditor

Untuk itu, kata Firman, BPK siap menaruh perannya dalam tiga hal yaitu sebagai oversight, insight, dan foresight. Melalui peran oversight, BPK memastikan bahwa entitas pengelolaan uang negara melakukan tata pengelolaan keuangan yang benar dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan.
Sementara peran insight, BPK memberikan pandangan dan saran perbaikan bagi kebijakan. Sedangkan melalui peran foresight tujuannya untuk memberikan tinjauan masa depan dengan mencermati implikasi jangka panjang dari keputusan atau kebijakan pemerintah saat ini.&quot;Dengan melaksanakan foresight, BPK membantu Pemerintah, masyarakat  dan pemangku kepentingan untuk memilih alternatif kebijakan masa depan,&quot;  jelasnya.
Sebagai informasi, hari ini Indonesian Government, Risk, and  Compliance (IGRC) menyelenggarakan National Conference IGRC 2022.  Perhelatan ini dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanan IGRC  sebagai wadah perkumpulan para praktisi, pemerhati, akademisi, dan  konsultan yang memiliki kepedulian dalam memajukan kualitas penerapan  tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) masih menemukan permasalahan tata kelola dan akuntabilitas dalam laporan keuangan. Di antaranya, kelemahan dalam sistem pengendalian moneter, ketidakpatuhan dalam penyusunan pelaporan keuangan, pengelolaan pendapatan, belanja dan aset serta kewajiban lainnya.
BACA JUGA:BPK Audit Laporan Keuangan Kejaksaan, Hasilnya?

&quot;Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan baik yang bersifat mandatory maupun pemeriksaan keuangan dan kepatuhan, masih ditemukan permasalahan tata kelola dan akuntabilitas. ini jadi perhatian bagi kita,&quot; ujar Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna (AFS) dalam acara National Conference IGRC 2022, Kamis (17/2/2022).
BACA JUGA:BPK Bakal Latih Polisi Jadi Auditor

Untuk itu, kata Firman, BPK siap menaruh perannya dalam tiga hal yaitu sebagai oversight, insight, dan foresight. Melalui peran oversight, BPK memastikan bahwa entitas pengelolaan uang negara melakukan tata pengelolaan keuangan yang benar dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan.
Sementara peran insight, BPK memberikan pandangan dan saran perbaikan bagi kebijakan. Sedangkan melalui peran foresight tujuannya untuk memberikan tinjauan masa depan dengan mencermati implikasi jangka panjang dari keputusan atau kebijakan pemerintah saat ini.&quot;Dengan melaksanakan foresight, BPK membantu Pemerintah, masyarakat  dan pemangku kepentingan untuk memilih alternatif kebijakan masa depan,&quot;  jelasnya.
Sebagai informasi, hari ini Indonesian Government, Risk, and  Compliance (IGRC) menyelenggarakan National Conference IGRC 2022.  Perhelatan ini dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanan IGRC  sebagai wadah perkumpulan para praktisi, pemerhati, akademisi, dan  konsultan yang memiliki kepedulian dalam memajukan kualitas penerapan  tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.</content:encoded></item></channel></rss>
