<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun IKN Nusantara Pakai APBN, dari Istana Negara hingga Kantor Pemerintahan</title><description>Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara siap dibangun tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan"/><item><title>Bangun IKN Nusantara Pakai APBN, dari Istana Negara hingga Kantor Pemerintahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan</guid><pubDate>Kamis 17 Februari 2022 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan-I5b1PJwO0Z.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan IKN pakai APBN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/17/470/2549035/bangun-ikn-nusantara-pakai-apbn-dari-istana-negara-hingga-kantor-pemerintahan-I5b1PJwO0Z.jpeg</image><title>Pembangunan IKN pakai APBN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara siap dibangun tahun 2023. Pembangunan IKN sudah masuk dalam arah kebijakan pada RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun 2023.
Pembangunan yang dilakukan terletak pada kawasan yang ditandai dengan kode 1A. Adapun pembangunan yang dilakukan meliputi kantor-kantor pemerintah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Selain itu, Suharso memaparkan pada pembangunan tahap pertama yang dilakukan ini juga akan dibangun perumahan untuk para Pegawai Negeri Sipil, serta perumahan TNI/Porli.
BACA JUGA:IKN Nusantara Siap Dibangun, Tahap I Luasnya Sampai 5.600 Hektare

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan mengatakan, pembangunan pada kawasan 1A bakal menggunakan pembiayaan dari APBN. Misalnya, pembangunan kantor-kantor pemerintahan dan sebagian rumah untuk para PNS serta aparat keamanan TNI/Porli.
&quot;Pembangunan kawasan perkantoran dan perumahan dibiayai APBN, antara lain istana, kantor pemerintahan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan,&quot; ujar Scenaider dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 secara virtual, Kamis (17/2/2022).
BACA JUGA:Siapa yang Mendanai Sirkuit Mandalika? Ini Orang-orang di Baliknya, Awas Kaget!

&quot;Perkuatan alokasi pada prioritas, kami akan menekankan pada alokasi yaitu menyelesaikan pembangunan infrastruktur, supaya tidak ada yang mangkrak atau setengah jadi,&quot; sambungnya.
Sedangkan pada pembangunan IKN pada tahap kedua pemerintah bakal mulai mengembangkan fase kota. Misal seperti pembangunan pusat-pusat inovasi hingga pusat-pusat ekonomi.Scenaider menjelaskan adapun proyek-proyek yang di biayai oleh APBN  adalah jalan tol, jalan non tol, simpul konektivitas, dan infrastruktur  pendukung lainnya. Sedangkan dari sektor pertanahan dan keamanan, lahan,  Sarpas Hankam (TNI, Porli, BIN) juga bakal di biayai oleh APBN.
Jika mengutip Buku Saku IKN yang diterbitkan Bappenas, ada beberapa  pembangunan lain yang menggunakan skema pendanaan APBN, seperti  pembangunan pangkalan militer, pengadaan lahan dan infrastruktur dasar  (jalan akses), diplomatic compound (lahan), dan ruang terbuka hijau  (termasuk taman budaya).</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara siap dibangun tahun 2023. Pembangunan IKN sudah masuk dalam arah kebijakan pada RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun 2023.
Pembangunan yang dilakukan terletak pada kawasan yang ditandai dengan kode 1A. Adapun pembangunan yang dilakukan meliputi kantor-kantor pemerintah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Selain itu, Suharso memaparkan pada pembangunan tahap pertama yang dilakukan ini juga akan dibangun perumahan untuk para Pegawai Negeri Sipil, serta perumahan TNI/Porli.
BACA JUGA:IKN Nusantara Siap Dibangun, Tahap I Luasnya Sampai 5.600 Hektare

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan mengatakan, pembangunan pada kawasan 1A bakal menggunakan pembiayaan dari APBN. Misalnya, pembangunan kantor-kantor pemerintahan dan sebagian rumah untuk para PNS serta aparat keamanan TNI/Porli.
&quot;Pembangunan kawasan perkantoran dan perumahan dibiayai APBN, antara lain istana, kantor pemerintahan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan,&quot; ujar Scenaider dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 secara virtual, Kamis (17/2/2022).
BACA JUGA:Siapa yang Mendanai Sirkuit Mandalika? Ini Orang-orang di Baliknya, Awas Kaget!

&quot;Perkuatan alokasi pada prioritas, kami akan menekankan pada alokasi yaitu menyelesaikan pembangunan infrastruktur, supaya tidak ada yang mangkrak atau setengah jadi,&quot; sambungnya.
Sedangkan pada pembangunan IKN pada tahap kedua pemerintah bakal mulai mengembangkan fase kota. Misal seperti pembangunan pusat-pusat inovasi hingga pusat-pusat ekonomi.Scenaider menjelaskan adapun proyek-proyek yang di biayai oleh APBN  adalah jalan tol, jalan non tol, simpul konektivitas, dan infrastruktur  pendukung lainnya. Sedangkan dari sektor pertanahan dan keamanan, lahan,  Sarpas Hankam (TNI, Porli, BIN) juga bakal di biayai oleh APBN.
Jika mengutip Buku Saku IKN yang diterbitkan Bappenas, ada beberapa  pembangunan lain yang menggunakan skema pendanaan APBN, seperti  pembangunan pangkalan militer, pengadaan lahan dan infrastruktur dasar  (jalan akses), diplomatic compound (lahan), dan ruang terbuka hijau  (termasuk taman budaya).</content:encoded></item></channel></rss>
