<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mantap Cetak Laba Rp645,6 Miliar, Naik 50% di 2021</title><description>PT Bank Mandiri Taspen (BMTP) mencatat laba sebesar Rp645,67 miliar pada 2021. Laba tersebut naik 50,45%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021"/><item><title>Bank Mantap Cetak Laba Rp645,6 Miliar, Naik 50% di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021</guid><pubDate>Jum'at 18 Februari 2022 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021-44b9QyqZVh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mantap alami kenaikan laba (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/18/278/2549444/bank-mantap-cetak-laba-rp645-6-miliar-naik-50-di-2021-44b9QyqZVh.jpg</image><title>Bank Mantap alami kenaikan laba (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (BMTP) atau Bank Mantap mencatat laba sebesar Rp645,67 miliar pada 2021. Laba tersebut naik 50,45% dibandingkan laba tahun 2020 sebanyak Rp429,15 miliar.
Berdasarkan laporan keuangannya, dikutip Jumat (18/2/2022), anak usaha Bank Mandiri itu membukukan pendapatan bunga sebesar Rp4,31 triliun atau meningkat 25,47% dari pendapatan bunga periode 2020 sebesar Rp3,44 triliun.
Secara rinci, pendapatan bunga perseroan terdiri dari penyaluran kredit sebesar Rp3,82 triliun, efek-efek Rp440,57 miliar, giro dan penempatan pada Bank Indonesia Rp48,02 miliar, dan giro pada bank lain Rp636,01 juta.
BACA JUGA:Bank Mantap Catatkan Obligasi Rp2 Triliun di BEI

Sepanjang tahun 2021, perseroan memiliki beban bunga sebesar Rp1,69 triliun, yang membuat pendapatan bunga bersih perseroan mencapai Rp2,62 triliun.
Alhasil, laba per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp394,04 dari periode sebelumnya di Rp285,61. Total aset perseroan per 31 Desember 2021 mencapai Rp45,5 triliun atau naik 29,75% dari total aset pada periode sama tahun lalu sebesar Rp35,09 triliun.
&quot;Bahwa total aset di bulan Desember tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 29,75% dibanding bulan Desember 2020 terutama disebabkan oleh aset produktif khususnya pinjaman yang diberikan yang mengalami kenaikan sebesar Rp5,7 triliun atau sebesar 22,17% sehubungan dengan peningkatan aktivitas usaha bank,&quot; kata Direktur Bank Mandiri Taspen Atta Alva Wangai.Sementara total liablitas perseroan juga melonjak 31,25%  menjadi Rp41,5 triliun, dengan total ekuitas Rp4,02 triliun. Adapun  total dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 23,74% menjadi Rp34,1  triliun dibandingkan periode 2020 sebanyak Rp27,58 triliun.
&quot;Sumber dana kenaikan aset berasal dari kenaikan liabilitas. Di  sisi liabilitas, kenaikan berasal dari peningkatan khususnya dari dana  pihak ketiga giro, tabungan, dan deposito. Dana pihak ketiga mengalami  kenaikan sebesar Rp6,5 triliun atau sebesar 23,74%,&quot; pungkas Atta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (BMTP) atau Bank Mantap mencatat laba sebesar Rp645,67 miliar pada 2021. Laba tersebut naik 50,45% dibandingkan laba tahun 2020 sebanyak Rp429,15 miliar.
Berdasarkan laporan keuangannya, dikutip Jumat (18/2/2022), anak usaha Bank Mandiri itu membukukan pendapatan bunga sebesar Rp4,31 triliun atau meningkat 25,47% dari pendapatan bunga periode 2020 sebesar Rp3,44 triliun.
Secara rinci, pendapatan bunga perseroan terdiri dari penyaluran kredit sebesar Rp3,82 triliun, efek-efek Rp440,57 miliar, giro dan penempatan pada Bank Indonesia Rp48,02 miliar, dan giro pada bank lain Rp636,01 juta.
BACA JUGA:Bank Mantap Catatkan Obligasi Rp2 Triliun di BEI

Sepanjang tahun 2021, perseroan memiliki beban bunga sebesar Rp1,69 triliun, yang membuat pendapatan bunga bersih perseroan mencapai Rp2,62 triliun.
Alhasil, laba per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp394,04 dari periode sebelumnya di Rp285,61. Total aset perseroan per 31 Desember 2021 mencapai Rp45,5 triliun atau naik 29,75% dari total aset pada periode sama tahun lalu sebesar Rp35,09 triliun.
&quot;Bahwa total aset di bulan Desember tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 29,75% dibanding bulan Desember 2020 terutama disebabkan oleh aset produktif khususnya pinjaman yang diberikan yang mengalami kenaikan sebesar Rp5,7 triliun atau sebesar 22,17% sehubungan dengan peningkatan aktivitas usaha bank,&quot; kata Direktur Bank Mandiri Taspen Atta Alva Wangai.Sementara total liablitas perseroan juga melonjak 31,25%  menjadi Rp41,5 triliun, dengan total ekuitas Rp4,02 triliun. Adapun  total dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 23,74% menjadi Rp34,1  triliun dibandingkan periode 2020 sebanyak Rp27,58 triliun.
&quot;Sumber dana kenaikan aset berasal dari kenaikan liabilitas. Di  sisi liabilitas, kenaikan berasal dari peningkatan khususnya dari dana  pihak ketiga giro, tabungan, dan deposito. Dana pihak ketiga mengalami  kenaikan sebesar Rp6,5 triliun atau sebesar 23,74%,&quot; pungkas Atta.</content:encoded></item></channel></rss>
