<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Neraca Pembayaran Defisit USD800 Juta di Kuartal IV 2021</title><description>Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2021 mengalami difisit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021"/><item><title>BI: Neraca Pembayaran Defisit USD800 Juta di Kuartal IV 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021</guid><pubDate>Jum'at 18 Februari 2022 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021-7lavuG2UFn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca pembayaran Indonesia defisit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/18/320/2549407/bi-neraca-pembayaran-defisit-usd800-juta-di-kuartal-iv-2021-7lavuG2UFn.jpg</image><title>Neraca pembayaran Indonesia defisit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2021 mengalami difisit. NPI pada triwulan IV 2021 mencatat defisit rendah sebesar USD800 juta.
&amp;ldquo;NPI ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang berlanjut, di tengah transaksi modal dan finansial yang mencatat defisit,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (18/2/2022).
BACA JUGA:Neraca Pembayaran Surplus USD10,7 Miliar, Ekonomi RI Semakin Kokoh

Dengan perkembangan tersebut NPI tahun 2021 mencatat surplus USD13,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2021 juga meningkat menjadi sebesar USD144,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.
Selain itu, surplus transaksi berjalan berlanjut pada triwulan IV 2021 terutama ditopang oleh surplus neraca barang yang tetap tinggi.
BACA JUGA:BI Catat Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD10,7 Miliar

&amp;ldquo;Pada triwulan IV 2021 transaksi berjalan melanjutkan surplus sebesar 1,4 miliar dolar AS, 0,4% dari PDB, meskipun lebih rendah dari capaian surplus sebesar 5,0 miliar dolar AS atau 1,7% dari PDB pada triwulan sebelumnya,&quot; ujarnya.
Surplus transaksi berjalan tersebut didukung oleh surplus neraca perdagangan barang seiring tetap kuatnya kinerja ekspor yang dipengaruhi oleh permintaan global dan akselerasi harga komoditas ekspor, khususnya batu bara.
Kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2021 tetap terjaga terutama ditopang oleh surplus investasi langsung di tengah ketidakpastian keuangan global yang berlanjut.Optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik  mendorong aliran masuk neto investasi langsung pada triwulan IV 2021  sebesar USD3,4 miliar, naik dibandingkan dengan capaian surplus USD3,2  miliar pada triwulan sebelumnya.
Adapun untuk perkembangan NPI secara keseluruhan tahun 2021 mencatat  surplus tinggi, sehingga ketahanan sektor eksternal tetap terjaga.  Surplus NPI tahun 2021 tercatat sebesar USD13,5 miliar, jauh meningkat  dibandingkan capaian surplus pada tahun sebelumnya sebesar USD2,6  miliar.
Perkembangan tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan serta  surplus transaksi modal dan finansial. Transaksi berjalan pada 2021  membukukan surplus sebesar USD3,3 miliar atau 0,3% dari PDB, setelah  mencatat defisit pada 2020 sebesar USD4,4 miliar atau 0,4% dari PDB.
Surplus tersebut terutama ditopang oleh pesatnya kinerja ekspor  sejalan dengan meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang dan  tingginya harga komoditas global, di tengah impor yang juga meningkat  seiring perbaikan ekonomi domestik. Selain itu, transaksi modal dan  finansial pada 2021 juga membukukan surplus USD11,7 miliar, lebih tinggi  dari capaian pada tahun sebelumnya sebesar USD7,9 miliar terutama  ditopang oleh investasi langsung dan investasi portofolio.
&amp;ldquo;Ke depan Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian  global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran  kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan  koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna  memperkuat ketahanan sektor eksternal,&amp;rdquo; kata Erwin.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2021 mengalami difisit. NPI pada triwulan IV 2021 mencatat defisit rendah sebesar USD800 juta.
&amp;ldquo;NPI ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang berlanjut, di tengah transaksi modal dan finansial yang mencatat defisit,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (18/2/2022).
BACA JUGA:Neraca Pembayaran Surplus USD10,7 Miliar, Ekonomi RI Semakin Kokoh

Dengan perkembangan tersebut NPI tahun 2021 mencatat surplus USD13,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2021 juga meningkat menjadi sebesar USD144,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.
Selain itu, surplus transaksi berjalan berlanjut pada triwulan IV 2021 terutama ditopang oleh surplus neraca barang yang tetap tinggi.
BACA JUGA:BI Catat Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD10,7 Miliar

&amp;ldquo;Pada triwulan IV 2021 transaksi berjalan melanjutkan surplus sebesar 1,4 miliar dolar AS, 0,4% dari PDB, meskipun lebih rendah dari capaian surplus sebesar 5,0 miliar dolar AS atau 1,7% dari PDB pada triwulan sebelumnya,&quot; ujarnya.
Surplus transaksi berjalan tersebut didukung oleh surplus neraca perdagangan barang seiring tetap kuatnya kinerja ekspor yang dipengaruhi oleh permintaan global dan akselerasi harga komoditas ekspor, khususnya batu bara.
Kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2021 tetap terjaga terutama ditopang oleh surplus investasi langsung di tengah ketidakpastian keuangan global yang berlanjut.Optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik  mendorong aliran masuk neto investasi langsung pada triwulan IV 2021  sebesar USD3,4 miliar, naik dibandingkan dengan capaian surplus USD3,2  miliar pada triwulan sebelumnya.
Adapun untuk perkembangan NPI secara keseluruhan tahun 2021 mencatat  surplus tinggi, sehingga ketahanan sektor eksternal tetap terjaga.  Surplus NPI tahun 2021 tercatat sebesar USD13,5 miliar, jauh meningkat  dibandingkan capaian surplus pada tahun sebelumnya sebesar USD2,6  miliar.
Perkembangan tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan serta  surplus transaksi modal dan finansial. Transaksi berjalan pada 2021  membukukan surplus sebesar USD3,3 miliar atau 0,3% dari PDB, setelah  mencatat defisit pada 2020 sebesar USD4,4 miliar atau 0,4% dari PDB.
Surplus tersebut terutama ditopang oleh pesatnya kinerja ekspor  sejalan dengan meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang dan  tingginya harga komoditas global, di tengah impor yang juga meningkat  seiring perbaikan ekonomi domestik. Selain itu, transaksi modal dan  finansial pada 2021 juga membukukan surplus USD11,7 miliar, lebih tinggi  dari capaian pada tahun sebelumnya sebesar USD7,9 miliar terutama  ditopang oleh investasi langsung dan investasi portofolio.
&amp;ldquo;Ke depan Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian  global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran  kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan  koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna  memperkuat ketahanan sektor eksternal,&amp;rdquo; kata Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
