<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Infrastruktur Hijau Butuh Dana Jumbo</title><description>Dibutuhkan investasi senilai USD6,9 triliun per tahun untuk pembangunan infrastruktur guna mencapai target Kesepakatan Paris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo"/><item><title>Investasi Infrastruktur Hijau Butuh Dana Jumbo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo</guid><pubDate>Jum'at 18 Februari 2022 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo-EbFqGZYKVN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">investasi mendukung ekonomi hijau (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/18/320/2549614/investasi-infrastruktur-hijau-butuh-dana-jumbo-EbFqGZYKVN.jpg</image><title>investasi mendukung ekonomi hijau (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dibutuhkan investasi senilai USD6,9 triliun per tahun untuk pembangunan infrastruktur guna mencapai target Kesepakatan Paris di tahun 2030. Diperkirakan sekitar USD6,3 triliun investasi infrastruktur setiap tahun diperlukan untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan di 2030.
&amp;ldquo;Bahkan meningkat menjadi 6,9 triliun dolar AS per tahun untuk mencapai target Kesepakatan Paris,&quot; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat (18/2/2022).
BACA JUGA:Ekonomi Hijau Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

Dalam Kesepakatan Paris, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional. Investasi infrastruktur pun perlu diprioritaskan menuju perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Febrio, pembangunan infrastruktur diperlukan guna dan mempertahankan pemulihan ekonomi Indonesia setelah terdampak pandemi COVID-19 dan mentransformasinya.
BACA JUGA:Soal Ekonomi Hijau, RI Kawal Promosi Pekerjaan Ramah Lingkungan

Infrastruktur juga menjadi tulang punggung perekonomian global, tetapi lanskapnya berubah dengan cepat karena tekanan krisis iklim dan pandemi COVID-19 yang kompleks sehingga negara-negara di dunia kesulitan memenuhi target pembangunan infrastruktur di tahun 2050.
&quot;Pandemi COVID-19 telah mengganggu aliran investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Ruang fiskal yang mengecil telah memaksa pemerintah untuk memfokuskan sumber dayanya yang terbatas pada kebutuhan mendesak terkait pandemi,&quot; imbuh Febrio.Di sisi lain, investasi pihak swasta dalam proyek infrastruktur  terhambat karena penundaan atau pembatalan. Febrio berharap upaya  terkoordinasi pemimpin negara-negara anggota G20 untuk meningkatkan  investasi pada infrastruktur berkelanjutan dapat meningkatkan  kepercayaan investor untuk kembali memobilisasi sektor swasta.
&quot;Sementara upaya untuk mengatasi pandemi tetap penting dalam situasi  saat ini, inisiatif kolektif untuk meningkatkan investasi infrastruktur  juga sangat penting untuk mengatasi efek scarring untuk meningkatkan  potensi pertumbuhan jangka panjang serta untuk mendukung transisi menuju  lingkungan yang lebih hijau khususnya untuk mencapai pengurangan emisi  karbon,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dibutuhkan investasi senilai USD6,9 triliun per tahun untuk pembangunan infrastruktur guna mencapai target Kesepakatan Paris di tahun 2030. Diperkirakan sekitar USD6,3 triliun investasi infrastruktur setiap tahun diperlukan untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan di 2030.
&amp;ldquo;Bahkan meningkat menjadi 6,9 triliun dolar AS per tahun untuk mencapai target Kesepakatan Paris,&quot; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat (18/2/2022).
BACA JUGA:Ekonomi Hijau Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

Dalam Kesepakatan Paris, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional. Investasi infrastruktur pun perlu diprioritaskan menuju perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Febrio, pembangunan infrastruktur diperlukan guna dan mempertahankan pemulihan ekonomi Indonesia setelah terdampak pandemi COVID-19 dan mentransformasinya.
BACA JUGA:Soal Ekonomi Hijau, RI Kawal Promosi Pekerjaan Ramah Lingkungan

Infrastruktur juga menjadi tulang punggung perekonomian global, tetapi lanskapnya berubah dengan cepat karena tekanan krisis iklim dan pandemi COVID-19 yang kompleks sehingga negara-negara di dunia kesulitan memenuhi target pembangunan infrastruktur di tahun 2050.
&quot;Pandemi COVID-19 telah mengganggu aliran investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Ruang fiskal yang mengecil telah memaksa pemerintah untuk memfokuskan sumber dayanya yang terbatas pada kebutuhan mendesak terkait pandemi,&quot; imbuh Febrio.Di sisi lain, investasi pihak swasta dalam proyek infrastruktur  terhambat karena penundaan atau pembatalan. Febrio berharap upaya  terkoordinasi pemimpin negara-negara anggota G20 untuk meningkatkan  investasi pada infrastruktur berkelanjutan dapat meningkatkan  kepercayaan investor untuk kembali memobilisasi sektor swasta.
&quot;Sementara upaya untuk mengatasi pandemi tetap penting dalam situasi  saat ini, inisiatif kolektif untuk meningkatkan investasi infrastruktur  juga sangat penting untuk mengatasi efek scarring untuk meningkatkan  potensi pertumbuhan jangka panjang serta untuk mendukung transisi menuju  lingkungan yang lebih hijau khususnya untuk mencapai pengurangan emisi  karbon,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
